Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tangan Kanan yang Rela Mati demi Kaptennya di One Piece, Loyal!

Killer One Piece sebagai Kamazou
Killer One Piece sebagai Kamazou. (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Roronoa Zoro rela menawarkan kepalanya sendiri kepada Kuma demi menggantikan nyawa Luffy.
  • Marco the Phoenix menahan serangan para admiral angkatan laut sendirian demi membuka jalan dan melindungi kaptennya yang sudah tua.
  • Killer melakukan pengorbanan yang sangat menyakitkan dengan memakan buah iblis SMILE gagal hanya demi menyelamatkan Kid dari eksekusi mati.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Buat kamu para penggemar One Piece, tentunya sudah tahu kalau pesona seorang kapten bajak laut itu memang jadi wajah utama yang memimpin petualangan. Akan tetapi, seorang figur tangan kanan juga salah satu yang menyumbang keberhasilan petualangan seorang kapten. Di mana mereka ini tak hanya berperan sebagai bawahan, tapi juga sebagai kawan "setara" yang siap menanggung beban berat sang kapten.

Karena hal inilah, loyalitas para "tangan kanan" ini bakalan diuji di situasi hidup dan mati. Bisa jadi, mereka sudah tidak peduli lagi dengan nyawa mereka sendiri, apabila berkaitan dengan keselamatan sang kapten. Nah, siapa saja "tangan kanan" yang siap mempertaruhkan nyawanya demi sang kapten tersebut? Simak artikel ini sampai tuntas, ya!

1. Roronoa Zoro

Momen Roronoa Zoro Hampir Mati, Selalu di Ujung Tanduk
momen ikonik Zoro (dok. Toei Animation/One Piece)

Bicara soal loyalitas, nama Roronoa Zoro pasti muncul pertama kali di benakmu. Momen di Thriller Bark menjadi bukti tak terbantahkan ketika ia rela menawarkan kepalanya sendiri kepada Kuma demi menggantikan nyawa Luffy. Ia menanggung seluruh rasa sakit dan kelelahan kaptennya hingga berlumuran darah, namun tetap berdiri tegak dan mengatakan tidak terjadi apa-apa. Zoro membuktikan bahwa ambisi pribadinya menjadi pendekar pedang terkuat rela ia kesampingkan asalkan sang kapten bisa tetap hidup untuk meraih mimpinya.

2. Marco the Phoenix

Marco
Marco (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebagai Komandan Divisi Pertama, Marco mendedikasikan seluruh hidupnya untuk sosok yang ia panggil ayah, yaitu Edward Newgate atau Shirohige. Di perang besar Marineford, kamu bisa melihat bagaimana ia menahan serangan para admiral angkatan laut sendirian demi membuka jalan dan melindungi kaptennya yang sudah tua. Bahkan setelah Shirohige wafat, kesetiaan Marco tidak luntur sedikit pun karena ia memilih menjaga pulau kampung halaman kaptennya dari gangguan musuh sebagai bentuk bakti terakhir.

3. Killer

Killer One Piece sebagai Kamazou
Killer One Piece sebagai Kamazou. (dok. Toei Animation/One Piece)

Hubungan Killer dengan Eustass Kid sering dianggap sebagai cerminan yang lebih brutal dari hubungan Luffy dan Zoro. Di negeri Wano, Killer melakukan pengorbanan yang sangat menyakitkan dengan memakan buah iblis SMILE gagal hanya demi menyelamatkan Kid dari eksekusi mati. Ia rela kehilangan kemampuan berenang dan dikutuk untuk tertawa seumur hidup meski ia sangat membenci suara tawanya sendiri. Semua penderitaan itu ia telan mentah-mentah agar kaptennya tetap bisa bernapas dan melanjutkan ambisinya.

4. Silvers Rayleigh

Rayleigh
Rayleigh (dok. Toei Animation/One Piece)

Oda Sensei menggambarkan Rayleigh bukan sekadar bawahan, melainkan mitra sejati bagi Raja Bajak Laut Gol D. Roger. Ia adalah orang pertama yang diajak berlayar dan menemani Roger dari titik nol hingga berhasil menaklukkan Grand Line dan menemukan harta karun legendaris. Ikatan batin mereka begitu kuat hingga Rayleigh tetap menjaga rahasia sejarah dunia yang mereka temukan puluhan tahun silam sebagai bentuk penghormatan abadi kepada sahabat seperjuangannya itu.

5. Jinbe

Koala dan Jinbe
Koala dan Jinbe (dok. Toei Animation/One Piece)

Sebelum resmi bergabung dengan kru Topi Jerami, Jinbe adalah tangan kanan yang sangat diandalkan oleh Fisher Tiger di Bajak Laut Matahari. Ia berperan sebagai sosok penyeimbang yang tenang bagi kaptennya yang penuh amarah terhadap manusia akibat masa lalu perbudakan. Ketika Fisher Tiger meninggal dunia, Jinbe-lah yang mengambil alih beban kepemimpinan dan memastikan semangat pembebasan serta kehormatan kru manusia ikan tersebut tidak padam begitu saja di tengah kerasnya lautan.

Keberadaan para wakil kapten ini membuktikan bahwa ambisi besar tidak akan pernah bisa dicapai seorang diri. Mereka adalah definisi nyata dari kesetiaan tanpa batas yang menjadi fondasi kekuatan sebuah kelompok bajak laut di dunia One Piece.

Oda Sensei tuh seperti berhasil bahwa di balik kejayaan seorang pemimpin hebat, selalu ada sosok pendukung yang rela berkorban darah dan air mata tanpa meminta sorotan. Semoga kisah mereka menginspirasimu untuk menemukan atau menjadi rekan seperjuangan yang setia dalam mengejar impianmu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More

5 Tangan Kanan yang Rela Mati demi Kaptennya di One Piece, Loyal!

18 Jan 2026, 09:01 WIBHype