Bagaimana Cara Kita Memilih Film Favorit?

- Penelitian dari Cedarville University menunjukkan bahwa banyak orang memilih film favorit berdasarkan kedekatan emosional dan kesamaan pengalaman pribadi dengan cerita dalam film tersebut.
- Sebagian penonton justru memilih film yang jauh dari realitas hidupnya sebagai bentuk eskapisme, mencari hiburan dan sensasi baru tanpa harus mengalaminya langsung.
- Ada juga yang menentukan film favorit dari seberapa sering mereka bisa menontonnya berulang kali tanpa merasa bosan, karena memberikan rasa nyaman dan efek terapeutik pribadi.
Kamu seorang penggemar film yang bisa nonton ratusan judul dalam setahun, tetapi saat ditanya 4 film favorit sepanjang masa, kamu langsung bungkam seribu bahasa. Padahal otakmu sedang memilah dan mengingat film apa saja yang layak dimasukkan daftar favorit.
Sebenarnya bagaimana sih mekanisme otak kita saat diminta menyebut film favorit? Pertimbangan apa yang kita pakai untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya umum itu?
Referensi:
https://cedars.cedarville.edu/2024/12/what-makes-a-favorite-movie/#:~:text=Despite what the internet or,worldviews other than your own.
https://theconversation.com/why-we-love-the-escapism-of-apocalyptic-dramas-253063
1. Kita cenderung memilih film yang mencerminkan diri dan minat kita

Sebuah artikel menarik dirilis Cedarville University pada Desember 2024 dengan judul ‘What makes a favorite movie?’. Di sana salah satu mahasiswa bernama Janie Walenda mewawancarai beberapa rekan sesama mahasiswa soal film favorit mereka. Dari jawaban mereka, Walenda menyimpulkan kalau relatability (kedekatan atau keintiman) jalan cerita dengan hidup dan minat penontonnya punya andil besar dalam keputusan memilih film favorit.
Rasa terwakili ini yang bikin film favorit itu personal dan lekat dengan kita, bahkan sampai bertahun-tahun setelah kita menontonnya. Ketimbang memakai penilaian objektif, saat ditanya film favorit, kita akan menggunakan metode penilaian subjektif. Ada banyak film superior di luar sana, tetapi rasa dan kesannya belum tentu menyentuhmu seperti film favoritmu.
Misalnya, kamu mengakui kalau 12 Angry Men (1957) adalah film unggul yang memang layak disebut legenda. Namun, karena tak punya kedekatan dengan pengalaman personalmu, film itu tak terasa cocok kamu sebut sebagai film favorit sepanjang masa versimu. Sebaliknya, kamu mungkin akan memilih film lain seperti Linda Linda Linda (2005) yang mengingatkanmu pada band yang pernah kamu bentuk saat sekolah.
2. Tipe eskapis akan memilih film yang jauh dari realitas hidupnya sendiri

Namun, gak semua orang memilih film favorit dengan cara di atas. Sebagian juga memilih dengan pertimbangan sebaliknya. Ketimbang mencari kedekatan cerita dengan kehidupan sendiri, ada yang justru menyukai film yang jauh dari realitas. Scott Jones dari University of Birmingham dalam tulisannya untuk The Conversation pernah membahas ini. Ia secara spesifik mengulik alasan di balik popularitas serial dan film pascabencana dan distopia seperti Silo dan The Walking Dead.
Menurut argumennya, ini berkaitan erat dengan kenyamanan yang didapat penonton sebagai pengamat dari kejauhan. Mereka yang menyukai tipe film ini adalah orang-orang yang mencari pelarian dari hidup mereka yang monoton dan repetitif. Mereka butuh sesuatu yang baru, seru, nyeleneh, menantang, bahkan ekstrem tetapi ogah menjalaninya sendiri. Kalau kamu suka film-film seperti Avatar, Jaws, Jurassic Park, 28 Days Later dan Mad Max, mungkin kamu penganut eskapisme.
3. Dipilih dari film yang bisa ditonton berkali-kali tanpa bikin bosan

Mekanisme memilih film favorit juga bisa dilakukan dengan cara yang cukup sederhana. Yakni, memilih film yang bisa ditonton berkali-kali tanpa sekalipun membuatmu bosan. Ini mekanisme yang menurut sinefil kurang teknis dan objektif, tetapi itulah esensi film favorit: subjektivitas.
Kadang film-film yang kamu tonton berkali-kali ini sangat generik dari segi plot, mudah ditebak, dan tidak benar-benar superior dari segi teknis (sinematografi, pencahayaan, naskah), tetapi buatmu mereka memberikan efek terapeutik bahkan katarsis tersendiri. Tak semua orang setuju dengan ini, tetapi film itu secara personal membuatmu nyaman.
Ketiga poin tadi yang menjelaskan mengapa kita cukup defensif soal film favorit. Rasanya aneh dan gak nyaman saja saat ada orang mengkritisi film terbaik versimu itu. Seolah mereka juga menghina bagian dari dirimu yang diwakili film tersebut. Dari ketiga mekanisme di atas, mana yang paling sering kamu pakai untuk memilih film favorit?




![[QUIZ] Elemen BoBoiBoy Mana yang Bakal Menemanimu Mudik Lebaran?](https://image.idntimes.com/post/20250323/1-07ad2fdead75a163f067c275e1d8888e.jpg)













![[QUIZ] Jawab Kuis Ini, Kamu Beneran Paham Jalan Cerita One Piece Live Action S2 Apa Gak?](https://image.idntimes.com/post/20260313/upload_03248d0ddf7bc93d29a4dd7f5f1558bd_1eac73f1-0fa7-4641-9821-027afcc43907.jpg)