3 Film India yang Masuk Nominasi Best Foreign Film di Oscar

- Hanya tiga film India yang pernah meraih nominasi Oscar kategori Best International Feature Film: Mother India (1957), Salaam Bombay! (1988), dan Lagaan: Once Upon a Time in India (2001).
- Ketiga film tersebut menonjolkan tema kuat tentang perjuangan, keadilan sosial, serta identitas budaya India melalui narasi emosional dan karakter yang menggugah penonton internasional.
- Film Homebound (2025) dan Chhello Show (2022) menjadi perwakilan terbaru India yang berhasil masuk shortlist Oscar, menunjukkan konsistensi sinema India di kancah global.
Sebagai salah satu raksasa sinema dunia, India mampu memproduksi ribuan film setiap tahunnya. Dengan industri yang begitu masif, film yang diproduksi datang dalam berbagai bahasa dan genre tanpa melupakan identitas budaya yang menjadi ciri khasnya.
Sayangnya, angka produksi yang fantastis tidak selalu berbanding lurus dengan pengakuan di kancah internasional, khususnya di panggung Academy Awards. Sepanjang pagelarannya, tercatat hanya ada tiga film India yang mampu melewati serangkaian seleksi rumit dan mengamankan nominasi dalam kategori Best International Feature Film.
1. Mother India (1957)

Di tengah kemiskinan dan jeratan hutang lintah darat yang kejam, Radha (Nargis) harus terlihat tegar demi anak-anaknya. Alih-alih mengambil jalan pintas, Radha tetap teguh pada pendiriannya dalam menghidupi keluarganya.
Mother India menjadi film India pertama yang meraih nominasi Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film. Sutradara Mehboob Khan mengangkat tema seputar pengorbanan dan keadilan dalam membentuk identitas sinema India di panggung internasional. Tema tersebut juga begitu beresonansi bagi penonton khususnya masyarakat India dengan perjuangan mereka pasca kemerdekaan.
2. Salaam Bombay! (1988)

Krishna (Shafiq Syed) yang masih berusia 11 tahun harus bertahan hidup di tengah kerasnya Kota Mumbai. Agar dapat kembali ke keluarganya dan mengganti sepeda adiknya yang ia rusak, Krishna terpaksa bekerja serabutan sebagai kurir obat-obatan terlarang di lingkungan kumuh dan sarat akan aksi kriminal.
Tiga dekade berselang, India masuk dalam kategori Best Foreign Language Film melalui Salaam Bombay!. Film ini turut memenangkan penghargaan Camera d’Or di Cannes Film Festival. Demi mengabadikan eksploitasi anak secara realistis, sutradara Mira Nair berkolaborasi dengan aktor amatiran yang hampir semuanya datang dari kalangan anak-anak jalanan itu sendiri.
3. Lagaan: Once Upon a Time in India (2001)

Berlatar pada masa penjajahan Inggris pada 1893, penduduk Desa Champaner terhimpit oleh pajak tinggi di tengah musim kemarau panjang. Dipimpin oleh Bhuvan (Aamir Khan), mereka menantang penjajah Inggris dalam pertandingan kriket. Jika penduduk desa menang, pajak mereka dihapus selama tiga tahun. Jika mereka kalah, mereka harus membayarnya tiga kali lipat.
Lagaan: Once Upon a Time in India menjadi film ketiga yang sukses menyabet nominasi Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film. Disutradarai Ashutosh Gowariker, film ini menggabungkan drama olahraga, sejarah, dan musik tradisional sekaligus. Akting dan narasi yang kuat diiringi dengan lagu-lagu ikonik menjadikan Lagaan salah satu film India terlaris pada masanya.
Di sisi lain, terdapat dua perwakilan India yang setidaknya masuk dalam shortlist. Perwakilan India tahun ini, Homebound (2025), berhasil masuk dalam shortlist Best Foreign Language Film untuk Oscar 2026. Sebuah prestasi yang membanggakan, usai film arahan sutradara Neeraj Ghaywan ini berpartisipasi di sejumlah festival bergengsi, seperti Cannes Film Festival dan Toronto International Film Festival.
Pada 2023, Chhello Show (2022) berhasil masuk dalam shortlist untuk kategori serupa. Film berbahasa Gujarat karya sutradara Pan Nalin ini merupakan sebuah penghormatan bagi keajaiban sinema yang dilihat dari sudut pandang seorang bocah di sebuah desa terpencil.
Sementara wakil-wakil India lainnya, seperti The World of Apu (1959) karya Satyajit Ray, Madhumati (1958) karya Bimal Roy, Devdas (2002) karya Sanjay Leela Bhansali, Court (2015) karya Chaitanya Tamhane, hingga Newton (2017) karya Amit V. Masurkar menjadi pilihan sempurna sebagai representasi untuk memamerkan kekayaan dan keberagaman cerita dalam industri film India.


















