Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Bassist Band Rock Legendaris yang Juga Penulis Lagu Hebat

Paul McCartney dan John Lennon
Paul McCartney dan John Lennon (forbes.com)
Intinya sih...
  • Paul McCartney (The Beatles) menciptakan bassline yang melodis dan berani, sering kali bergerak seperti melodi kedua dalam lagu-lagu The Beatles.
  • Roger Waters (Pink Floyd) dikenal sebagai penulis lirik yang tajam, politis, dan emosional, menjadi sosok sentral di balik konsep album-album besar Pink Floyd.
  • 'Sting (The Police) berperan besar sebagai bassist, vokalis, dan penulis lagu utama band. Lagu-lagu hit seperti 'Every Breath You Take' atau 'Message in a Bottle' lahir dari tangannya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam musik rock, bassist sering dianggap penjaga ritme yang bekerja di balik layar. Padahal, beberapa di antara mereka justru menjadi otak kreatif band, penulis lagu utama, bahkan penentu arah musikal sebuah era. Mereka bukan cuma mengisi low-end, tapi juga membentuk karakter lagu lewat melodi, lirik, dan konsep yang kuat.

Menariknya, banyak bassist legendaris ini justru dikenal lebih luas karena kemampuan menulis lagu dibanding sekadar teknik bermain bass. Kontribusi mereka membuktikan bahwa peran bassist bisa jauh lebih besar dari yang sering dibayangkan. Berikut deretan bassist band rock legendaris yang juga bersinar sebagai penulis lagu hebat.

1. Paul McCartney (The Beatles)

Paul McCartney
Paul McCartney (Facebook.com/Paul McCartney)

Paul McCartney mungkin adalah contoh paling ikonik dari bassist yang juga jenius dalam menulis lagu. Awalnya, ia memainkan bass karena tidak ada anggota The Beatles lain yang mau mengisi posisi tersebut. Namun justru dari situ, McCartney menciptakan bassline yang melodis dan berani, sering kali bergerak seperti melodi kedua dalam lagu-lagu The Beatles.

Bersama John Lennon, ia membentuk salah satu duet penulis lagu paling berpengaruh sepanjang sejarah musik. Setelah era The Beatles berakhir, McCartney melanjutkan kiprahnya lewat Wings dan karier solo, tetap mempertahankan ciri khas lagu-lagu catchy dengan struktur yang kuat. Bass baginya bukan sekadar instrumen pengiring, tapi bagian penting dari identitas lagu yang ia tulis.

2. Roger Waters (Pink Floyd)

Roger Waters
Roger Waters (facebook.com/Roger Waters)

Di awal perjalanan Pink Floyd, Roger Waters bukanlah penulis lagu utama. Peran tersebut lebih banyak dipegang Syd Barrett, yang menjadi wajah dan jiwa band di era awal. Namun ketika Barrett harus keluar, Waters perlahan mengambil alih kendali kreatif dan berkembang menjadi sosok sentral di balik konsep album-album besar Pink Floyd.

Waters dikenal sebagai penulis lirik yang tajam, politis, dan emosional. Album seperti The Dark Side of the Moon, Wish You Were Here, dan The Wall tidak akan memiliki dampak yang sama tanpa visi konseptualnya. Meski pendekatan ini membuat permainan bass-nya jadi lebih minimal, pengaruhnya sebagai penulis lagu dan pengarah artistik justru semakin dominan.

3. Sting (The Police)

Sting
Sting (sting.com)

The Police muncul di akhir 1970-an sebagai band yang terasa berbeda dari gelombang punk dan new wave lain. Mereka lebih teknis, lebih eksperimental, dan berani mencampur rock dengan reggae serta ska. Di tengah semua itu, Sting berperan besar sebagai bassist, vokalis, dan penulis lagu utama band.

Permainan bass Sting terasa solid namun fleksibel, menjadi fondasi saat The Police bereksperimen dengan berbagai gaya musik. Lagu-lagu hit seperti “Every Breath You Take” atau “Message in a Bottle” lahir dari tangannya. Seiring waktu, peran Sting yang terlalu dominan memang memicu ketegangan internal, tapi tak bisa dipungkiri, visi musikalnya adalah kunci kesuksesan band ini.

4. Cliff Burton (Metallica)

Cliff Burton
Cliff Burton (Facebook.com/Cliff Burton Family)

Masuknya Cliff Burton ke Metallica menjadi titik balik besar bagi band tersebut. Ia bukan hanya bassist dengan gaya unik, tapi juga musisi dengan pemahaman teori musik yang dalam. Hal ini tercermin dari banyaknya kredit penulisan lagu yang ia dapatkan, bahkan lebih banyak dari beberapa anggota lain di album Ride the Lightning.

Cliff ikut membentuk lagu-lagu penting seperti “Orion”, “Master of Puppets”, hingga “Damage, Inc.”, dengan sentuhan komposisi yang kompleks dan emosional. Kematian tragisnya membuat banyak penggemar bertanya-tanya seperti apa evolusi Metallica jika Cliff terus menulis musik bersama mereka. Yang jelas, warisannya masih terasa kuat hingga hari ini.

5. Geezer Butler (Black Sabbath)

Geezer Butler
Geezer Butler (Facebook.com/Geezer Butler)

Geezer Butler sering disebut sebagai tulang punggung Black Sabbath, terutama dalam hal lirik. Ia menulis sebagian besar tema gelap, politis, dan eksistensial yang menjadi ciri khas band tersebut. Lirik-lirik inilah yang membantu membentuk identitas heavy metal sejak awal kemunculannya.

Selain itu, kontribusi musikal Geezer juga sangat krusial. Ia sering mengisi ruang di sekitar riff berat Tony Iommi, bahkan ikut mengembangkan ide lagu sejak tahap awal. Banyak lagu ikonik Black Sabbath tidak akan terdengar sama tanpa kombinasi riff gitar Iommi dan permainan bass serta visi penulisan Geezer Butler.

Bassist-bassist ini membuktikan bahwa peran mereka jauh melampaui sekadar pengiring ritme. Mereka adalah penulis dan pencipta lagu-lagu legendaris yang terus hidup lintas generasi. Dari semua nama di atas, bassist mana yang menurutmu paling berpengaruh sebagai penulis lagu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hella Pristiwa
EditorHella Pristiwa
Follow Us

Latest in Hype

See More

5 Karakter Anime yang Mengalami Krisis Identitas, Siapa Saja?

18 Jan 2026, 16:04 WIBHype