Belum Tayang, Scarlet Heart Thailand Terseret Kontroversi Budaya

- Scarlet Heart Thailand menuai kontroversi sebelum tayang karena kostum perempuan dan tarian lampu minyak di trailer dinilai mirip budaya tradisional Myanmar.
- GMMTV menegaskan Ullavee merupakan kota fiksi, dengan desain produksi yang memadukan inspirasi budaya Thailand, China, dan Myanmar untuk kebutuhan cerita.
- Agensi menyatakan budaya Myanmar menjadi salah satu sumber inspirasi, meminta maaf atas kekhawatiran penggemar, serta berkomitmen menampilkan warisan budaya secara hati-hati.
Tidak lama setelah GMMTV mengumumkan jadwal penayangan Scarlet Heart Thailand (2026), serial ini justru terseret kontroversi budaya. Dilansir Eleven Myanmar, kostum karakter perempuan di Scarlet Heart Thailand justru mirip dengan Htaing Ma Thein, pakaian tradisional Myanmar atau Kerajaan Burma pada abad-19.
Selain itu, Rakhine, tarian lampu minyak yang muncul di trailer juga berasal dari Myanmar. Di sisi lain, ada juga penggemar yang mengklaim bahwa kostum dan tarian tersebut berasal dari Kerajaan Lanna di Thailand Utara. Terkait kontroversi ini, GMMTV pun merilis pernyataan tertulis.
1. Scarlet Heart Thailand menghadirkan latar kota fiksi yang terinspirasi dari tiga budaya

Klarifikasi GMMTV tentang Costume Design dan Artistic Elements di Scarlet Heart Thailand (Instagram.com/gmmtv) GMMTV menyadari bahwa penting merepresentasikan budaya dengan benar dan saling menghormati. Namun, agensi memberikan klarifikasi, bahwa Ullavee, kota yang muncul di serial Scarlet Heart Thailand adalah fiksi.
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa "Ullavee" adalah kota fiksi yang secara khusus diciptakan untuk serial ini. Tim produksi meriset kostum, art, dan budaya, serta menggunakan riset tersebut untuk membangun latar, kostum, dan elemen artistik agar selaras dengan cerita dan karakter," ungkap GMMTV pada Jumat (23/10/2026) melalui Instagram @gmmtv.
Desain produksi dari Scarlet Heart Thailand (2026) ternyata terinspirasi dari tiga budaya, yaitu Thailand, China, dan Myanmar. Tim produksi menggabungkan budaya dan etnik ketiganya untuk melahirkan identitas Ullavee.
"Desainnya terinspriasi dari keberagaman dan keindahaan Lanna, etnik, artistik, serta budaya trasional Thailand, China, hingga Myanmar, yang telah diinterpretasikan dan diadaptasi untuk membentuk identitas khas Ullavee," lanjut GMMTV.
2. Pakaian adat Myanmar menjadi salah satu inspirasinya

Poster Scarlet Heart Thailand (Instagram.com/onedotofficialth) GMMTV juga menjelaskan alasan tim produksi mengadaptasi kostum tradisional Myanmar menjadi pakaian karakter di Scarlet Heart Thailand. Di sisi lain, mereka menghargai nilai dan keaslian setiap budaya, serta tidak berniat mengakui keindahan budaya lain sebagai bagian dari Thailand.
"Seni dan budaya Myanmar termasuk dari sumber inspirasi yang tim produksi kagumi karena keindahan dan karakter khasnya, bersama dengan budaya-budaya lain yang berkontribusi untuk menciptakan serial ini," jelas GMMTV.
3. Agensi meminta maaf atas kekhawatiran penggemar sebelum serial ini tayang

cuplikan drama Scarlet Heart Thailand (dok. GMMTV/Scarlet Heart Thailand) Mereka pun meminta maaf karena telah menimbulkan kekhawatiran karena menampilkan elemen budaya di serial Scarlet Hearts Thailand. Menghadirkan Ullavee, kota fiksi adalah bentuk apresiasi mereka terhadap keberagaman budaya.
"Kami dengan tulus meminta maaf atas kekhawatiran yang ditimbulkan atas menampilkan elemen budaya di serial ini dan terima kasih kepada penggemar yang sudah membagikan perspektif dan materi berupa referensi," tutur perusahaan, sekaligus agensi aktor-aktor Thailand itu.
GMMTV dan tim produksi juga menghormati ikatan mendalam masyarakat dengan warisan budaya mereka. Perusahaan ini turut berkomitmen untuk menampilkan elemen-elemen tersebut dengan hati-hati, teliti, dan detail, serta menjunjung tinggi nilai setiap budaya.
























