Ben Stiller Protes Gedung Putih Pakai Filmnya untuk Promosikan Perang

Aktor sekaligus sutradara Ben Stiller meluapkan kemarahannya setelah akun resmi The White House (Gedung Putih) menggunakan cuplikan dari film satire perang Tropic Thunder (2008) dalam sebuah video bertema militer di media sosial.
Video tersebut menuai kritik karena dianggap memanfaatkan film-film populer untuk membangun narasi heroik tentang operasi militer. Padahal, film yang dipakai justru dikenal sebagai parodi tajam terhadap film perang Hollywood yang seringkali dijadikan propaganda.
1. Ben Stiller minta Gedung Putih untuk hapus cuplikan Tropic Thunder

Stiller, yang menyutradarai sekaligus membintangi Tropic Thunder, langsung bereaksi keras melalui akun X/Twitter miliknya. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah meminta izin untuk menggunakan cuplikan dari film tersebut.
"Hei White House, tolong hapus klip Tropic Thunder. Kami tidak pernah memberi izin dan tidak ingin menjadi bagian dari mesin propaganda kalian. Perang bukanlah film," tulis Stiller dalam unggahannya, Sabtu (7/3/2026).
Film itu sendiri sejak awal memang dibuat sebagai satire. Tropic Thunder menyindir bagaimana industri Hollywood sering menggambarkan perang dengan dramatis dan heroik, lengkap dengan aktor yang terlalu serius dalam memainkan peran tentara.
Salah satu momen paling ikonik dalam film tersebut justru datang dari cameo mengejutkan Tom Cruise sebagai produser eksentrik Les Grossman. Karakter ini terkenal dengan adegan menari yang absurd, yang kini justru muncul dalam video militer AS.
Tak heran jika banyak penggemar menilai penggunaan klip tersebut terasa ironis. Film yang sejak awal dibuat untuk menertawakan glorifikasi perang malah dipakai untuk membangun citra militer yang heroik oleh Gedung Putih.
2. Selain Tropic Thunder, film blockbuster lain juga masuk video "Justice the American way"

Kontroversi ini bermula ketika akun resmi The White House mengunggah video montase bertajuk "Justice the American way." Video tersebut menampilkan berbagai potongan adegan dari film, serial televisi, hingga video game. Klip-klip itu disandingkan dengan rekaman nyata peluncuran rudal dan serangan militer.
Beberapa film populer yang muncul dalam montase tersebut antara lain Iron Man 2, John Wick, Superman, hingga Braveheart, serta serial populer seperti Breaking Bad. Namun salah satu potongan yang paling mencolok adalah adegan Les Grossman dari Tropic Thunder yang sedang menari. Cuplikan itu tampil kontras ketika disandingkan dengan footage militer yang serius.
3. Bukan cuma sekali Gedung Putih memakai karya seniman untuk propaganda mereka

Kasus ini juga mengingatkan publik bahwa penggunaan karya seni dalam konteks politik sering menimbulkan kontroversi. Beberapa musisi sebelumnya pernah memprotes penggunaan lagu mereka oleh lembaga pemerintah atau aparat dalam video propaganda.
Penyanyi pop Sabrina Carpenter dan Billie Eilish, misalnya, pernah mengkritik penggunaan lagu mereka dalam video media sosial yang menampilkan operasi penegakan hukum dan penggerebekan imigrasi. Hingga saat ini, pihak The White House belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan Ben Stiller untuk menghapus video tersebut.


















