Kesha Kecam Lagunya Dipakai Gedung Putih untuk Video Bermuatan Perang

- Kesha mengecam keras Gedung Putih karena menggunakan lagunya “Blow” dalam video TikTok bermuatan perang yang dianggapnya meremehkan dan tidak manusiawi.
- Penyanyi asal Los Angeles itu menegaskan larangan total penggunaan musiknya untuk mempromosikan kekerasan, menekankan nilai cinta dan kemanusiaan di tengah situasi geopolitik panas.
- Video resmi Gedung Putih berdurasi 31 detik dengan lagu “Blow” telah ditonton lebih dari 15,8 juta kali di TikTok sebelum menuai kritik luas dari publik dan Kesha sendiri.
Di tengah ketegangan geopolitik global yang semakin memanas, Kesha mengungkapkan kemarahannya. Ia mengecam tindakan Gedung Putih karena menggunakan lagunya, “Blow” untuk salah satu video TikTok mereka yang bermuatan perang.
Kecaman tersebut dilayangkan Kesha secara terbuka melalui postingan di Instagram Story-nya. Penyanyi sekaligus penulis lagu kelahiran Los Angeles tersebut melarang dengan tegas lagu-lagunya digunakan untuk mempromosikan kekerasan dalam bentuk apapun.
1. Kesha kecam Gedung Putih usai kedapatan menggunakan lagunya untuk video bermuatan perang

Kesha mengecam keras Gedung Putih setelah mengetahui lagu “Blow” miliknya, yang dirilis pada 2011 telah digunakan sebagai backsound video TikTok bermuatan perang. Ia blak-blakan menyebut konten video tersebut sebagai bentuk penggambaran perang yang terkesan meremehkan. Ia pun menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang menjijikkan dan tidak manusiawi.
“Saya mengetahui bahwa Gedung Putih telah menggunakan salah satu lagu saya di TikTok untuk menghasut kekerasan dan mengancam perang. Mencoba menganggap enteng perang adalah hal yang menjijikkan dan tidak manusiawi,” tulis Kesha di Instagram Story-nya, Selasa (3/3/2026).
2. Melarang keras musiknya digunakan untuk mempromosikan kekerasan dalam bentuk apapun

Gak sampai di situ saja, Kesha yang selama ini juga melejit berkat kepopuleran lagu “Die Young” menyatakan dengan tegas bahwa ia melarang semua musiknya digunakan untuk mempromosikan kekerasan dalam bentuk apapun.
“Saya sama sekali TIDAK menyetujui musik saya digunakan untuk mempromosikan kekerasan dalam bentuk apapun. Cinta selalu mengalahkan kebencian,” tegasnya.
Kesha menekankan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan nilai dan prinsip kemanusiaan yang selama ini ia perjuangkan. Sebelumnya, ia juga mengingatkan semua orang untuk saling menjaga di tengah situasi geopolitik yang semakin tidak menentu seperti saat ini.
3. Video muatan perang Gedung Putih dengan backsound lagu “Blow” milik Kesha sudah ditonton sebanyak 15,8 juta kali di TikTok

Diketahui, video yang disinggung oleh Kesha ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok resmi Gedung Putih pada 11 Februari 2026. Video berdurasi 31 detik tersebut menampilkan sebuah jet tempur yang menembakkan rudal ke kapal angkatan laut, dengan keterangan “Mematikan”.
Dari pantauan IDN Times, per Selasa (3/3/2026), video tersebut sudah dilihat sebanyak 15,8 juta kali dan disukai oleh 1,9 juta pengguna TikTok.
Tak lama setelah Kesha menyatakan keberatannya, netizen pun langsung menyerbu konten video terkait. Banyak yang merasa heran karena unggahan itu justru mengumpulkan banyak tanda suka di tengah kontroversi yang muncul.


















