Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bene Dion Garap Film Musikal Pulang Kampung, Tim Produksi Sempat Ragu!
tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Bene Dion menggarap Pulang Kampung, film musikal yang memadukan cerita keluarga, budaya Batak, serta lagu-lagu sebagai bagian penting dari alur.
  • Produser Ernest Prakasa dan penata musik Viky Sianipar sempat meragukan Bene karena ia bukan penyanyi atau penari, meski tetap percaya pada kemampuan menulisnya.
  • Keraguan memudar setelah Bene mampu menempatkan lagu folk Batak sebagai dialog cerita; Pulang Kampung tayang di bioskop pada 26 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Membuat film musikal bukan perkara mudah, apalagi jika yang diangkat adalah musik dan budaya Batak. Hal itu pula yang sempat membuat Ernest Prakasa dan Viky Sianipar ragu ketika Bene Dion menyampaikan keinginannya untuk menggarap film Pulang Kampung. Pasalnya, Bene selama ini lebih dikenal sebagai komika sekaligus sutradara yang kuat dalam merangkai cerita, bukan sebagai penyanyi atau penari.

Film ini menggabungkan cerita keluarga dan budaya Batak dengan lagu-lagu yang menjadi bagian penting dalam alurnya. Namun, seiring proses produksi berjalan, keraguan tim tersebut perlahan berubah menjadi keyakinan. Bagaimana Bene bisa mengubah keraguan dari tim produksi?

1. Ernest blak-blakan pesimis, tapi yakin dengan kemampuan Bene Dion

tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Ernest Prakasa menjadi salah satu orang yang sejak awal mengetahui rencana Bene untuk membuat film musikal. Sebagai produser Pulang Kampung, ia tentu memahami tantangan yang harus dihadapi ketika cerita gak hanya disampaikan lewat dialog, tetapi juga melalui nyanyian dan tarian. Karena itu, Ernest sempat mempertanyakan apakah Bene mampu menangani genre tersebut.

"Oh sangat (pesimis)! Pesimis sama Bene, bukan sama Bang Viky, ya. Karena Bene kita tau sendiri, dia tidak merdu dan tidak pandai menari ya jadi ketika mau bikin musikal yang harus ada tarian dan nyanyi-nyanyian, kita kayak, 'Memang bisa lu Ben?'" ungkap Ernest Prakasa dalam sesi doorstop media pada Rabu (7/10/2026).

Keraguan tersebut juga muncul karena Pulang Kampung bukan sekadar film musikal biasa. Bene dan tim ingin menggabungkan cerita dengan lagu-lagu Batak, sementara Viky Sianipar dipercaya menggarap musiknya. Proyek ini pun menjadi pengalaman baru bagi Imajinari dalam mengolah genre musikal.

"Tapi kita percaya sama kemampuan Bene menulis skenario, kita percaya sama bahwa kalau Bene didukung oleh orang-orang yang capable di bidangnya masing-masing pasti akan jadi sesuatu yang bagus gitu," ujarnya produser dari rumah produksi Imajinari ini.

2. Awalnya Ernest hanya mengiyakan saat Bene Dion mau bikin film musikal

tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Meski sempat pesimis, Ernest tetap melihat ada sesuatu yang menarik dari ide Bene. Apalagi, Pulang Kampung membawa konsep yang belum banyak dieksplorasi di layar lebar Indonesia, yakni film musikal dengan latar budaya Batak. Menariknya, ketika Bene pertama kali menyampaikan keinginannya untuk membuat film musikal, Ernest gak langsung membayangkan proyek sebesar ini.

"Kita tau ini adalah musikal etnis pertama Di layar lebar Indonesia Jadi kita bangga, tapi kita juga was-was Sambutan akan seperti apa Apalagi yang bikin juga bukan seseorang Yang terkenalkan musikalitasnya," jelas Ernest lalu tertawa.

Ia menambahkan, "Bene tuh pertama kali ngomong, 'Gue pengen bikin musikal,' tuh buat gue kayak anak kecil (ngomong), 'Aku mau jadi astronot.' Gue sih iya, iya aja."

3. Viky Sianipar juga sempat ragu

tim produksi film musikal Pulang Kampung pada Rabu (7/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

Bukan cuma Ernest, Viky Sianipar yang terlibat langsung dalam penggarapan musik Pulang Kampung juga sempat mempertanyakan kemampuan Bene menggarap film musikal. Terlebih, Bene memang dikenal bukan sebagai sosok yang punya latar belakang sebagai penyanyi atau penari.

"Bene, siapa yang gak tau, dia bisik-bisiknya aja fals gitu kan," canda Viky.

Namun, keraguan Viky perlahan hilang setelah melihat cara Bene mengolah cerita. Menurutnya, kekuatan utama Bene justru terletak pada cara ia menyampaikan kisahnya. Kemampuan tersebut membuat lagu-lagu Batak yang sudah lebih dahulu dikenal bisa ditempatkan ke dalam cerita seolah menjadi bagian dari dialog.

Ia melanjutkan, "Cuma musikal itu bagaimana pun kan storytelling. Bene tuh kuat banget storytelling-nya. Bahkan dia bisa bikin lagu yang udah eksis ini. Lagu terkenal, lagu folk song Batak yang terkenal. Dibuat cerita seolah-olah sehingga lagu itu jadi dialognya dalam film ini. Itu aku salut lah."

Pada akhirnya, keraguan terhadap Bene justru menjadi bagian dari proses lahirnya Pulang Kampung. Film ini menjadi comeback sang komika untuk duduk di bangku sutradara dan penulis naskah. Kamu bisa menyaksikan film ini di bioskop pada 26 November 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article