Pernahkah kamu menemukan satu buku yang rasanya amat mengganggu? Terutama kalau genrenya sejarah dan latarnya Hindia Belanda (Indonesia era kolonial), rasanya tokoh perempuan di sana selalu jadi objek belaka. Tak punya agensi dan kerap mendapat perlakuan tak adil. Parahnya, penulis kadang mendeskripsikan tragedi yang menimpa perempuan dengan cukup detail sampai bikin kamu tak sanggup membacanya.
Sebagai alternatif, coba baca buku berlatar Hindia Belanda yang ditulis oleh perempuan. Ketimbang fokus mendeskripsikan kejadian dan perlakuan tak menyenangkan itu, mereka lebih banyak membahas agensi sang tokoh perempuan. Ini bikin tulisan terasa lebih hidup dan mengena, menonjolkan fakta bahwa perempuan juga subjek, bukan sekadar objek. Ini buku berlatar Hindia Belanda tulisan perempuan yang dimaksud.
