5 Cara Garp Melatih Luffy dan Ace saat Masih Kecil, Brutal dan Sadis!

- Dilempar ke dalam jurang yang dalam
- Ditinggalkan sendirian di hutan rimba
- Diikat ke balon dan diterbangkan ke langit
Monkey D. Garp mungkin dikenal dunia sebagai pahlawan legendaris Angkatan Laut yang sangat dihormati. Namun di mata Luffy dan Ace, kakek mereka adalah sosok menyeramkan yang memberikan definisi berbeda tentang kasih sayang. Kekuatan fisik luar biasa yang dimiliki kedua bersaudara tersebut tidak datang begitu saja, melainkan hasil tempaan brutal sejak usia dini yang jauh dari standar kewajaran untuk anak-anak.
Melalui pola asuh ekstrem, Garp membentuk karakter yang tangguh agar mereka dapat bertahan sebagai pelaut hebat. Ia percaya bahwa seorang laki-laki harus siap untuk mati kapan saja, meskipun metode yang ditempuh seringkali terlihat tidak masuk akal bagi orang tua pada umumnya. Jika kamu ingin tahu seberapa keras calon Raja Bajak Laut ini dibesarkan di bawah asuhan sang kakek, simak artikel ini sampai tuntas!
1. Dilempar ke dalam jurang yang dalam

Menurut gagasan Garp, kekuatan berasal dari kemampuan untuk bertahan hidup dalam kondisi terburuk. Salah satu tindakan ekstrem yang ia lakukan adalah memasukkan cucunya ke dalam jurang terjal tanpa peralatan pengaman. Luffy, dan kemungkinan Ace, dipaksa untuk memanjat kembali ke atas menggunakan kekuatan tangan kosong, yang secara tidak langsung melatih kekuatan dan ketahanan mereka jauh melampaui anak-anak seusianya.
2. Ditinggalkan sendirian di hutan rimba

Selain membuang ke jurang, Garp juga kerap meninggalkan mereka di tengah hutan belantara Gunung Colubo saat malam tiba. Di lingkungan ganas ini kamu bisa membayangkan mereka tidak hanya harus melawan rasa takut akan kegelapan, tetapi juga dipaksa bertarung melawan hewan buas raksasa seperti harimau dan beruang demi bertahan hidup. Metode ini bertujuan untuk mengasah insting bertarung dan kewaspadaan mereka terhadap bahaya yang bisa muncul kapan saja.
3. Diikat ke balon dan diterbangkan ke langit

Ini adalah metode paling tidak masuk akal tapi ikonik dari pelatihan Garp yang mungkin pernah kamu lihat. Ia pernah mengikat tubuh Luffy ke sekumpulan balon dan membiarkannya terbang tinggi tak terkendali ke angkasa. Entah tujuannya melatih mental agar tidak takut ketinggian atau sekadar menguji keberuntungan, yang jelas pengalaman traumatis ini justru membuat nyali Luffy semakin tebal dalam menghadapi situasi yang tampak mustahil.
4. Pukulan kasih sayang yang melegenda

Disiplin fisik berupa pukulan langsung ke kepala adalah makanan sehari-hari bagi Luffy dan Ace. Garp menyebut serangan ini sebagai Pukulan Cinta yang diklaim tetap terasa sakit bahkan oleh tubuh karet Luffy karena didasari oleh kasih sayang yang tulus. Pukulan ini bertujuan mendidik mereka agar menjadi Angkatan Laut yang tangguh, meskipun rasa sakitnya justru membuat tekad mereka menjadi bajak laut semakin keras kepala.
5. Menitipkan pada bandit gunung keluarga Dadan

Menyadari kesibukannya sebagai petinggi Angkatan Laut, Garp mengambil langkah kontroversial dengan menitipkan cucu-cucunya kepada Curly Dadan, seorang buronan bandit gunung. Hidup bersama para bandit memaksa Luffy dan Ace untuk mandiri, tidak manja, dan belajar bekerja sama dalam lingkungan yang kasar. Pola asuh keluarga Dadan yang keras tapi tulus inilah yang akhirnya membentuk karakter setia kawan yang kuat pada diri mereka berdua.
Meskipun metode pendidikan Garp terlihat sangat brutal dan tidak layak ditiru, kamu tidak bisa menyangkal bahwa cara itulah yang membentuk fisik serta mental baja Luffy dan Ace. Latihan neraka tersebut menjadi fondasi utama mereka untuk bertahan hidup di ganasnya lautan Grand Line yang penuh monster. Ironisnya keinginan Garp agar mereka menjadi Angkatan Laut justru gagal total, tetapi kasih sayang kerasnya sukses mencetak dua petarung paling tangguh yang siap mengguncang dunia One Piece.


















