Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Ikut Kompetisi Ide Cerita Anak Nusantara, Kolab Netflix-APROFI-BPI

Cara Ikut Kompetisi Ide Cerita Anak Nusantara, Kolab Netflix-APROFI-BPI
poster Cerita Anak Nusantara (ceritaanaknusantara.id)
Share Article

Netflix bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) akan meluncurkan program baru bertajuk "Cerita Anak Nusantara". Program ini dirancang untuk menjaring sekaligus mengembangkan ide cerita anak dari para sineas lokal agar dapat berkembang menjadi skenario yang siap diproduksi.

Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya minat terhadap konten ramah keluarga di Indonesia. Kesuksesan film animasi Jumbo yang berhasil menembus 10 juta penonton pun menjadi salah satu bukti besarnya potensi pasar tersebut. Lalu, siapa saja yang bisa mengikuti program ini dan bagaimana cara mendaftarnya?

1. Apa itu program Cerita Anak Nusantara?

poster Cerita Anak Nusantara
poster Cerita Anak Nusantara (ceritaanaknusantara.id)

Program Cerita Anak Nusantara berfokus pada pengembangan ide cerita film panjang (fiksi) yang mencerminkan kehidupan anak-anak, remaja, hingga keluarga di Indonesia. Melalui inisiatif ini, Netflix ingin menemukan talenta-talenta baru dari seluruh penjuru negeri yang mampu menghadirkan narasi unik di luar pakem cerita rakyat atau mitos yang sudah ada.

Nantinya, 10 finalis terpilih akan menjalani proses pengembangan proyek, mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang. Mereka akan didampingi dalam serangkaian lokakarya dan sesi mentorship bersama sineas Indonesia yang telah memiliki rekam jejak di film bertemakan anak, remaja, dan keluarga.

2. Aturan yang harus ditaati dalam mengikuti program Cerita Anak Nusantara

poster Cerita Anak Nusantara
poster Cerita Anak Nusantara (ceritaanaknusantara.id)

Bagi kamu yang tertarik mengikuti program ini, ide cerita diajukan tidak harus berasal dari cerita rakyat atau legenda daerah. Peserta dapat mengembangkan berbagai tema, mulai dari anak dan keluarga, persahabatan, petualangan, hingga fiksi ilmiah. Meski demikian, panitia menetapkan sejumlah ketentuan terkait tema dan genre yang dapat diterima. Berikut regulasi lengkap program Cerita Anak Nusantara.

  • ⁠Berdasarkan hukum Indonesia, anak didefinisikan sebagai seseorang dengan usia berkisar antara 0 hingga 18 tahun.
  • Panitia hanya menerima cerita fiksi untuk film panjang dengan rating usia Semua Umur (SU), 7+, dan 13+.
  • Ceritanya tidak wajib tentang cerita rakyat Indonesia, tetapi juga bisa tentang keluarga, anak-anak, masa remaja, drama, komedi, fiksi ilmiah, di mana karakter utamanya adalah anak-anak dan/atau keluarga Indonesia. Buatlah cerita seunik dan seautentik mungkin.
  • Semua karakter, set, dan latar belakang harus berlokasi di Indonesia.
  • Penggunaan karakter anak-anak sebagai pemeran utama sangat didukung.
  • Ide film horor, thriller, slasher, gore, dan komedi-seks tidak akan diterima.
  • Tim panitia memprioritaskan sutradara yang sebelumnya pernah terlibat dalam produksi film pendek dan maksimal pernah produksi 1 film panjang.

3. Bagaimana cara ikutnya?

poster Cerita Anak Nusantara
poster Cerita Anak Nusantara (ceritaanaknusantara.id)

Untuk mengikuti program ini, peserta wajib menyiapkan proposal dan mengunggahnya paling lambat 1 Juli 2026 melalui situs resmi Cerita Anak Nusantara. Proposal yang dikumpulkan harus memuat beberapa poin berikut:

  • Logline sebanyak satu paragraf pendek dengan panjang maksimal 35 kata.
  • Sinopsis maksimal 100 kata.
  • Statement sutradara maksimal 300 kata.
  • Profil rumah produksi (production house/PH).
  • Estimasi biaya produksi (opsional).
  • Materi pendukung lainnya (opsional).

Setelah proses seleksi, 10 finalis terpilih akan mempresentasikan ide mereka secara langsung di hadapan dewan juri dan calon investor dari industri perfilman. Bagi finalis yang berasal dari luar Jabodetabek, biaya perjalanan menuju Jakarta akan ditanggung oleh panitia.

Pemenang program ini pun berkesempatan memperoleh dana hibah dari Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI). Namun, dana tersebut diperuntukkan untuk pengembangan cerita dan skenario, bukan untuk proses produksi film.

Buat kamu yang akan ikut, semangat, ya!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah

Related Articles

See More

7 Bagian Tubuh Perempuan yang Sering Dihilangkan Bulunya

24 Jun 2026, 23:00 WIBHype