Santai, Afgan Gak Khawatir sama Fenomena AI di Dunia Musik

Afgan menilai kemunculan AI di musik tak bisa dikendalikan, karena karya yang sudah dirilis menjadi public domain dan dapat dimodifikasi bebas, termasuk digunakan untuk membuat lagu baru dengan AI.
Ia mengaku tidak khawatir jika suaranya ditiru AI, sebab menurutnya pendengar kini cukup cerdas membedakan mana karya asli dan mana hasil buatan teknologi.
Afgan percaya lagu hasil AI tak akan bisa menggantikan karya manusia, karena musik tetap memerlukan sentuhan emosional agar bisa menyentuh hati pendengarnya.
Jakarta, IDN Times – Perkembangan teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan kini telah merambah ke dunia musik. Namun, kehadirannya justru memicu kekhawatiran soal pelanggaran hak cipta, sampai pemanfaatan data musik untuk melatih AI tanpa seizin pemilik lagu.
Sebagai seorang penyanyi Indonesia ternama, Afgan turut menyikapi maraknya fenomena AI di industri musik dengan pandangannya sendiri. Baginya, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat lagi dikendalikannya.
1. Afgan tak menampik AI bisa melakukan apa saja terhadap sebuah lagu

Afgan tahu sudah banyak bermunculan lagu-lagu hasil buatan AI saat ini. Ia juga gak menampik kalau AI sekarang bisa melakukan apa pun terhadap lagu-lagunya yang sudah menjadi public domain.
"Lagi-lagi sesuatu yang saya gak bisa kontrol, karena sekali saya rilis satu lagu atau suatu karya, itu sudah jadi public domain yang bisa diapa-apain saja. Bisa di-remix, diedit, bisa diwah dimacam-macamin. Jadi salah satunya, mungkin ya bisa jadi bahan buat AI ngebikin lagu baru dengan suara saya. Semua penyanyi pasti ngalamin itu, ya," ucapnya saat bincang santai di sela pembahasan soal konsernya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
2. Afgan gak khawatir suaranya ditiru untuk lagu hasil buatan AI

Lebih lanjut, Afgan juga mengaku gak khawatir apabila nanti suaranya akan ditiru untuk menghasilkan karya lagu baru dengan bantuan AI. Ia bahkan meyakini penikmat musik Indonesia saat ini sudah sangat pintar untuk membedakan mana karya yang asli dengan hasil buatan AI.
"Saya sih gak terlalu worry kalau kayak gitu karena pasti semuanya tahu itu hanya sebatas AI saja. Itu bukan satu karya yang saya rilis beneran. Jadi, orang sekarang sudah bisa membedakan lah yang AI sama yang beneran," imbuh penyanyi 37 tahun itu.
3. Bagi Afgan, lagu-lagu buatan AI tak akan bisa menggantikan manusia

Walau saat ini sudah banyak bermunculan lagu yang diciptakan dengan AI, Afgan tetap menegaskan bahwa lagu-lagu tersebut tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan karya ciptaan manusia.
Pasalnya, sebuah lagu tetap membutuhkan sentuhan dari manusia agar dapat ngena di hati pendengarnya. Bagi Afgan, lagu-lagu buatan AI hanya sebatas untuk menjadi sebuah backsound yang catchy saja, dan tidak lebih dari itu.
"Saya yakin tetap butuh sentuhan manusia. Maksudnya, semua lagu sekarang yang kita suka, selalu kena di hati kita, itu pasti ya ciptaan manusia. Kalau lagu AI mungkin hanya ya menjadi backsound atau apalah yang catchy, tapi yang akan menyentuh hati dan selalu punya cerita itu pasti harus ada sosok manusia. Jadi saya gak terlalu khawatir, sih," tutupnya.



















