Baskara Mahendra setelah konferensi pers official poster & trailer "Lobang Buaya" di XXI Senayan City, Jakarta, Jumat (28/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Selain melakukan pendalaman terhadap latar cerita, Baskara juga mempersiapkan penampilannya untuk memerankan Letnan Soegeng. Karakter tersebut merupakan seorang aparat yang bertugas melakukan investigasi terhadap berbagai kejadian misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya.
"Kalau fisik, mungkin enggak spesifik seperti bentuk badan, tapi postur badan iya. Pastinya postur badan aparat enggak klemar-klemer lah, gitu ya. Terus, itu sih paling postur. Kalau misalnya potongan rambut pasti juga disesuaikan," jelasnya.
Penyesuaian tersebut bahkan mencakup warna kulit. Ketika ditanya apakah dirinya sampai harus berjemur untuk mendapatkan tampilan yang sesuai dengan karakter, Baskara justru mengungkapkan bahwa kebutuhan tersebut dibantu melalui makeup.
"Bahkan warna kulit juga, Mas? (menengok ke Hanung) Warna kulit juga disesuaikan, kalau maunya Mas Hanung. Pakai make-up," ujarnya.
Dari sisi cerita, Letnan Soegeng memiliki posisi penting karena menjadi karakter yang berusaha mencari jawaban di tengah teror yang semakin meresahkan warga. Baskara menggambarkan Soegeng sebagai sosok yang menjalankan investigasi layaknya seorang detektif.
"Karakter Soegeng ini 'kan dia melakukan investigasi, ya. Jadi perannya di sini lebih seperti detektif kali ya? Mencari tahu siapa yang melakukan kejahatan tersebut. Mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," jelasnya.
Menurut Baskara, alur Lobang Buaya akan membawa penonton untuk mengungkap misteri tersebut secara perlahan. Berbagai fakta mengenai kasus yang sedang diselidiki Soegeng akan terbuka satu per satu seiring cerita berjalan.
"Seperti novel atau film whodunnit gitu. Jadi perlahan-lahan kita akan reveal satu per satu apa yang terjadi, siapa yang melakukan kira-kira, terus hubungannya apa dengan kehidupan Soegeng karena ternyata perlahan kehidupan Soegeng juga terbawa," pungkas Baskara.