Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cerita Marvel Comics Paling Gelap, Gak Cocok untuk MCU

The Lizard dan Billy Connors dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 2 #631
The Lizard dan Billy Connors dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 2 #631 (dok. Marvel Comics/Amazing Spider-Man Vol. 2 #631)
Intinya sih...
  • Carol Danvers hamil karena manipulasi pikiran dan melahirkan anak dari penjahat Immortus.
  • Ultimate Quicksilver dan Scarlet Witch menjalin hubungan inses dalam komik The Ultimates.
  • X-23 debutnya sebagai pekerja seks di bawah umur dalam komik NYX #3.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah hampir dua dekade menyajikan pahlawan yang gak terlupakan, Marvel Cinematic Universe (MCU) berdiri sebagai salah satu pilar budaya pop terpopuler di abad ke-21. Nah, dengan puluhan proyek yang mencakup film layar lebar dan serial televisi, waralaba ini mengadaptasi beberapa alur cerita komik Marvel untuk diangkat ke layar lebar. Namun, karena dibuat untuk menarik khalayak luas, termasuk anak-anak, jadi ada beberapa cerita dari komik yang terlalu gelap untuk MCU dan akhirnya dihilangkan.

Namun, miniseries animasi Marvel Zombies, yang diangkat berdasarkan komik dengan nama yang sama dan menjadi proyek MCU paling berdarah hingga saat ini, menunjukkan kalau Marvel Studios sebenarnya gak takut juga dalam menampilkan kekerasan. Selain itu, Deadpool & Wolverine (2024) menjadi film MCU pertama yang menayangkan film berperingkat R (film yang menampilkan adegan brutal) di layar lebar. Namun, kedua proyek tersebut gak sebanding dengan alur cerita komiknya yang lebih gelap, lho. Nah, kita akan membahasnya dalam artikel ini.

1. Carol Danvers melahirkan anak dari seseorang yang memanipulasi pikirannya

Carol Danvers dan Marcus dalam komik Avengers #200
Carol Danvers dan Marcus dalam komik Avengers #200 (dok. Marvel Comics/Avengers #200)

Saat ini Carol Danvers dikenal sebagai Captain Marvel, seorang pilot Angkatan Udara Amerika Serikat yang berubah menjadi superhero dengan kekuatan supernya. Nah, dalam adaptasi filmnya, karakter ini diperankan oleh pemenang Academy Award, yaitu Brie Larson. Namun, pada 1980, Carol Danvers adalah Ms. Marvel dan dia menjadi pusat cerita komik Avengers yang paling terkenal pada zamannya.

Dalam komik Avengers #197, Carol Danvers hamil karena kekuatan misterius yang gak diketahuinya. Dalam komik Avengers #200, dia pun melahirkan. Carol terkejut dan gak percaya, tetapi rekan-rekan Avengers justru menyambut bahagia bayi tersebut. Saat bayi itu tumbuh dewasa, ia menyebut dirinya Marcus dan ngasih tahu anggota Avengers kalau dia adalah putra dari penjahat Immortus. Namun anehnya, bukan Immortus yang menghamili Carol Danvers.

Rupanya, Marcus lahir di dimensi Limbo. Ia adalah anak dari Immortus, atau Kang the Conqueror. Ketika itu, Marcus menculik Ms. Marvel dan menghamilinya dengan memanipulasi pikiran Danvers, sehingga Marcus dapat terlahir kembali di Bumi. Marcus mengaku diberi sedikit bantuan dari mesin Immortus. Nah, yang lebih gelapnya lagi, anggota Avengers justru membiarkan Ms. Marvel kembali ke Limbo bersama kekasih sekaligus putranya, Marcus, untuk melanjutkan hubungan mereka.

Komik Avengers #200 pun menuai kontroversi. Para pembaca menyimpulkan kalau Marcus merayu Carol Dean lewat pengendalian pikiran. Kisah ini pun dianggap sebagai pelecehan seksual. Gak hanya itu, anggota Avengers juga mengkhianati teman mereka sendiri karena membiarkan Carol Danvers dibawa pergi.

Carol Danvers sendiri kembali dari Limbo dalam komik Avengers Annual #10 (1981). Ketika itu, ia langsung melampiaskan amarahnya kepada anggota Avengers. Pada 2011, mantan pemimpin redaksi Marvel, yaitu Jim Shooter, mengakui di situs webnya kalau ia menyesal telah menyetujui dirilisnya komik tersebut. "Tanggung jawab ada di meja saya. Saya bertanggung jawab penuh. Saya salah. Penilaian saya gagal, atau mungkin saya tidak cukup memperhatikan. Maaf. Avengers #200 adalah sebuah bencana."

2. Dalam komik Ultimate, Quicksilver dan Scarlet Witch menjalin hubungan inses (sedarah)

Quicksilver dan Scarlet Witch dalam komik Ultimates 3 #1 (2007)
Quicksilver dan Scarlet Witch dalam komik Ultimates 3 #1 (dok. Marvel Comics/Ultimates 3 #1)

Pada tahun 2000, Marvel meluncurkan Ultimate Universe, sebuah lini penerbitan yang menghadirkan kembali pahlawan klasiknya, seperti Spider-Man dan X-Men dalam nuansa yang baru. Avengers diimajinasikan ulang sebagai Ultimates, dengan komik yang penuh gaya dan sinematik dengan superhero modern yang menjadi pengaruh besar bagi MCU. Meskipun sukses besar, The Ultimates justru menerima kritik karena alur ceritanya yang lebih sensasional, seperti Ultron yang membocorkan rekaman seks Black Widow dan Iron Man. Kemudian ada Ultimate Quicksilver dan Scarlet Witch.

Di alam semesta Marvel arus utama, Pietro dan Wanda Maximoff rupanya punya sejarah yang sangat rumit, tapi merupakan saudara kandung yang saling mencintai satu sama lain. Dalam The Ultimates, kisahnya jauh lebih gelap. Sebab, dua superhero mutan ini menjalin hubungan terlarang. Dalam komik Ultimates 3 #1 (2007), diceritakan kalau Pietro dan Wanda adalah pasangan inses.

Setelah tampil singkat di akhir film Captain America: The Winter Soldier (2014), Scarlet Witch dan Quicksilver bergabung dengan Marvel Cinematic Universe dalam Avengers: Age of Ultron (2015), diperankan oleh Elizabeth Olsen dan Aaron Taylor-Johnson. Namun, meninggalnya Quicksilver di akhir film tersebut, cerita kedua saudara kembar itu berakhir singkat dan gak ada kisah romansa yang terkait dengan hubungan inses. Scarlet Witch juga digambarkan meninggal di MCU. Jadi kisah inses ini gak diceritakan di MCU.

3. X-23 merupakan seorang pekerja seks di bawah umur dalam debut komiknya

X-23 dalam komik NYX #3
X-23 dalam komik NYX #3 (dok. Marvel Comics/NYX #3)

Punya enam cakar berlapis adamantium dan penyembuhan yang kuat, X-23 menorehkan prestasi yang luar biasa di jagat Marvel. Ia pun menjadi salah satu superhero perempuan terkemuka di era modern. Sebagai klon Wolverine, X-23 diciptakan oleh Craig Kyle dan Christopher Yost untuk episode tahun 2003 dari serial animasi X-Men: Evolution. X-23 cukup populer saat masuk ke dalam Marvel Comics, tapi debutnya di NYX #3 sangat gelap, nih.

NYX adalah serial komik Marvel yang gak berlangsung lama. Komik ini menceritakan tentang mutan remaja. Selain itu, komik ini mengeksplorasi tema-tema seperti tunawisma, kekerasan di sekolah, dan penggunaan narkoba.

Serial komik ini memperkenalkan X-23 sebagai pekerja seks remaja yang melukai diri sendiri dan melayani klien sadomasokis. Meskipun pada akhirnya X-23 bebas dari cengkeraman germo Zebra Daddy, tetap saja menampilkan karakter anak-anak sebagai pekerja seks di bawah umur yang dianggap gak pantas, nih. Meskipun, buku komik ini bertema dewasa dan diperuntukkan bagi 17 tahun ke atas.

Setelah komik NYX berakhir, Craig Kyle dan Christopher Yost kembali membuat asal usul X-23 sebagai klon yang direkayasa oleh program Weapon X untuk menjadi seorang pembunuh. Setelah melepaskan diri dari pemrogramannya, X-23 (nama asli Laura Kinney) menjadi pahlawan super, yang akhirnya mewarisi julukan Wolverine. Diperankan dengan mengesankan oleh Dafne Keen dalam film Logan (2017), jadi apakah Laura akan muncul dalam proyek X-Men MCU di masa mendatang. Jika iya, bagian latar belakangnya yang gelap ini pasti dihilangkan.

4. The Lizard membunuh dan memakan anaknya sendiri

The Lizard dan Billy Connors dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 2 #631
The Lizard dan Billy Connors dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 2 #631 (dok. Marvel Comics/Amazing Spider-Man Vol. 2 #631)

The Lizard adalah salah satu karakter tertua dan paling tragis dari deretan musuh Spider-Man. Diperkenalkan dalam komik Amazing Spider-Man #6 tahun 1963 oleh Stan Lee dan Steve Ditko, nama asli The Lizard adalah Dr. Curt Connors, seorang ilmuwan brilian yang bereksperimen dengan DNA reptil hingga mengubahnya menjadi kadal humanoid yang mengerikan. Spider-Man meracik obat untuk mengobatinya, meskipun selama beberapa dekade Connors berulang kali berubah menjadi penjahat yang super jahat, The Lizard. Meskipun begitu, ia adalah manusia biasa yang berteman dengan Spider-Man dan ayah yang berbakti kepada putranya yang masih kecil, Billy Connors.

Dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 2 #631 (2011), The Lizard menyerang Billy, yang dengan berlinang air mata mengetahui kalau ayahnya bisa membunuhnya kapan pun. "Kau akan membunuhku, kan? Aku tahu itu. Aku selalu tahu itu," katanya sebelum The Lizard memakannya hidup-hidup.

Nah, kisah gelap ini dianggap keterlaluan. Dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 4 #4 (2015), ilmuwan super jahat Jackal mengkloning Billy, yang kemudian diubah menjadi hibrida manusia sejenis kadal. Kemudian, dalam komik Amazing Spider-Man Vol. 5 #21 (2019), Connors dan Dr. Strange yang telah pulih menggunakan sihir agar klon tersebut punya jiwa Billy yang asli, yang menjadikannya Billy Connors yang terlahir kembali.

5. Bruce Banner berubah menjadi gumpalan tumor di komik Ruins

Bruce Banner dalam komik Ruins
Bruce Banner dalam komik Ruins (dok. Marvel Comics/Ruins)

Pada 1994, Marvel Comics menerbitkan Marvels, sebuah seri terbatas empat edisi karya Kurt Busiek dan Alex Ross yang menggambarkan masa-masa awal para pahlawan super seperti X-Men dan Fantastic Four lewat lensa fotografer Daily Bugle, Phil Sheldon. Marvels adalah karya klasik modern dan penghormatan bagi Zaman Perak Marvel Comics. Setahun kemudian, penulis Warren Ellis memparodikan Marvels dengan seri dua edisi berjudul Ruins.

Dalam komik ini, banyak cerita gelap seperti mutan yang dimutilasi untuk mengendalikan kekuatan mereka, dan alien dipenjara di kamp konsentrasi. Namun, cerita yang paling mengganggu dalam Ruins adalah menyangkut nasib Bruce Banner, yang dikenal penggemar Marvel sebagai Hulk. Dalam cerita ini, Rick Jones adalah sahabat dan rekan Hulk. Nah, ada cerita ketika Bruce Banner menyelamatkan Jones dari bom eksperimental. Sayangnya, Bruce justru dihujani radiasi gamma.

Dalam komik Ruins, Bruce Banner gak berubah menjadi raksasa hijau, melainkan bermutasi menjadi semacam tumor yang sangat besar dan meledak. Parahnya lagi, ia dibiarkan hidup oleh para penculiknya, yaitu CIA.

Marvel Cinematic Universe yang ceritanya lebih ramah keluarga memang gak cocok banget, ya, jika diisi dengan kisah-kisah gelap seperti di komiknya. Namun, meskipun begitu, komik ini juga diperuntukkan untuk usia 17 ke atas, lho.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

8 Potret Lyodra Wisata ke Samudra Arktik, Berenang di Lautan Es!

12 Jan 2026, 17:38 WIBHype