Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Manhwa Kerajaan yang Membahas Emansipasi Perempuan

4 Manhwa Kerajaan yang Membahas Emansipasi Perempuan
Lady Evony (dok. Tapas Entertainment/Lady Evony) | Empress Cesia Wears Shorts (dok. Naver Webtoon/Empress Cesia Wears Shorts)
Intinya Sih
  • Artikel menyoroti empat manhwa bertema kerajaan yang mengangkat isu kesetaraan gender dan perjuangan perempuan melawan sistem patriarki melalui kisah tokoh-tokoh kuat dan berdaya.
  • Setiap manhwa menampilkan karakter perempuan dengan latar sosial berbeda yang berjuang membuktikan kemampuan, menggugat norma, serta memperjuangkan hak di tengah tekanan budaya patriarkis.
  • Kisah-kisah ini tidak hanya menghadirkan intrik politik kerajaan, tetapi juga pesan inspiratif tentang keberanian perempuan menentukan nasibnya sendiri di dunia yang membatasi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tema kesetaraan gender serta emansipasi perempuan tak sedikit yang disorot dalam ragam media fiksi, terlebih oleh para penulis perempuan. Manhwa alias komik Korea pun menjadi salah satu media yang mengangkat tema ini secara mendalam terlepas dari genre utama yang melabeli judul komik tersebut. Pendekatan ini membuat plot terasa lebih komprehensif lantaran tidak hanya menyoroti hubungan antartokoh, tetapi juga ketimpangan relasi kuasa di dalam masyarakat patriarkis yang memengaruhi progres cerita secara nyata.

Melalui berbagai sudut pandang dan status sosial, tokoh-tokoh perempuan di bawah ini berusaha membuktikan kemampuan, memperjuangkan hak, menentang perilaku misogini, sekaligus menggugat norma dan aturan yang membatasi ruang gerak mereka. Berikut beberapa rekomendasi manhwa kerajaan yang membahas emansipasi perempuan yang wajib kamu baca!

1. Empress Cesia Wears Shorts

Empress Cesia Wears Shorts
Empress Cesia Wears Shorts (dok. Naver Webtoon/Empress Cesia Wears Shorts)

Ratu Cesia yang cantik dan bijaksana baru berusia 19 tahun ketika ia berhasil mengalahkan seorang tiran dan menguasai 99 kerajaan di seluruh benua. Namun, ia menyimpan keresahan akibat pakaiannya yang selalu tidak nyaman. Meski mempunyai kekuasaan mutlak, ia merasa tersiksa oleh korset ketat dan gaus berlapis yang membatasi pergerakan. Akhirnya, sang Ratu pun mengutus tangan kanannya, Duke Ennon Lionheart, untuk mencari perancang busana berbakat yang mampu menciptakan pakaian paling nyaman untuknya.

Di sisi lain, Yuri Kim adalah seorang budak korporat asal Korea modern yang meninggal dunia akibat tertabrak mobil. Ingatannya muncul saat ia sudah terlahir kembali di tubuh Yuri Claude, seorang gadis biasa dari Ronda tanpa privilege apa pun. Pada kesempatan hidup kali ini, Yuri bertekad mewujudkan cita-citanya sebagai perancang busana sekaligus mendobrak aturan masyarakat kerajaan terhadap standar pakaian perempuan yang kaku dengan menghadirkan inovasi mode yang lebih praktis tak hanya bagi Ratu Cesia, tetapi juga seluruh perempuan pada era tersebut.

2. Kingdom of the Queen

Kingdom of the Queen
Kingdom of the Queen (dok. Tappytoon/Kingdom of the Queen)

Kerajaan Blenheim memang dijuluki sebagai Kingdom of the Queen. Namun, tatanan sosial di sana justru amat membatasi hak-hak perempuan. Di tengah diskriminasi gender yang kental tersebut, seorang baron mengadopsi empat gadis yatim piatu dari berbagai latar belakang untuk dididik sebagai kandidat penerus takhta. Keempat gadis ambisius ini harus melewati serangkaian ujian berat demi membuktikan kompetensi mereka di hadapan struktur masyarakat yang patriarkis.

Ambisi mereka rupanya melampaui sekadar perebutan mahkota lantaran masing-masing memegang visi besar untuk memicu revolusi politik yang nyata. Dalam proses persaingan tersebut, mereka mulai mengungkap rahasia gelap kerajaan sembari berjuang melawan prasangka sosial yang telah mengakar kuat. Aliansi dan persahabatan pun terbentuk saat para kandidat ini bersatu demi menciptakan perubahan bagi kaum perempuan di seluruh negeri.

3. Lady Evony

Lady Evony
Lady Evony (dok. Tapas Entertainment/Lady Evony)

Di Kekaisaran Karkass, Evony Vonieck menjadi potret skandal nasional yang dibenci penguasa. Seorang penyihir, pembunuh dan lebih parahnya lagi, seorang perempuan. Ia difitnah bersalah atas kematian ayah serta tunangannya hingga mendekam di penjara selama lima tahun. Di sana, ia dipaksa menanggung siksaan fisik, kelaparan, serta kekerasan psikologis dari sipir penjara sembari terus menunggu tibanya waktu eksekusi mati.

Namun, takdir membawanya memperoleh kebebasan tak terduga di bawah perwalian Grand Duke Schneier yang misterius. Berbeda dengan kehidupan di penjara, Evony tidak dihukum maupun dicaci di kastel megah sang Duke. Ia memperoleh sambutan hangat dari para staf serta pengobatan medis dan asuhan harian yang layak agar cepat pulih. Perlahan Evony pun bangkit dan bertransformasi menjadi perempuan tangguh yang menentang ketidakadilan sistemik dalam permainan kekuasaan di kekaisaran tersebut.

4. The Knight and The Emperor

The Knight and The Emperor
The Knight and The Emperor (dok. Tapas Entertainment/The Knight and The Emperor)

Pollyanna Crenbell merupakan anak perempuan dari keluarga bangsawan yang dikirim ke medan perang oleh ayah dan ibu tirinya dengan harapan ia tewas dalam pertempuran. Berkat kecerdasan dan kekuatan fisik mumpuni hasil dari latihan kerasnya selama bertahun-tahun, ia justru berhasil bertahan hidup serta menaikkan pangkatnya di militer. Singkat cerita, Pollyanna bertemu dengan seorang raja ambisius dari negara musuh bernama Luxos II yang mengakui bakatnya tanpa diskriminasi.

Setelah bersumpah setia untuk membantu Luxos II mewujudkan mimpi menyatukan benua, keduanya pun memulai perjalanan panjang untuk membangun kekaisaran agung. Namun, seiring berjalannya waktu serta berbagai pertempuran yang mereka lalui bersama, Luxos II perlahan mulai menyadari kesatria tangguh yang berada di sisinya itu juga telah berhasil menaklukkan hati sang raja.

Keempat manhwa kerajaan yang membahas emansipasi perempuan tak hanya menyuguhkan drama politik yang menegangkan, tetapi juga membawa pesan bermakna mengenai perempuan yang berdaya dalam menentukan nasibnya sendiri di tengah kejamnya sistem patriarki berabad-abad silam. Akhir kata, selamat Hari Perempuan Internasional dan hidup perempuan yang melawan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Hype

See More