Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Supergirl Mendapatkan Ulasan Negatif?

Kenapa Supergirl Mendapatkan Ulasan Negatif?
Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)
Intinya Sih
  • Film Supergirl menuai ulasan negatif karena efek visualnya dianggap kasar dan tidak realistis, membuat banyak penonton terganggu saat menikmati adegan aksi.
  • Karakter villain Krem of the Yellow Hills dinilai membosankan dan kurang kuat, sehingga gagal memberikan tantangan berarti bagi Supergirl sebagai tokoh utama.
  • Alur cerita yang terburu-buru serta ekspektasi tinggi pasca kesuksesan Superman membuat Supergirl terasa kurang mendalam di tengah fenomena kejenuhan film superhero.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Walau sudah lama dinantikan, Supergirl sayangnya mendapatkan ulasan yang sebagian besar negatif. Debut Milly Alcock sebagai Supergirl hingga kemunculan Jasoan Moma rupanya belum berhasil membuat film ini menjadi sukses besar.

Berikut lima alasan kenapa Supergirl mendapatkan ulasan negatif. Apakah menyetujuinya?

1. VFX yang kasar

Supergirl
Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Sebagian besar kritikus sepakat bahwa efek visual (VFX) di Supergirl terlihat kasar, terutama pada CGI dan visual latar belakang adegan pertarungannya. Film ini bahkan dibandingkan dengan The Flash (2023) yang memang sudah terkenal akan CGI yang buruk. VFX yang kasar pada film Supergirl dianggap mengganggu karena para karakter tampak berdiri di latar belakang yang sangat jelas palsu.

2. Villain yang membosankan

Krem of the Yellow Hills dalam Supergirl
Krem of the Yellow Hills dalam Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Kualitas film superhero sering dinilai dari kualitas villain-nya, dan dalam kasus Supergirl, Krem of the Yellow Hills dianggap gagal memenuhi ekspektasi. Krem dirasa membosankan dengan penampilan yang generik dan kepribadian yang tidak jelas: kadang menakutkan, kadang komedik. Akibatnya, sebagai musuh utama Supergirl, Krem dinilai tidak cukup kuat dan sebanding dengan sang superhero.

3. Alur kisah yang terburu-buru

Supergirl
Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Salah satu keluhan terbesar tentang Supergirl berkaitan dengan alur cerita. Tidak sedikit orang yang menilai ceritanya tidak fokus dan gagal membuat karakter Kara Zor-El alias Supergirl sekompleks dan semenarik di komik. Selain itu, banyak yang kecewa karena latar belakang emosional Supergirl dibuat terlalu terburu-buru sehingga momen penting tidak terasa maksimal.

4. Ekspektasi yang tinggi pasca Superman

Logo Superman di film Supergirl
Logo Superman di film Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Film Superman (2025) karya James Gunn yang sukses besar membuat ekspektasi untuk film-film DCEU selanjutnya menjadi tinggi. Apalagi, Supergirl adalah film kedua DCEU era Gunn sekaligus spin-off dari Superman. Harapan para penggemar setia menjadi sangat besar. Supergirl dirasa belum mencapai level Superman dari segi kualitas sehingga pandangan negatif tidak bisa dihindari.

5. Adana fenomena superhero fatigue

Supergirl
Supergirl (dok. DCEU/Supergirl)

Fenomena superhero fatigue kini tidak hanya menjadi tantangan tersendiri untuk seluruh film superhero, tetapi juga tiap rilisan baru harus bisa menghadirkan sebuah elemen segar yang bisa menarik perhatian. Supergirl banyak dikritik karena dirasa terlalu mirip dengan film-film superhero lain sehingga gagal menonjol dan tampil beda.

Sungguh disayangkan, Supergirl yang digadang-gadang akan menjadi film besar tahun ini justru malah dicap flop. Kalau kamu, apakah kamu setuju dengan pendapat-pendapat di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More