Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Daftar Soundtrack Suka Duka Tawa, Ada Bunga Maaf - The Lantis

Suka Duka Tawa 4.jpeg
Suka Duka Tawa (dok. BION Sinema/Suka Duka Tawa)

Film Suka Duka Tawa resmi tayang di bioskop Indonesia pada Kamis, 8 Januari 2025. Debut penyutradaraan solo Aco Tenriyagelli ini memadukan komedi dengan drama keluarga yang hangat, getir, dan sangat membumi.

Nuansa emosional film terasa semakin kuat berkat pilihan soundtrack yang tepat sasaran. Dari lagu lawas penuh nostalgia hingga tembang baru yang emosional, berikut daftar soundtrack di Suka Duka Tawa beserta liriknya!

1. Bunga Maaf - The Lantis

Hai, masihkah
Luka itu ada di sana?
Yang kutinggalkan
Saat kita masih bersama

Kini waktu terasa berbeda
Tanpa hadirmu
Keras hati yang dulu bicara
Berujung pilu

Andai angin mengulang sebuah masa yang telah usang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu tak bisa

Oh, mungkinkah
Ada rindu di balik benci itu?
Yang perlahan menghilang
Saat nyamanku tak lagi kau butuh

Kini waktu terasa berbeda
Tanpa hadirmu
Keras hati yang dulu bicara
Berujung pilu

Andai angin mengulang sebuah masa yang telah usang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu tak bisa

Andai angin mengulang semua masa yang telah hilang
'Kan kutelan isi bumi hanya untukmu
Terima bunga maafku, layu termakan egoku
Meski ku tahu (meski ku tahu)
Meski ku tahu ku tak akan bisa

2. KKEB - Andre Hehanussa

Kuyakin dalam hatiku
Kau satu yang kuperlu
Kurasa hanya dirimu
Yang membuatku rindu

Bila saat nanti kau milikku
Kuyakin cintamu
Tak kan terbagi
Tak kan berpaling
Karena ku tahu engkau begitu
Karena ku tahu engkau begitu

Hingga kupasti menunggu
Selama apapun itu
Demi cinta yang kurasakan
Yang hanyalah kepadamu

Percayalah ku sungguh-sungguh
Mengatakan semua
Yakinkan hatimu kau milikku
Karena ku tahu engkau begitu
Karena ku tahu engkau begitu

Oh na na na

Bila saat nanti kau milikku
Kuyakin cintamu tak kan terbagi
Tak kan berpaling
Karena kutahu engkau begitu
Karena kutahu engkau begitu

Percayalah kusungguh-sungguh
Mengatakan semua
Yakinkan hatimu kau milikku
Karena ku tahu engkau begitu
Karena kutahu engkau begitu

Oh
Karena kutahu engkau begitu
Karena kutahu engkau begitu
Oh
Karena kutahu engkau begitu
Karena kutahu engkau begitu

3. Masa Sepi - Bernadya

Masa ini datang lagi
Namamu belum juga pergi dari hati
Rintik kembali membasahi pipi
Sebab bayangmu masih di sini

Kukira hanya sekali
Ku dihantui kenangan indah memori
Luka yang kaugores membekas abadi
Namun, ku masih ingin kau kembali

Dulu kukira ku akan kuat
Kini aku hilang akal sehat
Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti
Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri

Kukira hanya sekali
Ku dihantui kenangan indah memori
Luka yang kaugores membekas abadi
Namun, aku masih ingin kau kembali

Dulu kukira ku akan kuat
Kini aku hilang akal sehat
Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti
Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri

Sejenak kukira sudah
Tak mungkin lagi kau terlintas
Hariku yang tak ada jeda
Namun, saat semua reda (saat semua reda)
Yang datang di kepala (datang di kepala)
Tetap kamu juga

Dulu kukira ku akan kuat
Kini aku hilang akal sehat
Kau 'kan s'lalu jadi yang kutunggu sampai nanti
Saat masa sepi tak lagi mau menghampiri

Hu-uh-uh-uh
Saat masa sepi
Tak lagi mau menghampiri

4. Timur - The Adams

Masa depan kadang menakutkan
Penuh dengan ketidakpastian
Lebih mudah jika tak dipikirkan

Kita bisa membuat rencana
Untuk sekian tahun ke depan
Tapi percuma jika selesai di tengah jalan

Namun tiap kudengar namamu
Makin terbayang masa depanku
Semakin jelas tujuan
Dan yang 'ku harus lakukan

Saat aku dan kamu bicara
Tentang harapan dan cita-cita
Semua yang kita damba
Akan terasa seperti amat nyata

Kadang kita takkan mendapatkan
Yang diinginkan dan dimimpikan
Semua usaha hanya sia-sia

Namun tiap kudengar namamu
Makin terbayang masa depanku
Semakin jelas tujuan
Dan yang 'ku harus lakukan

Saat aku dan kamu bicara
Tentang harapan dan cita-cita
Semua yang kita damba
Akan terasa seperti amat nyata

Aku tak bisa menjanjikan surga
Atau bahagia untuk selamanya
Tetapi jika engkau terus percaya
Pasti akan ada jalan

Namun tiap kudengar namamu
Makin terbayang masa depanku
Semakin jelas tujuan
Dan yang 'ku harus lakukan

Dan di hariku yang paling gelap
Semoga aku akan mengingat
Bahwa ini sementara
Dan akan segera pergi dengan cepat

5. Kampiun - Rimba, Bilal Indrajaya

Gelap bersembunyi lagi di bantaran ria
Memento sekilas mencabikkan duka
Menaklukkan seribu iblis yang kerap menyajikan pilu
Hingga menyentuh awan kelabuku

Takkan terasa sakit bila ku meratap
Cermin yang kabur menyamarkan mata sembab
Menelusuri afeksi rasa yang menjanggal
Tak layak untuk singgasana mengakui khilaf

Memaafkan diri bukanlah prasyarat
Hakikat manusia bersaksi
Bahwa aku pemenang
Di matamu
Tiada nikmat lain yang kucari

Inflasi yang melekat tak jua berakhir
Kelak menyindir mengharapkan kau tuk berpikir
Imbas yang lahir kembali wujud pun menunas
Itulah mengapa aku takut akan singgasanamu

Ingat
(Ingatlah semua riwayat)
Memaafkan diri bukanlah prasyarat
Hakikat manusia bersaksi
Bahwa aku pemenang
Di matamu
Tiada nikmat lain yang kucari

Ingat
Memaafkan diri bukanlah prasyarat
Hakikat manusia bersaksi
Bahwa aku pemenang
Di matamu
Tiada nikmat lain yang kucari

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Prewedding Ranty Maria dan Rayn Wijaya di Bali

10 Jan 2026, 00:25 WIBHype