Dian Sastro dan Reza Rahadian: Laut Bercerita Bukan Film Perlawanan

- Film “Laut Bercerita” diadaptasi dari novel fiksi tentang penculikan aktivis mahasiswa 1998, menyoroti kisah Biru Laut yang menghilang setelah diculik dan disiksa.
- Reza Rahadian menegaskan film ini bukan bentuk perlawanan, melainkan perayaan harapan, persahabatan, dan cinta yang muncul dari proses kehilangan.
- Dian Sastro sependapat dengan Reza bahwa film ini menggambarkan semangat harapan generasi muda Indonesia, bukan isu politik atau perlawanan.
Jakarta, IDN Times - Film Laut Bercerita sukses membuat para pembaca novelnya makin tak sabar menantikan penayangannya di bioskop. Kisah ini diadaptasi dari novel fiksi yang mengangkat tragedi penculikan aktivis mahasiswa pada tahun 1998. Ceritanya berpusat pada Biru Laut, seorang mahasiswa yang diculik dan disiksa hingga menghilang.
Kendati mengangkat isu sensitif akan pemberontakan mahasiswa di orde baru, Dian Sastro dan Reza Rahadian kompak menilai film ini bukan bentuk perlawanan. Mengapa begitu?
1. Reza Rahadian ungkap Laut Bercerita bukan film perlawanan

Menekankan kembali bahwa kisah novel ini fiktif, Reza Rahadian menyampaikan sudut pandangnya akan film Laut Bercerita. Menurutnya, karya yang dialihwahanakan ini bukan merupakan bentuk perlawanan.
"Bagi saya, film ini bukan bentuk perlawanan. Film ini adalah bentuk kita merayakan tentang harapan. Bagaimana proses kehilangan terjadi, apa arti persahabatan, cinta juga ada di dalamnya. Dan ini salah satu hal yang saya kagumi dari cerita ketika membaca skenarionya. Harapan-harapan itu semoga muncul ketika publik menontonnya, semoga mereka bisa membawa pulang rasa-rasa itu," ujar Reza dalam konferensi pers pada Selasa (24/2/2026).
2. Reza Rahadian optimis dengan penayangan film Laut Bercerita

Ketika ditanya wartawan soal kekhawatiran mengangkat isu sensitif dalam film ini, Reza Rahadian menjawab dengan penuh optimis. . Ia percaya karya tersebut memiliki kualitas dan pesan yang kuat.
Sambil tersenyum, Reza menjawab, "Kalau tadi menanggapi yang pertama, apakah tidak takut? Saya yakin sekali film ini akan tayang dengan baik tahun ini. Itu saya sangat yakin, karena it's a beautiful film."

3. Dian Sastro stuju dengan Reza untuk tidak menjadikan Laut Bercerita sebagai film perlawanan
sebenarnya kita tidak perlu terlalu terburu-buru mengatakan apakah ini ada hubungannya dengan politik saat ini soalnya saya menurut saya bagaimana gejolak anak muda merasa terpanggil untuk bisa membela masyarakat yang tidak punya suara itu sudah terjadi itu beberapa kali dalam bangsa ini tahun 1928, 1945, 1965, 1998 bahkan kemarin berapa tuh ya? 2025
Dian Sastro yang mengambil peran sebagai Kinan dalam film panjangnya juga setuju dengan Reza Rahadian. Ia berpendapat bahwa kata harapan jauh lebih melambangkan kisah Laut dan teman-temannya di grup Winatra.
"Saya rasa sih kita bisa melihat bahwa ini justru harapan, benar banget kata Reza. Kita bisa melihat ini jangan pakai kata-kata 'perlawanan' lah, bilang aja ini adalah 'Banyak harapan masih ada di generasi muda Indonesia.' Dan mari kita rayakan bersama harapan-harapannya yang masih ada itu," ujar Dian Sastro.
Adapun ini menjadi kali kedua bagi Dian Sastro dan Reza Rahadian terlibat dalam proyek Laut Bercerita. Sebelumnya, mereka sempat membintangi versi film pendeknya yang tayang pada 2017 silam.









![[QUIZ] Kalau JKT48 Bikin Sub Unit, Kamu Bakal Satu Tim sama Siapa?](https://image.idntimes.com/post/20260224/upload_ff56198d7d3ccded0f1aa48c2b0e4000_94aa8f0e-092c-4d99-b3e3-b128dfca72e1.jpg)



![[QUIZ] Berdasar Genre Musik Favorit, Siapa Penyanyi Religi yang Ajak Kamu Duet Ramadan?](https://image.idntimes.com/post/20260219/upload_b785e0cfa1967a98857480a5dfc340a2_bfe19ca6-439c-437c-91a5-3a0a273a56ca.png)




