pemakaman Diding Boneng di TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026) (dok. IDN Times)
Kepergian Diding Boneng meninggalkan duka mendalam bagi semua keluarga. Di mata adiknya yang lain, yaitu Zainal Arifin, mendiang adalah sosok yang sangat berdedikasi terhadap dunia seni hingga lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah.
“Kami juga jarang bertemu. Dia jarang di rumah. Namanya juga pejuang kesenian, memang begitu orangnya,” kata Arifin kepada IDN Times.
Arifin kemudian menceritakan kronologi sakit yang dialami kakaknya sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Menurutnya, Diding Boneng sempat menjalani perawatan di RSUD Tarakan Jakarta selama 10 hari setelah kondisi kesehatannya memburuk.
Ia pun menjelaskan, sang kakak divonis mengidap sejumlah penyakit komplikasi, yakni penyakit jantung, stroke, dan asma. Menurut Arifin, setelah menjalani perawatan selama 10 hari, kondisi Diding Boneng sempat menunjukkan perkembangan sehingga diperbolehkan pulang ke rumah. Namun, kondisi tersebut ternyata tak berlangsung lama.
“Setelah dirawat 10 hari kondisinya agak segar, makanya boleh pulang dari rumah sakit. Tapi tiga hari di rumah, kondisinya mulai drop lagi,” ungkapnya.
Menurut Arifin, kondisi kesehatan sang kakak terus menurun hingga malam sebelum meninggal dunia. Saat itu, napas Diding Boneng sudah tidak beraturan. Arifin kemudian mengenang, sebelum meninggal dunia, Diding Boneng sempat berpesan kepada adik-adiknya agar selalu akur dan menempati rumah yang ditinggalkannya.
“Untuk kami, adik-adiknya, dia bilang, 'Tempati rumah ini dan jangan ribut. Saya gak mau kalian ribut.' Memang dia gak suka orang bertengkar.”
Adapun rumah yang dimaksud Arifin tersebut merupakan rumah keluarga peninggalan orangtua mereka di kawasan Matraman, Jakarta Pusat. Sebelumnya, rumah tersebut sempat ambruk pada akhir 2025 akibat kondisi bangunan yang telah lapuk dimakan usia. Namun kini, rumah tersebut telah direnovasi secara gotong royong dengan bantuan warga dan sejumlah pihak, termasuk Raffi Ahmad.