Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dmaz Brodjonegoro Kaget Bisa Kerja Bareng Raihaanun di Beautiful Pain
Potret Baim Wong bersama cast dan sutradara saat doorstop usai press conference film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
  • Beautiful Pain menjadi debut penyutradaraan film panjang Dmaz Brodjonegoro, diproduseri Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani, dengan Raihaanun sebagai Niken serta Baim Wong sebagai Dirga.

  • Dmaz lama mengagumi Raihaanun dan memilihnya karena dinilai mampu memerankan Niken yang kompleks; ia juga meminta Baim bergabung setelah mengikuti kualitas aktingnya.

  • Dmaz menerima proyek ini karena ceritanya terkait pengalaman masa kecil menghadapi perpisahan orangtua, sekaligus selaras dengan minatnya mengangkat isu perempuan melalui karakter Niken.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Film Beautiful Pain menjadi karya debut penyutradaraan film panjang bagi Dmaz Brodjonegoro. Dalam film yang diproduseri Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani ini, Dmaz turut bekerja sama dengan para aktor seperti Raihaanun sebagai Niken dan Baim Wong menjadi Dirga.

Sebagai sutradara, Dmaz ternyata punya cerita tersendiri di balik keterlibatan Raihaanun dalam Beautiful Pain. Ia bahkan mengaku sempat terkejut saat mengetahui sang aktris bersedia bergabung dalam project film tersebut. Ada apa sebenarnya yang terjadi?

1. Dmaz ternyata sudah lama ingin bekerja sama dengan Raihaanun

Potret Dmaz Brodjonegoro saat dijumpai usai sesi doorstop film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Di hadapan awak media, Dmaz mengaku sudah lama mengagumi kemampuan akting Raihaanun. Ia pun blak-blakan mengatakan sudah memiliki keinginan untuk bekerja sama dengan sang aktris setelah menyaksikan aktingnya dalam film Lovely Man (2011) dan 27 Steps of May (2018).

Keinginan itu rupanya muncul kembali saat Dmaz terlibat mengembangkan skenario Beautiful Pain bersama Hanung Bramantyo. Ketika membaca skripnya, ia merasa Raihaanun cocok memerankan Niken yang memiliki karakter berlapis dalam film. Alhasil, Dmaz pun terkejut setelah Hanung memberitahunya kalau Raihaanun setuju bergabung dalam project ini.

"Aku rasa Hanun (Raihaanun) pasti mampu untuk memerankan karakter Niken ini karena subteksnya banyak banget dan makanya agak surprise juga ketika tiba-tiba Mas Hanung bilang, 'Raihaanun mau, ya.' Kayak, oke, aku akan salat taubat sekarang," cerita Dmaz yang disambut tawa banyak orang dalam press conference di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

2. Dmaz pilih Baim dan Raihaanun karena sudah tahu kualitas akting keduanya

Potret Baim Wong dan Raihaanun dijumpai saat doorstop film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Bukan tanpa alasan, Dmaz memilih Baim Wong dan Raihaanun untuk membintangi film ini karena sudah mengetahui kualitas akting keduanya. Selain mengikuti perkembangan akting Raihaanun, Dmaz rupanya juga memperhatikan kemampuan Baim Wong saat membintangi Bebas (2019) dan Berbalas Kejam (2023).

Ketika proses penulisan dan penajaman karakter Beautiful Pain, Dmaz pun sudah langsung membayangkan Baim menjadi sosok aktor yang cocok untuk film ini. Dari situlah, ia kemudian secara khusus meminta Hanung menghubungi Baim agar mau terlibat sebagai pemain.

"Ketika proses penulisan skenario itu, dan penajaman karakter, aku sudah langsung kebayang. Aku nelepon Mas Hanung, 'Mas, kenal sama Baim gak? Boleh gak tolong minta Baim untuk main di film ini?'. Ternyata, alhamdulillah ya, walaupun Mas Baim taunya Mas Hanung yang nge-direct," ucap Dmaz.

3. Dmaz memiliki alasan tersendiri tertarik garap Beautiful Pain

Potret press conference official poster film Beautiful Pain di Jakarta, Kamis (17/9/2026) (IDN Times/Juan Dwi)

Sementara itu, Dmaz juga mempunyai alasan personal saat menerima tawaran untuk menyutradarai film Beautiful Pain. Ketika pertama kali membaca storyline yang diberikan Hanung, ia merasa cerita tersebut relate dengan pengalaman masa kecilnya. Ia melihat kisah tersebut dari sudut pandang seorang anak yang pernah mengalami perpisahan orangtua.

"Sebenarnya ketika Mas Hanung pertama kali nawarin, pas aku baca storyline-nya, itu langsung kayak relatable dengan pengalaman dulu waktu aku masih kecil. Jadi, point of view-nya adalah waktu aku sebagai anak, korban dari perpisahan orangtua dan lain-lain," ucap Dmaz eksklusif saat doorstop usai press conference.

Terlepas dari itu, Dmaz mengaku sudah lama tertarik mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan perempuan melalui karya film pendek yang dibuatnya. Oleh karena itu, setelah mendapatkan storyline film Beautiful Pain, Dmaz tertarik mengembangkan cerita tersebut, terutama karena melihat karakter Niken yang memiliki lapisan.

Tayang mulai 22 Oktober 2026 di bioskop Indonesia, Beautiful Pain mengisahkan kehidupan rumah tangga Niken dan Dirga yang runtuh akibat kehadiran wanita lain. Lebih dari sekadar patah hati, Niken pun dihadapkan pada ancaman fitnah dan pelecehan yang menjadi titik balik baginya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article