Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Dunia Distopia Film yang Paling Mengerikan untuk Ditinggali
The Maze Runner (Dok. 20th Century Fox/The Maze Runner)
  • Children of Men menampilkan Inggris tanpa kelahiran selama hampir dua dekade, ketika layanan publik tetap berjalan di tengah kekerasan, diskriminasi, ketakutan, dan kebijakan otoriter.
  • The Maze Runner dan Snowpiercer menggambarkan manusia terjebak antara wabah, eksperimen ekstrem, lingkungan mematikan, serta ketimpangan kelas di kereta terakhir yang menopang peradaban.
  • The Hunger Games dan 1984 menyorot kekuasaan represif: anak-anak dipaksa bertarung demi hiburan Capitol, sementara Oceania mengendalikan informasi, sejarah, hingga pikiran pribadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film distopia biasanya membawa penonton ke dunia yang berbeda dari kehidupan sehari-hari, tetapi tidak semuanya sekadar menampilkan masa depan dengan teknologi canggih. Banyak di antaranya justru menggambarkan masyarakat yang kehilangan kebebasan, hidup dalam ketakutan, atau perlahan kehilangan harapan untuk masa depan.

Menariknya, beberapa dunia tersebut masih terlihat cukup normal dari luar, sehingga kengerian di dalamnya terasa semakin nyata. Setiap film punya bentuk distopia yang berbeda. Ada masyarakat yang dikendalikan pemerintah secara ketat, ada manusia yang harus bertahan hidup di lingkungan yang sudah rusak, hingga dunia yang perlahan menuju kepunahan.

Kalau harus benar-benar tinggal di salah satu dunia tersebut, kehidupan sehari-hari jelas tidak akan mudah. Berikut lima dunia distopia film yang paling mengerikan untuk ditinggali.

1. Children of Men (2006)

film Children of Men (dok. Universal Pictures/Children of Men)

Children of Men menggambarkan bentuk distopia yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata. Dalam film ini, umat manusia telah kehilangan kemampuan untuk memiliki anak dan tidak ada bayi yang lahir selama hampir dua dekade. Pemerintahan dan berbagai institusi masih berjalan, tetapi masyarakat perlahan kehilangan alasan untuk berharap. Peradaban belum benar-benar runtuh, justru itulah yang membuat situasinya terasa begitu menyedihkan.

Inggris dalam film ini masih memiliki kota, transportasi, pekerjaan, dan berbagai layanan publik yang membuatnya tampak familiar. Namun, di balik kehidupan sehari-hari tersebut terdapat masyarakat yang dipenuhi kekerasan, ketakutan, diskriminasi, dan kebijakan otoriter. Tidak adanya generasi baru membuat semua pencapaian manusia terasa seperti sesuatu yang perlahan menuju akhir.

2. The Maze Runner (2014)

The Maze Runner (Dok. 20th Century Fox/The Maze Runner)

Dunia The Maze Runner sudah berada dalam kondisi kacau akibat bencana besar dan penyakit mematikan bernama Flare. Kehancuran lingkungan membuat kehidupan manusia jauh lebih sulit, sementara wabah terus mengancam mereka yang masih bertahan. Di tengah situasi tersebut, organisasi WCKD melakukan berbagai eksperimen ekstrem dengan alasan mencari cara untuk menyelamatkan umat manusia.

Hal yang membuat dunia ini semakin mengganggu adalah kenyataan bahwa tidak ada pilihan yang benar-benar aman. Di satu sisi, lingkungan yang rusak dan penyakit bisa membunuh manusia kapan saja. Di sisi lain, orang-orang yang mengaku sedang mencari solusi juga bersedia menggunakan manusia sebagai bagian dari eksperimen.

3. Snowpiercer (2013)

film Snowpiercer (dok. Radius/Snowpiercer)

Dalam Snowpiercer, manusia yang tersisa harus hidup di dalam sebuah kereta yang terus bergerak mengelilingi Bumi. Planet di luar kereta sudah membeku dan tidak lagi dapat dihuni, sehingga seluruh peradaban manusia praktis bergantung pada satu mesin. Masalahnya, kehidupan di dalam kereta dibagi berdasarkan kelas sosial yang sangat ketat.

Penumpang di bagian belakang harus hidup dalam kondisi padat dan kekurangan makanan, sedangkan kelompok di bagian depan menikmati fasilitas yang jauh lebih nyaman. Yang membuat dunia ini terasa sangat mengerikan adalah tidak adanya tempat untuk melarikan diri.

Jika seseorang tidak puas dengan kehidupannya, mereka tidak bisa begitu saja pergi ke kota lain atau mencari tempat tinggal baru karena seluruh dunia di luar kereta sudah menjadi tempat yang mematikan. Sistem sosial juga sengaja dipertahankan melalui kekerasan dan aturan yang ketat. Bahkan mereka yang berada di kelas atas tetap harus bergantung pada kereta yang sama.

4. The Hunger Games (2012)

film The Hunger Games (dok. Lionsgate/The Hunger Games)

Panem merupakan dunia yang memperlihatkan betapa jauhnya kesenjangan antara kelompok yang berkuasa dan masyarakat biasa. Capitol hidup dalam kemewahan, sementara banyak distrik harus menghadapi kemiskinan dan kekurangan makanan. Yang paling mengerikan, anak-anak secara rutin dipilih untuk mengikuti Hunger Games, sebuah pertandingan hidup dan mati yang dijadikan tontonan bagi masyarakat.

Bayangkan harus menjalani kehidupan dengan kemungkinan bahwa suatu hari anggota keluarga bisa dipaksa bertarung demi hiburan penguasa. Kondisi seseorang di Panem juga sangat ditentukan oleh tempat kelahiran. Tinggal di distrik tertentu berarti harus menerima standar hidup yang jauh lebih rendah dan kesempatan terbatas. Ancaman Hunger Games semakin kejam karena siapa pun bisa kehilangan orang yang dicintai akibat keputusan Capitol.

5. 1984 (1984)

1984 (Dok. MGM/1984)

Adaptasi film 1984 membawa gambaran distopia karya George Orwell ke layar dengan sangat mengganggu. Di Oceania, kehidupan masyarakat berada di bawah pengawasan Partai dan sosok Big Brother. Propaganda terus disebarkan, sejarah dapat diubah sesuai kepentingan penguasa, bahkan pikiran pribadi bisa dianggap sebagai bentuk kejahatan. Kebebasan yang biasanya dianggap sebagai bagian sederhana dari kehidupan justru menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.

Meski terdengar mengerikan, masyarakat Oceania setidaknya masih memiliki rumah, pekerjaan, dan kebutuhan dasar yang relatif tersedia. Ancaman terbesar bukanlah kelaparan atau kehancuran lingkungan, melainkan kontrol psikologis yang perlahan menghapus kepribadian seseorang. Masyarakat bahkan dibuat sulit membedakan kenyataan dari informasi yang diberikan pemerintah.

Kelima film tersebut menunjukkan bahwa dunia distopia tidak selalu mengerikan karena adanya monster, perang besar, atau kehancuran total. Kalau harus memilih, dunia distopia film mana yang paling tidak ingin kamu tinggali?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article