Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Festival Rock in Solo 2026 Ditunda: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

3 min read
Festival Rock in Solo 2026 Ditunda: Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
poster Rock in Solo Festival (instagram.com/rockinsolofestival)
  • Rock in Solo 2026 ditunda hingga 2027 karena penyelenggara mempertimbangkan situasi nasional yang belum kondusif serta berbagai bencana di Indonesia.

  • Penyelenggara tetap menyiapkan A Journey of Rock in Solo dalam skala yang lebih memungkinkan sebagai kelanjutan rangkaian kegiatan.

  • Festival yang lahir di Surakarta pada 2004 ini pernah vakum dan kembali digelar pada 2022 setelah penyelenggaraan 2015.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabar kurang menyenangkan datang bagi penggemar musik metal. Festival musik cadas Rock in Solo 2026 resmi ditunda hingga 2027. Keputusan ini diumumkan penyelenggara melalui akun Instagram resmi mereka pada Senin, (12/10/2026), dengan mempertimbangkan situasi nasional yang dinilai belum kondusif serta berbagai bencana alam dan ekologis di Indonesia.

Meski begitu, penyelenggara memastikan semangat Rock in Solo tetap berlanjut. Mereka berencana menghadirkan rangkaian acara dalam skala yang lebih memungkinkan. Lantas, apa alasan penundaan Rock in Solo 2026 dan bagaimana kelanjutan festival musik metal yang telah menjadi bagian dari sejarah musik Indonesia ini? Berikut penjelasannya.

  1. 1. Rock in Solo menyoroti situasi sosial, politik, dan bencana di Indonesia

    pengumuman Rock in Solo Festival
    pengumuman Rock in Solo Festival (instagram.com/rockinsolofestival)

    Dalam pengumuman resminya, penyelenggara Rock in Solo menyinggung kondisi Indonesia yang dinilai belum kondusif. Mereka juga menyoroti berbagai bencana alam, termasuk gempa bumi di Flores dan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta bencana ekologis berupa kebakaran hutan di sejumlah wilayah.

    “Salam rahayu, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Situasi sosial, ekonomi, politik dan keamanan yang tidak kondusif. Bencana alam gempa bumi di Flores, erupsi gunung Anak Krakatau, dan lainnya. Hingga bencana ekologis kebakaran hutan di hampir semua wilayah Kalimantan, dan sebagian Sumatera, Sulawesi dan Papua. Ditambah penanganannya yang belum maksimal," tulis penyelenggara dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi Rock in Solo pada Senin (12/10/2026).

  2. 2. Rock in Solo 2026 ditunda hingga tahun depan

    Rock in Solo Festival
    Rock in Solo Festival (instagram.com/rockinsolofestival)

    Setelah mempertimbangkan berbagai situasi tersebut, penyelenggara akhirnya memutuskan menunda Rock in Solo 2026 hingga 2027. Mereka menilai ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan daripada menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik. Keputusan ini juga sejalan dengan nilai yang selama ini ingin dijaga oleh Rock in Solo, yakni kemanusiaan, etika, dan empati. Meski festival utamanya ditunda, penyelenggara tidak ingin menghentikan seluruh rangkaian kegiatan.

    Sebagai gantinya, mereka akan menggelar A Journey of Rock in Solo dalam skala yang lebih memungkinkan. Informasi mengenai rangkaian acara tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

    "Meski begitu, kami akan memulai rangkaian acara A Journey of Rock in Solo dalam skala yang lebih memungkinkan dalam waktu dekat yang akan segera diumumkan. Sejarah memang belum selesai ditulis, dan kami tidak mau menuliskannya di atas duka," tutup pengumuman tersebut.

  3. 3. Rock in Solo merupakan festival musik metal yang digelar sejak 2004

    poster Rock in Solo Festival
    poster Rock In Solo Festival (instagram.com/rockinsolofestival)

    Rock in Solo merupakan festival musik keras yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 2004. Acara ini menjadi salah satu wadah bagi musisi lokal dan internasional dari berbagai subgenre musik metal serta hardcore untuk tampil di hadapan penggemarnya. Seiring berjalannya waktu, Rock in Solo berkembang menjadi salah satu festival musik cadas yang diperhitungkan di Indonesia. Festival ini juga pernah menghadirkan band-band internasional, seperti Death Angel, Dying Fetus, Cannibal Corpse, Behemoth, Carcass, hingga Nile.

    Perjalanan Rock in Solo lalu sempat terhenti setelah penyelenggaraan pada 2015. Festival ini kemudian kembali digelar pada 2022 setelah sempat vakum selama beberapa tahun.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More