Comscore Tracker

6 Film Sergei Loznitsa untuk Menilik Sejarah Uni Soviet dan Ukraina 

Sudut pandangnya langka

Sergei Losnitza adalah seorang sutradara berkebangsaan Ukraina yang aktif berkaya sejak tahun 2000-an. Namanya prominen karena rajin menelurkan karya-karya yang mengulik sejarah Uni Soviet dan beberapa negara pecahannya. 

Melansir Indiewire, saat agresi Rusia ke Ukraina terjadi pada 24 Februari 2022 lalu, Loznitsa turut mengecam tindakan Rusia. Namun, ia menolak pemboikotan pada film-film dan sineas asal Rusia oleh European Film Academy. Sebab, ia menganggap mereka tidak berhak disalahkan atas keputusan pemerintah. Keputusan itu kemudian diikuti dengan status Loznitsa yang dikeluarkan dari Ukrainian Film Academy. 

Meski begitu, karya-karya Loznitsa masih bisa kamu tonton di berbagai layanan streaming tersohor. Ia bisa kamu tonton sebagai media belajar dan berkenalan dengan beberapa fenomena politik serta sosial yang terjadi di Uni Soviet dan negara-negara pecahannya di Eropa Timur. Berikut enam rekomendasi karya terbaiknya sebagai perkenalan.

1. Factory (2004)

https://www.youtube.com/embed/AQRISCHq7Z4

Factory atau yang dikenal dengan judul lain Fabrika adalah dokumenter karya Sergei Loznitsa. Film ini memperlihatkan rutinitas para pekerja di pabrik baja dan tanah liat di kawasan pegunungan Ural. 

Pekerja dibedakan beban kerjanya berdasarkan gender. Pekerja laki-laki menggarap baja, sementara pekerja perempuan mencetak tanah liat menjadi batu bata. Film ini hanya berdurasi 30 menit dengan color grading gelap yang menambah kesan suram dan bleak dari kehidupan pabrik di Siberia tersebut. 

2. My Joy (2010)

https://www.youtube.com/embed/C45v9ffd3OI

My Joy mengantarkan Loznitsa debut di Cannes Film Festival. Ia bahkan dilabeli film Ukraina pertama yang berhasil berkompetisi dalam perebutan Palme d'Or. 

Film fitur ini berlakonkan seorang sopir truk yang mengarungi daratan Rusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Melalui karya ini, Loznitsa berusaha meneropong kehidupan orang-orang di kota-kota kecil Rusia pascakomunisme.

 My Joy terinspirasi dari pengalamannya sendiri menjelajah Rusia. Kala itu tujuanny adalah untuk menelisik sudut pandang selain kota-kota besar macam Moskow dan Saint Petersburg. 

Baca Juga: 5 Rekomendasi Film Karya Wes Anderson dengan Visual Estetis

3. Maidan (2014)

https://www.youtube.com/embed/JrZAnlIgZpg

Maidan merupakan istilah yang dipakai orang Ukraina untuk menamai uprising atau aksi protes atas kepemimpinan Viktor Yanukovych pada akhir 2013. Nama ini pula yang diadopsi Loznitsa untuk film dokumenternya. 

Film dimulai dengan merekam aksi damai para demonstran di alun-alun kota Kyiv. Namun, perlahan polisi huru-hara memperkeruh keadaan dan kerusuhan pun tak terelakkan lagi. 

4. The Event (2015)

https://www.youtube.com/embed/3pFHQSDPOXA

Meski dirilis pada tahun 2015, The Event merupakan observasi Loznitsa pada upaya kudeta yang dilakukan simpatisan komunis. Kala itu kudeta dilakukan dengan tujuan menjatuhkan pemerintah Mikhail Gorbachev.

Meski gagal, upaya tersebut sempat menimbulkan kekacauan dan kekhawatiran di masyarakat. Gorbachev sempat disandera dan televisi pemerintah diambil alih. Peristiwa ini memang jarang dibahas dan diekspos ke publik. Namun, tetap saja ada sisi yang menarik untuk diketahui guna menambah wawasan. 

5. Donbass (2018)

https://www.youtube.com/embed/5CYLuFz7CtE

Donbass merupakan film berlatarkan Donestk ketika dan setelah Maidan terjadi pada 2013-2014. Saat itu, penduduk wilayah Ukraina Timur tersebut terpecah menjadi beberapa kubu, pro-pemerintah Ukraina, pro-Rusia, dan sisanya netral. 

Loznitsa meramu cerita tiap kubu tersebut dengan cukup komprehensif. Ia menilik sudut pandang warga Donetsk mulai dari warga sipil yang apatis, pemberontak pro-Rusia, hingga simpatisan pemerintah Ukraina yang tersisa. Kocak, tetapi juga tragis. 

6. State Funeral (2019)

https://www.youtube.com/embed/JSvGX6syd_8

State Funeral merupakan film dokumenter Loznitsa yang terdiri dari beberapa footage pemakaman Joseph Stalin. Meski dibenci banyak pihak, pemakamannya pada tahun 1953 tetap dihadiri puluhan ribu orang. 

Uniknya lagi, adegan pemakaman besar ini diiringi pidato Nikita Kruschev yang justru mengajak warga Soviet untuk menyudahi kesetiaan buta pada sosok pemimpin kontroversial tersebut. Film ini pun dikemas dalam durasi 2 jam 15 menit. 

Selain keenam film di atas, Loznitsa masih punya banyak koleksi karya serupa yang bisa kamu tonton maraton. Sudut pandangnya tergolong langka, nih. 

Baca Juga: 5 Film Horor Karya Kimo Stamboel, Sukses Hadirkan Teror!

Dwi Ayu Silawati Photo Verified Writer Dwi Ayu Silawati

Pembaca, netizen, penulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ines Sela Melia

Berita Terkini Lainnya