Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta di Balik Layar Munafik: Melawan Iblis, Stop Syuting saat Azan
Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)
  • Sutradara Guntur Soeharjanto sempat kesulitan mencari pemeran Ustaz Adam, hingga akhirnya memilih Arya Saloka setelah pertemuan santai bersama produser Oswin Bonifanz.
  • Arya Saloka dan Dimas Aditya belajar ulang membaca Al-Qur'an dari Iqro demi pelafalan adegan rukiah; Donny Damara juga menjalani debut horor dengan tantangan teknis efek.
  • Produksi menghentikan syuting saat azan berkumandang dan mengutamakan adegan praktikal untuk Acha Septriasa. Film ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada 3 September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Membuat film horor religi tidak hanya membutuhkan adegan menyeramkan dan efek visual yang meyakinkan. Di balik Munafik: Melawan Iblis (2026), para pemain dan kru ternyata menjalani sejumlah proses yang cukup menantang, mulai dari pencarian pemeran Ustaz Adam hingga pendalaman bacaan Al-Qur'an.

Film garapan Guntur Soeharjanto ini juga punya pendekatan tersendiri selama produksi. Bahkan, ada kebiasaan yang diterapkan di lokasi syuting, yakni menghentikan proses produksi setiap kali azan berkumandang. Penasaran dengan fakta lainnya? Berikut beberapa cerita di balik layar Munafik: Melawan Iblis.

1. Sempat kesulitan cari aktor untuk Ustaz Adam

Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)

Pencarian aktor untuk Ustaz Adam menjadi salah satu proses yang cukup panjang bagi sutradara Guntur Soeharjanto. Bersama produser Oswin Bonifanz, ia sempat bertemu dengan sejumlah aktor untuk menghidupkan karakter utama tersebut.

"Perjalanan mencari Ustaz Adam sangat susah banget. Saya sama Boswin travel beberapa orang ya, Pak? Meeting sana, meeting sini, ketemu sana, ke sini gagal," cerita Guntur.

Hingga akhirnya, Guntur dan Oswin bertemu Arya Saloka. Pertemuan tersebut awalnya bahkan berlangsung secara santai tanpa agenda audisi khusus.

"Terus akhirnya ketemu lah kita, janjian makan tuh sama Arya. Janjian makan aja, 'Yuk ketemu Arya Saloka yuk, kita janjian makan.' Siapa tahu dia memang udah ditakdirkan jadi Ustaz Adam gitu, ya. Malam-malam kita makan, ketemu langsung ngobrol, 'Pak, dia aka Pak, lock!'" lanjutnya.

2. Arya Saloka dan Dimas Aditya harus belajar ngaji dari Iqro

Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)

Demi menyempurnakan karakter Ustaz Adam, Arya Saloka tidak hanya mempelajari teknik rukiah. Ia juga kembali mendalami bacaan Al-Qur'an, bahkan memulainya dari buku Iqro. Hal tersebut dilakukan karena film memiliki sejumlah adegan yang mengharuskan Arya melafalkan ayat-ayat Al-Qur'an. Menurutnya, aspek tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

"Memang saya belajar ulang dari Iqro. Dan Mas Dimas (Aditya) pun juga sama gitu. Jadi memang membenarkan, karena banyak obstacle kan ya dalam bacaan itu, panjang pendeknya, huruf per hurufnya," tutur Arya.

Mantan suami Putri Anne itu pun mengaku menghadapi tantangan dalam memperbaiki pelafalan, mulai dari panjang-pendek bacaan hingga pengucapan setiap huruf. Baginya, proses tersebut penting agar penampilannya sebagai ustaz tidak terasa sekadar akting. Ia ingin penonton benar-benar percaya bahwa Adam memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an dengan baik.

"Kami pengin betul-betul ketika teman-teman yang menonton ini merasakan kalau kami betul-betul adalah seorang ustaz. Betul-betul memang fasih dalam membaca, jangan cuma sekadar saja," tambah Arya.

3. Film horor pertama untuk Donny Damara

Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)

Munafik: Melawan Iblis juga menjadi pengalaman baru bagi Donny Damara. Aktor yang memerankan karakter Haji Mansyur tersebut untuk pertama kalinya terlibat dalam film bergenre horor. Guntur mengaku sempat berbincang dengan Donny mengenai pengalaman tersebut. Ia bahkan menggambarkan percakapan mereka dengan penuh canda.

"Di sini Mas Donny baru pertama kali main film horor. 'Baru pertama kali main horor.' 'Yang bener, Mas?' 'Bener.' Yuk, kita pecahkan telurnya," tiru Guntur.

Donny pun megamini cerita Guntur. Bintang Lovely Man (2011) itu menyebut bermain dalam film horor menghadirkan tantangan tersendiri, terutama ketika harus menyesuaikan akting dengan berbagai kebutuhan teknis di lokasi syuting.

"Benar kalau ini film pertama horor saya. Jadi saya juga banyak belajar di sini. Ketika di depan kamera di set gitu harus berdamai dengan teknis. Karena saya harus memanjangkan emosi saya, ketika line saya habis masih harus dipanjangkan lagi untuk bereaksi terhadap efek nantinya apakah mungkin ada CGI atau ada benda lain," ujarnya.

4. Syuting berhenti setiap ada azan

Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)

Salah satu kebiasaan menarik selama produksi Munafik: Melawan Iblis adalah keputusan Guntur untuk menghentikan proses syuting setiap kali azan berkumandang. Ia pun mengapresiasi para pemain dan kru yang ikut menerapkan kebiasaan tersebut selama produksi.

"Setiap ada azan sholat, kita break. Itu pelajaran pertama kali saya mau buat film. Terima kasih sekali Arya Saloka yang memberikan waktu itu, dan semua teman-teman akhirnya. 'Wah ternyata syutingnya selesai juga, lho'," ucap Guntur.

Menurut Guntur, keputusan tersebut juga menjadi pengalaman personal yang cukup berarti. Ia berharap kebiasaan untuk memberi jeda ketika waktu salat tiba dapat terus diterapkan dalam proses produksi berikutnya.

"Yang selama ini mungkin ya banyak kompromi dan banyak hal lah seperti itu. Dan itu buat saya pribadi, buat saya personal, akhirnya sebisa mungkin saya terapkan hal itu ke belakangnya yang saya bisa," lanjutnya.

5. Acha Septriasa syuting secara praktikal alih-alih CGI

Munafik: Melawan Iblis (dok. Unlimited Production/Munafik: Melawan Iblis)

Guntur Soeharjanto juga memilih pendekatan praktikal dalam sejumlah adegan Munafik: Melawan Iblis. Salah satu pemain yang menjalani adegan secara langsung adalah Acha Septriasa. Menurutnya, film ini memang tidak ingin terlalu bergantung pada CGI. Ia lebih memilih efek dan adegan praktikal agar atmosfer horor terasa lebih nyata di depan kamera.

"Kaget ngelihat Acha beneran ngikutin maunya saya, praktikal. Jadi film ini gak terlalu banyak CGI sebenarnya. Adegan-adegan yang kayak rukiah atau apa pun itu, saya maunya praktikal," tegas Guntur.

Acha pun bersedia mengikuti arahan tersebut meski konsekuensinya cukup menguras fisik. Guntur bahkan sempat menirukan percakapannya dengan Acha ketika membahas kebutuhan adegan.

"Karena buat saya praktikal akan lebih terasa realis kayak gitu. 'Cha, gimana Cha, bisa? Gak usah pakai stand.' 'Oke.' Oke juga tuh, 'Wah, pegel-pegel, Mas, badan saya kayak gitu,'" pungkas Guntur.

Munafik: Melawan Iblis dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, Faqih Alaydrus, dan Nova Eliza. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026, sebelum tayang di Malaysia pada 1 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article