Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Fakta Heidi JKT48, Trainee Idol yang Ingin Jadi Mangaka

3 min read
Fakta Heidi JKT48, Trainee Idol yang Ingin Jadi Mangaka
Heidi JKT48 (instagram.com/heidi.jkt48)
  • Heidi Suyangga, trainee generasi 14 JKT48, dikenal menyukai budaya Jepang, pernah menjadi cosplayer, dan bercita-cita menjadi mangaka atau ilustrator manga.
  • Terbiasa berbahasa Inggris, Heidi terus belajar bahasa Indonesia setelah bergabung dengan JKT48 karena awalnya merasa kaku saat membawakan sesi MC teater.
  • Heidi sempat tertekan menghafal koreografi, tetapi kini lebih percaya diri, fokus meningkatkan stage presence dan ekspresi, serta ingin menjadikan vokalnya sebagai ciri khas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran Heidi Suyangga sebagai trainee membawa warna baru untuk JKT48 melalui karakter uniknya. Sosok paling dewasa di generasi 14 ini sukses mencuri perhatian penggemar sejak awal diperkenalkan ke publik.

Para penggemar mungkin sudah menyadari ketertarikan Heidi pada budaya pop khas Jepang. Namun, belum banyak yang tahu kalau ia ternyata punya cita-cita menjadi seorang mangaka, loh! Yuk, cari tahu fakta menarik lain tentang Heidi yang ia bagikan melalui program "Cornelos' Invitation" di JKT48 TV!

  1. 1. Suka Jejepangan, Heidi ternyata memiliki mimpi menjadi seorang mangaka

    Heidi JKT48
    Heidi JKT48 (instagram.com/heidi.jkt48)

    Saat momen perkenalan, banyak penggemar JKT48 yang mengira Heidi adalah orang Jepang karena ia menggunakan sapaan dalam bahasa Jepang. Penampilan visualnya kala itu pun semakin memperkuat anggapan bahwa ia benar-benar memiliki darah keturunan Jepang.

    Faktanya, hal tersebut hanya dipengaruhi oleh minat besarnya terhadap hal-hal berbau Jejepangan, mulai dari anime hingga manga. Ia bahkan aktif menjadi cosplayer sebelum masuk JKT48 dan memiliki banyak pengikut di media sosial. Tak hanya itu, hobi menggambarnya bahkan sempat membuat Heidi bercita-cita menjadi seorang mangaka atau ilustrator manga.

  2. 2. Heidi semakin fasih berbahasa Indonesia sejak bergabung dengan JKT48

    Heidi JKT48
    Heidi JKT48 (instagram.com/heidi.jkt48)

    Sejak dulu, Heidi memang terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris sehingga ia kurang fasih berbahasa Indonesia. Namun, semenjak menjadi trainee JKT48, ia terus belajar hingga kemampuan bahasa Indonesianya kini semakin lancar.

    Awalnya, Heidi sempat merasa kaku saat mengisi sesi MC di teater akibat keterbatasan bahasa. Ia merasa gaya pembawaan serta obrolan yang disampaikannya kurang seru bagi audiens.

  3. 3. Sempat merasa tertekan, Heidi kini lebih percaya diri sebagai trainee JKT48

    Heidi JKT48
    Heidi JKT48 (instagram.com/heidi.jkt48)

    Selain menjadi mangaka, Heidi juga sudah lama bermimpi untuk menjadi seorang idol. Ia bahkan rela berlatih setiap hari demi mewujudkan cita-citanya ini, loh! Ketika mimpinya selangkah lebih dekat setelah bergabung menjadi trainee JKT48, Heidi mulai menemui berbagai kendala yang menyadarkannya bahwa dunia idol memang tidak mudah.

    Ia sempat merasa tertekan karena harus menghafalkan banyak koreografi lagu dalam waktu singkat. Perasaan takut salah bahkan kerap menghantuinya setiap kali mempelajari koreografi baru. Syukurnya, Heidi sekarang sudah mampu beradaptasi dengan ritme latihan JKT48 dan semakin percaya diri dengan kemampuannya.

    Kini, Heidi masih fokus belajar untuk mempertajam stage presence sekaligus permainan ekspresinya. Ia bertekad untuk lebih sering berlatih di depan cermin untuk memantau gerakan tubuh serta ekspresi wajahnya.

  4. 4. Tak ingin mengecewakan penggemar, Heidi ingin bakat menyanyinya jadi daya tarik ikonik

    Heidi JKT48
    Heidi JKT48 (instagram.com/heidi.jkt48)

    Heidi mulai merasa khawatir belum bisa memberikan kemampuan terbaiknya dan takut mengecewakan para penggemar. Ia sadar betul bahwa penggemar telah mengerahkan usaha besar untuk selalu mendukungnya di JKT48. Perasaan seperti ini sebenarnya sangat wajar dialami seorang idola, namun bisa menjadi bumerang jika tidak dihadapi dengan bijak.

    Heidi akhirnya terpikir untuk semakin menonjolkan bakat menyanyinya yang sudah terbukti sukses memikat penggemar karena karakter vokalnya yang khas. Ia pun ingin menjadikan kemampuan vokalnya tersebut sebagai daya tarik yang unik dan ikonik dari dirinya.

    Heidi bergabung dengan JKT48 di usia yang terbilang matang untuk menghadapi dinamika baru dalam hidupnya sebagai calon idola masa depan. Semoga segala kerja keras Heidi kelak bisa berbuah manis untuk kariernya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More