12 Fakta Bryan Adams, Musisi yang Humble dan Down to Earth

Bryan Adams merupakan seorang artis berpengaruh yang menciptakan kenangan bagi banyak penikmat musik sepanjang karier musiknya yang gemilang. Penyanyi ini lahir pada 1959 di Ontario, Kanada. Ia punya banyak lagu hits selama kariernya, seperti "Summer of '69," "(Everything I Do) I Do It for You," "When You're Gone," "Run to You," "Have You Ever Really Loved a Woman?" dan masih banyak lagi.
Bryan Adams sendiri mengaku sangat mengagumi dan menghormati Dalai Lama. Baginya, beliau sangat berani dan terbuka saat berbicara tentang Tibet sekaligus dedikasinya pada spiritualitas. Selain itu, Bryan Adams adalah sosok yang down to earth meskipun ia seorang selebriti terkenal.
Nah, rupanya, Bryan Adams akan kembali mengalirkan dahaga penggemarnya dengan mengadakan konser di Jakarta. Konser bertajuk “Roll with the Punches” ini akan dimeriahkan kehadiran Ari Lasso sebagai special guest. Konser ini sendiri dilaksanakan pada Rabu (03/02/2026). Sebelum nyanyi bareng, kita ulik dulu, yuk, fakta-fakta tentang Bryan Adams.
1. Bryan Adams sering pindah-pindah tempat tinggal sejak kecil

Dikutip The Guardian, ayah Bryan Adams merupakan seorang militer yang akhirnya berkarier sebagai diplomat. Itu berarti keluarganya sering bepergian. Orangtua Adams merupakan imigran Inggris dan pernah tinggal di beberapa negara seperti Kanada, Israel, Inggris, Korea, Portugal, dan Jepang ketika Bryan Adams masih kecil.
Nah, karena sering berpindah-pindah tempat, Bryan Adams jadi kesulitan untuk beradaptasi. Adams mengingat kalau orangtuanya pernah membawa dirinya ke psikiater saat ia berusia 12 tahun. Penyanyi itu bilang kalau ia menjadi sosok yang sangat pendiam dan bahkan gak pernah ngobrol dengan keluarganya sendiri.
Saat diminta untuk menjelaskannya lebih lanjut tentang masalah itu, Bryan Adams menjawab, "Mereka selalu bertengkar (orangtuanya). Saat itu saya sedang fokus dengan musik (hobi yang disukainya)." Nah, untuk menjauh dari semua itu, Adams memilih untuk mengisolasi diri di kamarnya dan memainkan gitar sendirian.
2. Bryan Adams terjun ke dunia musik berkat dukungan ibunya

Bryan Adams tahu betul apa yang ia inginkan. Yap, menjadi musisi profesional. Sangking seriusnya dengan hasratnya itu, ia sampai rela berhenti sekolah untuk fokus pada hal tersebut. Nah, ibunya sangat mendukung keputusannya itu. Ibunya ngasih sebagian dana kuliahnya untuk membelikan Adams piano baru.
Dikutip Classic Pop Magazine, Bryan Adams mengaku kalau kariernya gak akan seperti sekarang tanpa bantuan ibunya. "Ibuku gak pernah mengatakan 'tidak' saat itu. Dia malah bilang, 'Kita tungga dan lihat bagaimana perkembangan kariermu.'"
Bryam Adams juga bilang kalau ia sudah bisa mencari uang sendiri untuk membayar sewa rumahnya. Adams menjelaskan, "Saya gak begitu sukses, tetapi ibu saya tahu kalau saya sanggup melakukannya. Saat itu, ia selalu mendukung apa yang saya lakukan."
Namun, ayahnya cuek dengan karier bermusik Bryan Adams. Sang ayah gak suka dengan pilihan putranya itu. Meskipun demikian, penyanyi itu tetap bersikeras dengan apa yang diyakininya.
3. Album dan lagu Bryan Adams yang membuatnya terkenal adalah "You Want It, You Got It"

Album pertama Bryan Adams dirilis pada tahun 1980. Album debutnya yang berjudul sama dengan namanya sendiri ini gak sesukses yang diharapkan. Namun, sang penyanyi gak butuh waktu lama agar karyanya diapresiasi.
Saat merilis album You Want It, You Got It pada tahun 1981, nama Bryan Adams pun dikenal luas. Sebelum mengerjakan album tersebut, Adams sudah merekam banyak lagu. Jadi saat dia mengerjakan album You Want It, You Got It, ia pun punya banyak lagu untuk dipilih.
Album tersebut berisi 10 lagu dan banyak di antaranya yang enak di dengar. Banyak dari lagunya yang diputar di stasiun radio. Dua single yang paling sering diputar dan di-request adalah "Fits Ya Good" dan "Lonely Nights." Menurut rekan sesama penulis lagunya, Jim Vallance, Adams sering menyanyikan "You Want It, You Got It" saat tur bersama band Journey pada tahun 1982.
Album berikutnya, Cuts Like a Knife, dirilis pada tahun 1983. Album ini pun kembali mendapat perhatian pendengar musik. Namun, Bryan Adams berhasil mencapai tonggak kariernya ketika mengerjakan album populernya Reckless yang dirilis pada 1984.
4. Bryan Adams menandatangani kontrak pertamanya dan cuma dibayar 1 dolar

Bryan Adams adalah sosok laki-laki yang sukses berkat kerja kerasnya sendiri. Ia pun gak punya "orang dalam" saat meniti karier sebagai musisi. Adams pernah bilang kepada The Hollywood Reporter kalau dia gak pernah meminjam uang sepeser pun dari orang lain, mengingat dia adalah orang yang gak enakan.
Bryan Adams berhasil menandatangani kontrak dengan A&M Records pada tahun 1979 hanya dengan keuntungan 1 dolar. "Mereka sangat pelit dan gak mau menginvestasikan uangnya pada saya. Padahal saya sangat membutuhkannya."
Di waktu yang sama, Bryan Adams menandatangani kontrak itu karena dianggap sebagai kesempatan penting agar namanya terkenal di industri musik. Meskipun dia gak mendapatkan keuntungan yang sepadan. Namun, Adams mengaku mendapat kebebasan untuk merekam beberapa lagunya sendiri, dan inilah keuntungannya. Menariknya, dia menyimpan cek 1 dolar itu selama bertahun-tahun.
Negosiasi ulang akhirnya terjadi, tetapi butuh waktu. Penyanyi itu bilang, "Satu-satunya hal yang langsung kami negosiasikan adalah dukungan tur konser. Pada tahun 1980, begitu album saya siap, kami langsung diikutkan tur. Saya pun baru pulang sekitar tahun 1999."
5. Bryan Adams awalnya gak mau menjadi terkenal

Meskipun bercita-cita sebagai musisi profesional, Bryan Adams ternyata gak pernah berharap menjadi orang terkenal atau namanya bakal dikenal luas. Adams mengatakan kepada Hollywood Reporter kalau ia bahkan gak mengerti apa artinya menjadi terkenal. Ia berkata, "Keahlian menjadi prioritas utama saya. Tapi menjadi seorang selebriti, saya gak bisa membayangkan betapa memalukannya itu."
Faktanya, Bryan Adams sempat kesulitan menyesuaikan dirinya saat berada di puncak ketenaran. Adams pun jadi sering bertengkar dengan manajernya karena ia gak suka dengan beberapa kegiatannya, terutama diwawancarai media. Ia bahkan sering menghindari sesi wawancara sebelum akhirnya terbiasa. "Tertawa adalah kuncinya. Jika kamu bisa menertawakan diri sendiri, kamu akan merasa terhibur," ungkap Bryan Adams.
6. Jim Vallance punya peran penting dalam karier Bryan Adams

Bryan Adams sering dibantu oleh penulis lagu sekaligus produser Jim Vallance. Penyanyi itu menceritakan awal pertemuannya dengan Vallance dalam sebuah unggahan yang sudah dihapus di Instagram pada Januari 2021. "Saya bertemu Jim Vallance pada tahun 1978 di sebuah toko musik di Vancouver, dan tiga hari kemudian kami telah menulis sebuah lagu."
Bryan Adams menjelaskan bahwa 43 tahun kemudian, mereka masih tetap solid sebagai tim dan menciptakan musik bersama. Mereka juga sangat berterima kasih dan bersyukur atas cinta serta dukungan yang mereka terima dari para penggemar.
Dikutip Guitar World, keduanya menjalin kerja sama yang solid dan bahkan mengerjakan album yang sangat sukses, yaitu Reckless. Jim Vallance mengakui kalau mereka sama-sama bekerja keras selama setahun penuh saat mempersiapkan album tersebut. Mereka pun sering kali bermain musik bersama dari siang hingga tengah malam.
Jim Vallance menambahkan kalau waktu nongkrong yang mereka habiskan pasti selalu produktif dan gak sia-sia. "Kami bermain musik berjam-jam sampai salah satu dari kami memainkan atau menyanyikan sesuatu yang menarik. Kemudian kami akan meluangkan waktu untuk mengembangkan ide tersebut atau kami akan bermain musik lagi sampai ide lain muncul."
7. Lagu "Summer of 69" punya pesan tersembunyi

Bryan Adams tahu betapa populernya lagu "Summer of '69" miliknya. Para penggemarnya menyukai lagu yang dirilis tahun 1989 itu hingga saat ini, dan Adams sendiri selalu membawakannya di setiap konsernya. Menariknya, meskipun lagu tersebut terdengar ringan, tapi Adams mengaku kalau lagu itu punya unsur seksual, tulis CBS News.
Bryan Adams bilang, "Banyak orang berpikir kalau lagu ini tentang tahun, tapi sebenarnya lagu ini tentang bercinta di musim panas. Jadi angka 69 merupakan simbol seksual." Namun, rekan penulis lagu sekaligus produsernya, Jim Vallance, gak sependapat dengan Adams. Vallance bilang, "Kami berdua berada di ruangan yang sama ketika 'Summer of '69' ditulis, tapi kami punya ingatan yang sangat berbeda tentang apa yang menginspirasi lagu tersebut."
Tahun 1969 bermakna bagi Jim Vallance karena sebagai seorang musisi yang bercita-cita tinggi, ia punya harapan dan impian, serta punya musik yang bagus di usia 17 tahun. Tahun itu juga merupakan tahun pertama baginya dalam beberapa hal, karena ia bertemu pacar pertamanya pada musim panas tahun itu.
Di sisi lain, lagu ini justru menjadi salah satu lagu tersulit yang diciptakan Bryan Adams dan Jim Vallance. Adams kesulitan untuk menyelesaikan lagu tersebut. Namun, lagu itu kemudian menjadi salah satu lagu paling berkesan miliknya.
8. Bryan Adams memiliki anak dengan asisten pribadinya meskipun gak diikat dalam pernikahan

Seperti yang dikutip Reuters, Bryan Adams dan asisten pribadinya, Alicia Grimaldi, mengumumkan kabar kehamilan anak pertama mereka pada tahun 2011. Kabar ini ternyata mengejutkan banyak penggemarnya. Penyanyi itu bilang, "Alicia Grimaldi dan saya sedang menantikan kelahiran bayi." Ia menambahkan, "Dia membantu saya mendirikan yayasan bertahun-tahun yang lalu dan sepertinya dia akan mengurus keluarga sekarang." Selain itu, Bryan Adams memilih tetap bungkam tentang hubungan mereka yang sebenarnya hingga saat ini dan gak mau membicarakan kehidupan pribadinya.
Rupanya, berita itu juga mengejutkan beberapa teman Bryan Adams, lho. Teman-temannya bahkan gak tahu kalau Adams berpacaran dengan Alicia Grimaldi. Pada tahun 2013, pasangan itu dianugerahi anak lagi saat tinggal di London dan menamai anaknya Lula Rosylea. Menurut Adams, anak keduanya lahir ketika mereka sedang minum teh. "Rosylea adalah bahasa gaul London untuk 'secangkir teh' dan nama Lula berasal dari lagu Gene Vincent 'Be-Bop-A-Lula'."
Nah, pada tahun 2002, ketika Bryan Adams masih lajang dan ditanya mengenai rencananya menjadi orangtua dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, Adams gak bisa menjawab. Hal ini mungkin berkaitan dengan masa kecilnya yang penuh trauma. Ia cuma bilang kalau itu adalah pertanyaan yang mendalam.
9. Bryan Adams pernah mengonsumsi narkoba di masa lalu

Bryan Adams pernah menyentuh narkoba sebelum ia terkenal. Sebagaimana yang diungkapkan The Guardian, Adams putus sekolah saat berusia 15 tahun dan bergaul dengan teman-teman yang gak benar. Adams sendiri mengakui kalau masa-masa itu adalah masa-masa yang sembrono. "Masa terburuk saya dengan minuman keras dan narkoba adalah di masa remaja, sebelum usia 16 tahun." Dengan terlihat gak nyaman, Adams menambahkan, "Kami menempuh jalan kecil itu. Kamu tahu? Kami semua berada di jalan menuju neraka."
Nah, lalu apa yang membuatnya sadar dan memilih untuk menjauhi lingkaran setan itu, ya? Rupanya Bryan Adams pernah tersandung masalah hukum karena zat terlarang itu. Ibunya bahkan datang menjemputnya dari penjara, yang membuat Adams terguncang dan menyesal.
Saat Bryan Adams melihat ibunya, ia menyadari bahwa ia gak mau terus menyakiti ibunya dan memilih untuk memperbaiki perilakunya. Adams juga yakin kalau wajahnya yang berjerawat kala itu akibat dari kebiasaan buruknya menyentuh narkoba. Dia bilang, "Saya awalnya gak menyadari dan gak pernah berbuat apa pun untuk memperbaikinya, karena saya menganggap itu bagian dari karakter saya. Itulah yang terjadi pada saya."
10. Bryan Adams adalah seorang fotografer berbakat

Sebagai seorang seniman, gak diragukan lagi kalau Bryan Adams punya banyak bakat. Adams pernah berkecimpung sebagai seorang fotografer. Ia mengoleksi foto-foto yang mengesankan dari banyak selebriti, mengadakan pameran, dan menerbitkan buku.
Buku fotografi pertamanya dari tahun 2012 berjudul "Bryan Adams Exposed", yang berisi foto-foto menakjubkan dari artis-artis terkenal seperti Pink, Lindsay Lohan, Amy Winehouse (yang memiliki hubungan baik dengannya), Billy Idol, Mick Jagger, dan banyak lagi. Bagi Adams, musik dan fotografi adalah kegiatan yang membuatnya puas. Ia bilang kepada Musée Magazine, "Saya menyukai kedua media tersebut, dan merasa senang menciptakan sesuatu dari ketiadaan."
Bryan Adams menambahkan kalau ia tertarik dengan dunia fotografi sejak usia dini. Awalnya, pamannya yang bekerja sebagai eksekutif di perusahaan film Ilford, memberinya banyak film. Ia pun memotret dengan kamera orangtuanya dan mengabadikan dunia di sekitarnya.
Salah satu buku fotografi Bryan Adams, "Wounded", mengeksplorasi perang dan dampaknya yang mengerikan pada manusia lewat pengalaman para tentara Inggris. Adams bilang, "Membuat foto-foto itu membuat saya bertanya-tanya betapa besarnya penderitaan yang dialami mereka."
11. Bryan Adams dianggap rasis karena menyalahkan orang China atas penyebaran virus COVID-19

Pada Mei 2020, Bryan Adams mendapat kritik keras karena dituduh berkata rasis di media sosial, menyusul pembatalan beberapa konsernya di London akibat COVID-19. Dilansir The Los Angeles Times, penyanyi itu kesal ketika mengunggah video di Instagram dengan menuduh orang-orang serakah pemakan kelelawar, penjual hewan di pasar, dan pembuat virus sebagai penyebab pandemik.
Namun, Bryan Adams meminta maaf atas ucapannya itu ketika netizen mengkritiknya karena bersikap rasis terhadap orang China. Adams bilang, "Gak ada maksud apa pun, saya hanya ingin melampiaskan kekesalan tentang kekejaman terhadap hewan di pasar ini sebagai kemungkinan sumber virus, dan saya ingin mempromosikan veganisme." Setelah pernyataan itu, beberapa organisasi hak-hak hewan mendukung Adams. Selain itu, Adams kemudian mengedit keterangan unggahan aslinya dan menghapus pernyataan kontroversialnya.
12. Bryan Adams dipuji atas karyanya bagi kemanusiaan

Bryan Adams berkontribusi bagi dunia dan punya caranya sendiri untuk membuat perubahan. Sang musisi pernah menggelar pertunjukan amal di Karachi, Pakistan untuk menggalang dana pada tahun 2006. Konser tersebut diadakan untuk menggalang dana bagi sekolah-sekolah yang terkena dampak gempa bumi dahsyat di negara itu. Ribuan penggemar datang untuk menyaksikan Bryan Adams menyanyikan beberapa lagu populernya, seperti "Summer of '69" dan "Run To You."
Pada tahun 1985, Bryan Adams berkolaborasi dengan musisi lain dalam lagu "Tears Are Not Enough" untuk memberikan dukungan kepada Ethiopia dari krisis kelaparan, seperti yang dilaporkan CBC News. Adams juga bekerja sama dengan organisasi-organisasi terkemuka seperti Greenpeace dan PETA untuk menyuarakan isu-isu yang ia pedulikan.
Di sisi lain, penyanyi ini menerima beberapa penghargaan atas karyanya tentang kemanusiaan. Saat menerima penghargaan pada tahun 2010, Bryan Adams berharap bisa memotivasi orang lain. Adams bilang, "Saya menerima penghargaan ini dengan harapan bahwa penghargaan ini akan menginspirasi dan mendorong orang lain untuk berkontribusi."
Nah, karena terkenal sangat bersahaja, wajar saja jika Bryan Adams masih menjadi idola lintas generasi. Bahkan, konsernya masih ditunggu-tunggu banyak penggemarnya dari beberapa generasi. Apakah kamu salah satu yang menonton konser Bryan Adams di Jakarta pada 3 Februari 2026?

















