- Warner Bros. Pictures
- Paramount Pictures
- DC
- HBO dan HBO Max
- New Line Cinema
- Cartoon Network
- CNN
- TNT
- TBS
- Discovery
- MTV
- Comedy Central
- CBS
- Nickelodeon
- Paramount+
- dan masih banyak lagi
Fakta Skydance, Merger Warner Bros. dan Paramount yang Akhirnya Resmi

- Warner Bros. dan Paramount Skydance dijadwalkan resmi merger pada 6 Oktober 2026, membentuk payung baru bernama Skydance yang dipimpin David Ellison dan Co-CEO Ynon Kreiz.
- Skydance akan menaungi studio, layanan streaming, jaringan TV, serta franchise besar, termasuk Warner Bros. Pictures, Paramount Pictures, DC, HBO, Harry Potter, Nickelodeon, MTV, CBS, dan Paramount+.
- Dalam dua tahun pertama, Skydance wajib memproduksi 30 film per tahun, dengan 20 rilis bioskop global, serta menambah investasi produksi film AS sebesar 300 juta dolar per tahun.
Setelah melalui perjalanan yang panjang, akhirnya Warner Bros. dan Paramount Skydance akan resmi melakukan merger. CEO David Ellison pada Jumat (2/10/2026) mengumumkan kabar ini melalui media sosialnya, sekaligus membagikan trailer yang menampilkan beberapa tayangan IP unggulan dari Warner Bros. dan Paramount.
Setelah resmi menjadi satu, kedua perusahaan hiburan besar tersebut akan menyiapkan satu payung besar bernama Skydance. Nama ini diambil dari perusahaan Paramount Skydance yang disebut telah menjadi budaya bagi kedua perusahaan. Nantinya, studio-studio seperti Warner Bros. Pictures, Paramount Pictures, dan banyak anak perusahaan lainnya masih akan dipertahankan.
1. Diresmikan pada 6 Oktober

Skydance (x.com/paramountco) Kabar akan dijualnya Warner Bros. Dicovery sudah menjadi sorotan sejak kabarnya pertama kali muncul pada 2025 lalu. Saat itu, Netflix menjadi salah satu yang paling serius untuk mengakuisisinya hingga menawarkan nominal yang fantastis, sekitar 82,7 miliar dolar Amerika. Namun, karena beberapa alasan Netflix akhirnya mundur hingga akhirnya Paramount Skydance yang menjadi peminat paling serius dalam persaingan tersebut.
Dalam kabar terbaru, kesepakatan yang akan menyatukan Warner Bros. dan Paramount menjadi Skydance dijadwalkan rampung pada 6 Oktober mendatang. Nantinya Skydance akan dipimpin oleh David Ellison sebagai Chairman dan CEO, didampingi oleh mantan CEO Mattel, Ynon Kreiz, yang akan bekerja sebagai Co-CEO.
2. Studio dan TV yang masuk di bawah Skydance

Skydance (x.com/paramountco) Bergabungnya Warner Bros. dan Paramount merupakan salah satu merger terbesar di industri hiburan film dan televisi. Keduanya diketahui menjadi induk perusahaan dari berbagai studio film dan juga channel TV besar di Hollywood.
Dengan terjadinya merger ini, Skydance akan menjadi induk baru bagi franchise-franchise besar seperti DC Universe, Harry Potter, The Lord of the Rings, Game of Thrones, hingga jaringan TV seperti Nickelodeon, MTV, Comedy Central dan lainnya. Berikut studio dan TV yang akan masuk di bawah Skydance:
3. Komitmen mau bikin 30 film setiap tahun

Harry Potter (dok. Warner Bros.) Dalam merger ini, kedua perusahaan ternyata memiliki kesepakatan hukum yang harus mereka penuhi. Beberapa di antaranya, di dua tahun pertama Skydance harus membuat 30 film per tahun, 20 film di antaranya harus dirilis di bioskop global. Target tersebut akan bertambah menjadi 32 film per tahun dengan 21 film dirilis di bioskop global.
Selain itu, Skydance juga harus menaikkan tingkat investasi produksi film di AS sebesar 300 juta dolar AS per tahun. Jika ada kesepakatan yang tidak terpenuhi, mereka harus membayar 30 juta dolar AS. Kesepakatan ini dibuat atas tuntutan 12 negara bagian AS dengan alasan kekhawatiran persaingan di industri film berkurang akibat merger ini. Tuntutan tersebut telah dikabulkan pengadilan.
Menarik ditunggu kiprah Warner Bros. dan Paramount setelah gabung jadi Skydance, terutama rencana mereka untuk franchise-franchise besar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















