7 Film Animasi Diproduseri Mark Swift, Terbaru Forgotten Island

- Mark Swift terlibat sebagai produser dalam tujuh film animasi DreamWorks, mencakup waralaba Madagascar, Penguins of Madagascar, Captain Underpants, The Croods, dan Puss in Boots.
- Karya-karya yang diproduserinya menghadirkan ragam cerita, dari komedi petualangan hewan dan misi mata-mata hingga konflik keluarga serta kisah emosional Puss yang kehilangan nyawa.
- Film terbaru Swift, Forgotten Island, mengikuti Jo dan Raissa yang terjebak di pulau Nakali berlandaskan mitologi Filipina setelah memasuki portal ajaib.
Kalau kamu penggemar film animasi DreamWorks, nama Mark Swift mungkin terdengar familiar meski jarang muncul di layar. Ia merupakan produser yang terlibat dalam sejumlah film animasi populer, seperti Madagascar dan film Puss in Boots: The Last Wish.
Pada 2026, Mark Swift kembali memproduseri film animasi DreamWorks, Forgotten Island (2026), film petualangan seru yang terinspirasi dari budaya dan mitologi Filipina. Film animasi ini memang belum tayang di Indonesia, tetapi di Amerika Serikat, film ini sudah tayang sejak 2 Oktober 2026 lalu.
Menariknya, film-film yang diproduseri Mark Swift punya cerita dan karakter yang cukup beragam. Mulai dari petualangan kocak para hewan hingga kisah seekor kucing yang harus menghadapi kenyataan tentang hidupnya. Berikut tujuh film animasi yang melibatkan Mark Swift sebagai produser. Layak masuk watchlist kamu!
1. Madagascar: Escape 2 Africa (2008)

Madagascar: Escape 2 Africa (dok. DreamWorks Animation Australia/Madagascar: Escape 2 Africa) Petualangan Alex si singa, Marty si zebra, Melman si jerapah, dan Gloria si kuda nil berlanjut dalam Madagascar: Escape 2 Africa. Kali ini, mereka meninggalkan Madagaskar dan menghadapi petualangan baru ketika perjalanan mereka membawa rombongan tersebut ke benua Afrika.
Film ini menjadi salah satu proyek awal yang memperlihatkan keterlibatan Mark Swift dalam waralaba Madagascar. Sebagai produser, ia aktif di balik pengembangan sekuel yang tidak hanya mempertahankan humor khas film pertamanya, tetapi juga memberi cerita yang lebih personal pada para karakternya.
2. Madagascar 3: Europe's Most Wanted (2012)

Madagascar 3 (dok. DreamWorks Madagascar/Madagascar 3) Setelah bertualang di Madagaskar dan Afrika, Alex serta kawan-kawan kembali melanjutkan perjalanan dalam Madagascar 3: Europe's Most Wanted. Kali ini, mereka berusaha menemukan jalan pulang ke New York dan justru bergabung dengan sebuah kelompok sirkus keliling di Eropa.
Mark Swift kembali terlibat sebagai produser dalam film ketiga ini. Dengan latar Eropa yang penuh warna dan aksi yang semakin heboh, film ini membawa formula komedi Madagascar ke level yang lebih besar sekaligus menjadi salah satu perjalanan paling seru yang dialami Alex dan kawan-kawan.
3. Penguins of Madagascar (2014)

Penguins of Madagascar (dok. Universal Kids/Penguins of Madagascar) Siapa yang tidak mengenal Skipper, Kowalski, Rico, dan Private? Setelah mencuri perhatian sebagai karakter pendukung dalam Madagascar, empat penguin tersebut akhirnya mendapatkan film mereka sendiri lewat Penguins of Madagascar.
Mark Swift menjadi bagian dari tim produksi film spin-off ini. Ceritanya membawa para penguin ke dalam misi mata-mata yang penuh kekacauan, sehingga humor slapstick dan aksi menjadi dua elemen utama yang membuat petualangan mereka tetap terasa berbeda dari film utama Madagascar.
4. Captain Underpants: The First Epic Movie (2017)

Captain Underpants: The First Epic Movie (dok.20th Century Studios UK/Captain Underpants: The First Epic Movie) Mark Swift kemudian terlibat dalam Captain Underpants: The First Epic Movie, film animasi yang diadaptasi dari seri buku anak-anak populer karya Dav Pilkey. Ceritanya mengikuti George dan Harold, dua sahabat yang gemar membuat komik yang kemudian secara tidak sengaja menghipnosis kepala sekolah mereka hingga kepala sekolah mereka percaya bahwa dirinya adalah Captain Underpants.
Keterlibatan Swift dalam proyek ini memperlihatkan bahwa filmografinya tidak hanya berkutat pada karakter orisinal DreamWorks. Adaptasi buku anak-anak tersebut dikemas menjadi animasi komedi yang absurd, ringan, dan penuh energi, sesuai dengan gaya humor khas sumber aslinya.
5. The Croods: A New Age (2020)

The Croods: A New Age (dok.Universal Pictures UK/The Croods: A New Age) Keluarga Croods kembali menghadapi perubahan dalam The Croods: A New Age. Kali ini, keluarga manusia purba tersebut bertemu dengan keluarga Betterman yang memiliki gaya hidup lebih maju, sehingga perbedaan cara berpikir mereka memunculkan berbagai konflik sekaligus momen komedi.
Mark Swift ikut terlibat sebagai produser dalam sekuel ini. Lewat The Croods: A New Age, ia kembali berada di balik film animasi yang memadukan petualangan dengan tema keluarga, terutama tentang bagaimana menghadapi perubahan dan menerima orang yang memiliki cara hidup berbeda.
6. Puss in Boots: The Last Wish (2022)

Puss in Boots: The Last Wish (dok. Universal Pictures/Puss in Boots: The Last Wish) Salah satu proyek Mark Swift yang paling mendapat perhatian adalah Puss in Boots: The Last Wish. Film ini kembali menghadirkan Puss, karakter kucing petualang dari semesta Shrek, tetapi dengan cerita yang jauh lebih emosional ketika ia menyadari bahwa hanya tersisa satu dari sembilan nyawanya.
Swift menjadi salah satu produser film yang kemudian meraih kesuksesan besar tersebut. Tidak hanya berhasil secara finansial, Puss in Boots: The Last Wish juga mendapatkan nominasi di ajang bergengsi, seperti Oscar, BAFTA, dan Golden Globes, sekaligus menunjukkan bahwa film animasi dapat menghadirkan cerita yang menghibur sekaligus menyentuh.
7. Forgotten Island (2026)

Forgotten Island (dok. Universal Pictures/Forgotten Island) Perjalanan Mark Swift di dunia animasi berlanjut melalui Forgotten Island, film animasi terbaru DreamWorks yang mengangkat petualangan fantasi dengan sentuhan mitologi dan budaya Filipina. Film ini membawa penonton ke dunia yang terinspirasi oleh kekayaan cerita rakyat Filipina, sekaligus mengangkat tema persahabatan sebagai salah satu bagian penting dalam ceritanya.
Forgotten Island menceritakan tentang Jo (H.E.R.) dan Raissa (Liza Soberano) yang tidak sengaja masuk ke portal ajaib dan terjebak di sebuah pulau misterius yang berakar dari mitologi Filipina. Portal tersebut membawa mereka ke pulau fantasi bernama Nakali yang penuh makhluk ajaib, monster, dan roh. Petualangan seru Jo dan Raissa untuk menemukan jalan pulang menjadi cerita menarik untuk diikuti.
Jika melihat deretan film tersebut, perjalanan Mark Swift sebagai produser memperlihatkan rentang cerita yang cukup luas. Ia terlibat dalam berbagai proyek, mulai dari Madagascar yang mengandalkan komedi dan petualangan, The Croods yang menyoroti keluarga, hingga Puss in Boots: The Last Wish yang menawarkan sisi emosional dari karakter yang sudah dikenal penonton. Kini, Forgotten Island membawa warna baru melalui eksplorasi mitologi dan budaya Filipina. Dari ketujuh film animasi di atas, menurutmu mana yang paling seru buat ditonton?

























