Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Film Asia yang Tembus Piala Oscar 2027, Ada Empat Musim Pertiwi
potret penghargaan Oscars (dok. oscars.org)
  • Indonesia mengajukan Four Seasons in Java karya Kamila Andini untuk Best International Feature Film Oscar 2027.

  • Kamboja, Vietnam, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina juga memilih Becoming Human, Spirit Guardians, The Fox King, 9 Temples to Heaven, We Are All Strangers, serta Filipiñana.

  • Ketujuh film telah mendapat sorotan di festival internasional, termasuk Toronto, Venice, Cannes, Berlin, dan Sundance.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Film Asia yang tembus ke Piala Oscar 2027 mulai mencuri perhatian menjelang perhelatan Academy Awards ke-99. Ajang penghargaan bergengsi ini bakal digelar pada 14 Maret 2027 di Dolby Theatre, Hollywood.

Kabar baiknya, sejumlah sineas dari negara Asia mulai mengirimkan film pilihan mereka untuk bersaing di kategori Best International Feature Film. Salah satunya adalah Indonesia yang mengirim Four Seasons in Java atau Empat Musim Pertiwi sebagai perwakilan untuk Oscar 2027.

Selain Indonesia, sejumlah negara Asia lainnya juga telah memilih film yang akan mereka ajukan. Kira-kira negara mana saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

1. Four Seasons in Java

Four Seasons in Java atau Empat Musim Pertiwi bakal jadi film yang mewakili Indonesia dalam kategori Best International Feature Film Oscar 2027. Film garapan Kamila Andini ini menceritakan kisah Pertiwi yang kembali ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun berada di penjara. 

Kepulangannya membuat ia harus berhadapan kembali dengan orang-orang, kenangan, serta kekerasan yang membentuk masa lalunya. Film ini dibintangi oleh Putri Marino sebagai Pertiwi bersama sejumlah aktor populer seperti Arya Saloka dan Christine Hakim. 

Sebelum dipilih menjadi wakil Indonesia, Four Seasons in Java sudah lebih dulu melakukan pemutaran perdana di Toronto International Film Festival 2026 dan masuk dalam sejumlah festival film internasional lainnya. Gak heran kalau film ini dipilih menjadi perwakilan dari Indonesia.

2. Becoming Human

Selanjutnya, ada Becoming Human yang menjadi film pilihan Kamboja untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Film yang memiliki judul asli Chiet Chea Manusa ini merupakan debut film panjang sutradara Polen Ly.

Becoming Human menceritakan Thida, penjaga roh dari sebuah bioskop tua yang terancam dihancurkan. Sebagai roh, Thida kemudian dihadapkan pada pilihan menjalani kelahiran kembali dan menjadi manusia atau tetap menjadi hantu tanpa tempat tinggal. 

Kehidupannya berubah ketika ia bertemu dengan Hai, seorang manusia yang memiliki hubungan dekat dengan Thida. Lewat hubungan Thida dan Hai, Becoming Human gak cuma membawa kisah tentang dunia roh dan manusia. 

Film ini juga mengeksplorasi perubahan sosial di Kamboja, trauma masa lalu, hingga bagaimana manusia bisa bangkit dari kondisi yang penuh luka. Sebelum dipilih sebagai wakil Kamboja untuk Oscar 2027, Becoming Human sudah lebih dulu mencuri perhatian di berbagai festival film internasional. 

Becoming Human juga melakukan world premiere di Venice International Film Festival 2025 lewat program Biennale College Cinema. Selain itu, film ini juga diputar di Busan, BFI London, hingga Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

3. Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor

Dari Vietnam, ada Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor yang menjadi film pilihan untuk mengikuti babak seleksi awal kategori International Feature Film di Oscar 2027. Film ini memiliki judul asli Hộ Linh Tráng Sĩ: Bí Ẩn Mộ Vua Đinh dan disutradarai oleh Nguyễn Phan Quang Bình.

Film bergenre sejarah fantasi ini mengambil latar masa Dinasti Đinh dan terinspirasi dari legenda seputar makam Đinh Tiên Hoàng, kaisar pertama Vietnam. Spirit Guardians: The Last Secret of the First Emperor menceritakan tujuh prajurit yang mendapat misi rahasia untuk melindungi makam sang kaisar beserta rahasia di dalamnya.

Sebelum dipilih untuk Oscar 2027, film ini sudah lebih dulu mencuri perhatian di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Menariknya, Spirit Guardians menjadi film Vietnam pertama yang mendapat kesempatan tampil dalam program Gala Presentations di TIFF.

4. The Fox King

Berikutnya ada The Fox King atau Semusim Lara yang menjadi film pilihan Malaysia untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Woo Ming Jin ini merupakan koproduksi Malaysia-Indonesia dengan Dian Sastrowardoyo, Idan Aedan, dan Hadi Putra sebagai pemeran utamanya.

The Fox King menceritakan saudara kembar bernama Ali dan Amir yang tumbuh tanpa sosok ibu. Sayangnya, hubungan mereka mulai mengalami perubahan setelah sang ayah menikah lagi. Kehadiran Lara (Dian Sastrowardoyo), seorang guru bahasa Inggris baru yang membawa perubahan besar dalam kehidupan keduanya.

Menariknya, sebelum dipilih sebagai wakil Malaysia untuk Oscar 2027, The Fox King sudah lebih dulu berkeliling di berbagai festival film internasional. The Fox King telah ditayangkan di Toronto International Film Festival (TIFF) 2025 lewat program Centrepiece. 

Setelah itu, film tersebut juga diputar di Busan International Film Festival, Jakarta Film Week, Taipei Golden Horse Film Festival, Singapore International Film Festival, Beijing International Film Festival, hingga San Francisco International Film Festival. The Fox King akhirnya resmi tayang di bioskop Malaysia pada 17 September 2026 dengan judul lokal Semusim Lara.

5. 9 Temples to Heaven

Selanjutnya ada 9 Temples to Heaven yang menjadi film pilihan Thailand untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Film dengan judul asli 9 วัด สู่สวรรค์ ini ditulis dan disutradarai oleh Sompot Chidgasornpongse dan menjadi debut film panjang fiksinya.

Film ini menceritakan sebuah keluarga yang melakukan perjalanan ke sembilan kuil dalam satu hari. Alasannya, seorang peramal memberi tahu bahwa sang nenek yang berusia 83 tahun kemungkinan gak akan hidup hingga ulang tahunnya berikutnya.

Namun, kesembilan anggota keluarga ini memiliki pandangan berbeda soal agama, kehidupan, dan hubungan keluarga. Sepanjang perjalanan, mereka berbagai perbedaan dan konflik antargenerasi mulai muncul.

Film ini melakukan world premiere di Directors' Fortnight dalam Cannes Film Festival 2026. 9 Temples to Heaven bahkan menjadi film Thailand pertama yang dipilih untuk program tersebut dalam 19 tahun, setelah Ploy karya Pen-ek Ratanaruang pada 2007.

Selain Cannes, film ini juga mendapat perhatian di festival internasional lain. Sompot berhasil memenangkan Best Director dan pemeran utama Sompop Songkampol meraih Best Actor di Asian New Talent Awards di Shanghai International Film Festival 2026.

6. We Are All Strangers

Dari Singapura, ada We Are All Strangers yang dipilih sebagai film yang didaftarkan untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Film ini ditulis dan disutradarai oleh Anthony Chen dan dibintangi Yeo Yann Yann, Koh Jia Ler, Andi Lim, dan Regene Lim.

Film ini menceritakan kisah Junyang, laki-laki berusia 21 tahun yang harus menghadapi perubahan besar dalam hidupnya setelah kekasihnya diketahui hamil. Di lain sisi, sang ayah yang telah lama menjadi orang tua tunggal juga memulai hubungan baru. 

Keadaan tersebut membuat hubungan ayah dan anak ini perlahan berubah. We Are All Strangers sendiri merupakan film terakhir dari trilogi Growing Up karya Anthony Chen yang dimulai melalui Ilo Ilo (2013) dan Wet Season (2019). 

Ketiga film tersebut sama-sama mengangkat kehidupan, keluarga, serta hubungan antarmanusia dalam konteks masyarakat Singapura. Sebelum dipilih untuk mewakili Singapura di Oscar 2027, film ini menjadi film Singapura pertama yang masuk kompetisi utama Berlin International Film Festival dalam sejarah 76 tahun festival tersebut.

Selain itu, film ini juga diputar di Toronto International Film Festival dan mendapatkan tujuh nominasi di 63rd Golden Horse Awards. Gak cuma filmnya, pemain We Are All Strangers juga berhasil mendapat nominasi Best Leading Actress di acara tersebut.

7. Filipinana

Terakhir, ada Filipiñana yang menjadi film perwakilan Filipina untuk kategori Best International Feature Film di Oscar 2027. Film yang ditulis, disutradarai, sekaligus diedit oleh Rafael Manuel ini menjadi debut film panjang pertamanya.

Dibintangi oleh Jorrybell Agoto dan Carmen Castellanos, Filipiñana mengikuti kisah Isabel, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai tee girl di sebuah klub golf eksklusif. Dari pekerjaannya tersebut, ia perlahan menemukan berbagai rahasia di balik kehidupan mewah para penghuni klub. 

Film ini mengangkat isu perbedaan kelas sosial, kekuasaan, ketimpangan, hingga kekerasan struktural yang terjadi di tengah masyarakat Filipina. Menariknya, Filipiñana sudah lebih dulu mendapat perhatian cinephile di berbagai festival film internasional. 

Sebelumnya, Filipiñana sudah melakukan world premiere di Sundance Film Festival 2026 dan berhasil membawa pulang World Cinema Dramatic Special Jury Award for Creative Vision. Setelah itu, Filipiñana juga melakukan pemutaran perdana di Eropa melalui Berlin International Film Festival.

Selain itu, film ini juga meraih sejumlah penghargaan lain, termasuk Best Feature Film dan Youth Jury Award di Festival Internacional de Cine de Valencia, Grand Jury Prize for Best Narrative Feature di Independent Film Festival Boston, serta Golden Gate Award for New Directors Competition di San Francisco International Film Festival.

Itulah tujuh film Asia yang tembus ke Piala Oscar 2027 dan telah dipilih sebagai perwakilan negara masing-masing. Jadi, film mana yang paling bikin kamu penasaran?

Curated For You

Editorial Team

Related Article