Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Film Barat Wajib Tonton setelah Nobody Loves Kay, Inspiratif!

4 Film Barat Wajib Tonton setelah Nobody Loves Kay, Inspiratif!
adegan dalam film Nobody Loves Kay (dok. Visinema/Nobody Loves Kay)
Intinya Sih
  • Film Indonesia Nobody Loves Kay mengisahkan perjuangan remaja bernama Kay yang berusaha membuktikan dunia esports layak diperjuangkan meski mendapat tekanan dari keluarga dan lingkungan.
  • Artikel merekomendasikan empat film Barat bertema serupa—Billy Elliot, Gran Turismo, Mid90s, dan The Fabelmans—yang sama-sama menyoroti semangat anak muda mengejar passion tak lazim di tengah tantangan sosial.
  • Keempat film tersebut menghadirkan pesan inspiratif tentang keberanian, dukungan teman serta keluarga, dan perjalanan menemukan jati diri setelah menonton kisah emosional Nobody Loves Kay.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Tayang di bioskop sejak Kamis (4/6/2026), Nobody Loves Kay langsung sukses mencuri perhatian dan menguras air mata penonton. Film Indonesia yang terinspirasi dari perjalanan nyata pro player Mobile Legends asal Filipina, Kairi, ini menyajikan perjuangan mengejar mimpi lewat kisah Kay (Bima Azriel), remaja yang berusaha membuktikan kalau dunia esports layak diperjuangkan meski mendapat banyak tekanan dari sekitarnya.

Menariknya, Nobody Loves Kay bukan cuma tentang esports, melainkan juga cerita tentang persahabatan, hubungan keluarga, tekanan hidup, serta keberanian untuk bangkit setelah terjatuh. Film coming-of-age ini dinilai relate dengan kebanyakan anak muda yang tengah mengejar mimpinya.

Jika kamu suka sentuhan coming-of-age yang hangat dan penuh inspirasi dalam film ini, ada beberapa film Barat yang menawarkan tema serupa. Sebagian mengangkat perjuangan mengejar passion yang dianggap gak lazim, sementara lainnya menyoroti arti dukungan dari teman dan keluarga saat menghadapi masa-masa sulit. Setelah Nobody Loves Kay, berikut empat rekomendasi film Barat yang siap bikin kamu kembali tersentuh!

1. Billy Elliot (2000)

adegan dalam film Billy Elliot
adegan dalam film Billy Elliot (dok. Universal Pictures/Billy Elliot)

Jauh sebelum Nobody Loves Kay, Billy Elliot sudah lebih dulu mengangkat kisah seorang remaja yang memilih jalan hidup yang bertentangan dengan ekspektasi lingkungannya. Berlatar Inggris Utara saat aksi mogok penambang batu bara era 1980-an, film ini mengikuti Billy Elliot (Jamie Bell), bocah 11 tahun yang gak sengaja jatuh cinta pada dunia balet. Sejak itu, ia diam-diam berlatih meski tahu minat barunya bakal ditentang oleh ayah dan kakaknya yang memegang pandangan konservatif soal maskulinitas.

Yang membuat Billy Elliot begitu membekas adalah penggambaran perjuangan seorang anak dalam mengejar mimpinya di tengah tekanan sosial. Billy bukan hanya harus membuktikan bakat menarinya, tetapi juga menghadapi stigma bahwa balet bukanlah dunia yang pantas bagi laki-laki. Konflik inilah yang membuat filmnya terasa sangat relevan dengan Nobody Loves Kay, karena keduanya sama-sama menyoroti anak muda yang berusaha memperjuangkan passion yang dianggap gak lazim oleh keluarga mereka.

2. Gran Turismo (2023)

poster film Gran Turismo
poster film Gran Turismo (dok. Columbia Pictures/Gran Turismo)

Bagi penggemar dunia game, Gran Turismo mungkin jadi film yang paling dekat dengan Nobody Loves Kay. Sama-sama terinspirasi dari kisah nyata, film ini mengikuti kisah Jann Mardenborough (Archie Madekwe), seorang remaja yang menghabiskan banyak waktunya bermain game balap Gran Turismo. Hidupnya berubah drastis ketika ia terpilih mengikuti program GT Academy, sebuah inisiatif yang mencari gamer terbaik untuk dilatih menjadi pembalap sungguhan.

Dari kamar tidur hingga lintasan balap profesional, Jann harus melewati latihan fisik yang berat sekaligus tekanan mental yang gak kalah menguras tenaga. Tantangannya makin besar karena ia berasal dari keluarga kelas pekerja dan harus menghadapi keraguan dari dunia motorsport yang memandang sebelah mata para gamer. Situasi tersebut tentu mengingatkan pada perjalanan Kay yang juga harus membuktikan bahwa pilihannya menekuni dunia Mobile Legends, yang kerap dipandang sebelah mata, bukanlah sebuah kesalahan.

3. Mid90s (2018)

adegan dalam film Mid90s
adegan dalam film Mid90s (dok. A24/Mid90s)

Disutradarai oleh Jonah Hill, Mid90s menawarkan potret kehidupan remaja yang autentik dan membumi. Film rilisan A24 ini menyoroti kisah Stevie (Sunny Suljic), bocah 13 tahun asal Los Angeles yang tumbuh di tengah situasi keluarga yang penuh tekanan dan ketidakhangatan. Di tengah rasa kesepian yang menghantuinya, ia akhirnya menemukan tempat bernaung bersama sekelompok skateboarder jalanan yang lebih tua dan karismatik.

Bagi fans Nobody Loves Kay, Mid90s dijamin terasa akrab karena sama-sama menyoroti remaja yang berusaha keluar dari tekanan keluarga melalui komunitas yang mereka cintai. Seperti Kay yang mendapat dukungan dari Ido (Rey Bong) dan Aurelio (Joshia Frederico) dalam mengejar mimpi sebagai atlet esports, Stevie juga menemukan keluarga pilihannya sendiri lewat teman-teman skateboard yang selalu ada di sisinya. Karena itulah, Mid90s menjadi rekomendasi yang sangat pas untuk kamu yang masih belum move on dari kisah penuh semangat, persahabatan, dan pencarian jati diri dalam Nobody Loves Kay.

4. The Fabelmans (2022)

adegan dalam film The Fabelmans
adegan dalam film The Fabelmans (dok. Universal Pictures/The Fabelmans)

Meski nuansanya lebih reflektif dibanding Nobody Loves Kay, The Fabelmans tetap menawarkan kehangatan yang sama dalam menggambarkan perjuangan mengejar mimpi nonkonvensional. Garapan sutradara legendaris Steven Spielberg ini mengajak kita mengintip masa kecilnya yang penuh magis lewat karakter fiksi bernama Sammy Fabelman (Gabriel LaBelle). Sambil mengasah bakatnya bikin film pendek pakai kamera 8 mm miliknya, cowok ini justru gak sengaja merekam rahasia besar yang meretakkan pernikahan kedua orang tuanya.

Keterkaitan film ini dengan kisah Kairi di Nobody Loves Kay terasa sangat kuat pada poin pergolakan batin seorang talenta muda berbakat. Lebih dari sekadar kisah tentang dunia kreatif, The Fabelmans juga menyoroti hubungan keluarga yang kompleks dengan cara yang terasa manusiawi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ditambah eksekusi visual yang sinematik, kamu bakal menyaksikan bagaimana dedikasi total pada akhirnya mampu membungkam segala keraguan di sekitar mereka.

Menonton perjuangan anak muda yang berani mengejar mimpi di tengah berbagai rintangan memang memiliki daya tarik tersendiri. Jadi, setelah dibuat terharu oleh Nobody Loves Kay, empat film Barat di atas bisa jadi tontonan berikutnya untuk menemani akhir pekan sekaligus memberimu inspirasi baru!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More