5 Film dan Serial Barat Mirip The Scandal, Inspirasinya Sama!

- The Scandal, drakor Netflix berlatar Joseon, mengadaptasi novel Prancis Les Liaisons dangereuses tentang taruhan, manipulasi, dan relasi kekuasaan.
- Dangerous Liaisons dan Valmont membawa kisah itu ke lingkungan bangsawan Eropa, sementara Cruel Intentions memodernkannya melalui konflik remaja kaya dan mahasiswa elite.
- Serial Prancis The Seduction menjadi prekuel dari sudut pandang Isabelle de Merteuil, menelusuri pengkhianatan dan perjuangannya di aristokrasi Paris.
The Scandal (2026) tengah ramai dibicarakan sejak tayang di Netflix pada 18 September 2026. Berlatar era Joseon, drakor ini mengikuti Lady Cho (Son Ye Jin) yang mengajak sepupunya, Cho Won (Ji Chang Wook), terlibat dalam sebuah taruhan untuk mendekati Hui Yeon (Nana), seorang janda muda yang dikenal menjaga kehormatannya.
The Scandal ternyata bukan cerita yang sepenuhnya baru karena diadaptasi dari novel klasik Prancis Les Liaisons dangereuses karya Pierre Choderlos de Laclos. Menariknya, novel tersebut sudah berkali-kali diolah ke layar dengan latar dan sudut pandang yang berbeda, termasuk lewat sejumlah film dan serial Barat.
Nah, kalau kamu penasaran dengan film dan serial Barat yang terinspirasi dari cerita klasik tersebut, berikut lima judul yang bisa kamu tonton setelah The Scandal. Kira-kira, seperti apa kisahnya ketika dibawa ke latar dan zaman yang berbeda?
1. Dangerous Liaisons (1988)

adegan dalam film Dangerous Liaisons (dok. Warner Bros. Pictures/Dangerous Liaisons) Disutradarai oleh Stephen Frears, Dangerous Liaisons diangkat dari drama panggung karya Christopher Hampton yang mengadaptasi novel Les Liaisons dangereuses. Film ini menjadi salah satu adaptasi yang paling mendapat pengakuan di antara judul-judul lainnya dengan meraih tujuh nominasi Oscar. Skenario dan desain kostumnya bahkan berhasil membuahkan tiga piala, termasuk Best Adapted Screenplay.
Dangerous Liaisons mengikuti dua bangsawan, Marquise de Merteuil (Glenn Close) dan Vicomte de Valmont (John Malkovich), yang gemar mempermainkan hubungan orang lain demi kepuasan pribadi. Merteuil lalu meminta Valmont mendekati perempuan yang menjadi sasaran balas dendamnya, sementara Valmont punya rencana sendiri untuk menaklukkan Madame de Tourvel (Michelle Pfeiffer). Persaingan keduanya pun semakin rumit dan mulai membawa konsekuensi bagi orang-orang di sekitar mereka.
2. Valmont (1989)

adegan dalam film Valmont (dok. Orion Pictures/Valmont) Setahun setelah Dangerous Liaisons, Miloš Forman menghadirkan versinya sendiri lewat Valmont yang dibintangi Colin Firth dan Annette Bening. Film ini mengikuti Marquise de Merteuil (Bening) yang meminta Vicomte de Valmont (Firth) menggoda Cécile de Volanges (Fairuza Balk) untuk balas dendam kepada mantan kekasihnya. Di sisi lain, Valmont justru tertarik pada Madame de Tourvel (Meg Tilly), hingga hubungan tersebut ikut menjadi bagian dari taruhan antara dirinya dan Merteuil.
Meski diangkat dari novel yang sama, versi Miloš Forman ini membawa pendekatan yang berbeda dari film Stephen Frears. Karena dirilis berdekatan dengan Dangerous Liaisons, performanya di box office tergolong kurang memuaskan. Walau begitu, film ini tetap mendapat pujian berkat pendekatan karakter yang terasa lebih manusiawi serta visual lokasi syutingnya yang indah.
3. Cruel Intentions (1999)

adegan dalam film Cruel Intentions (dok. Sony Pictures Releasing/Cruel Intentions) Cruel Intentions menjadi salah satu adaptasi modern paling dikenal dari Les Liaisons dangereuses. Kalau dua film sebelumnya membawa kisah tersebut ke lingkungan bangsawan Eropa, film ini memindahkannya ke kalangan siswa SMA kaya di New York sehingga lebih dekat dengan penonton modern. Cruel Intentions juga meraih kesuksesan box office, berkembang menjadi cult classic, dan melahirkan beberapa judul lanjutan dalam waralabanya.
Di sini, "permainan" tersebut dilakukan oleh sepasang saudara tiri, Kathryn Merteuil (Sarah Michelle Gellar) dan Sebastian Valmont (Ryan Phillippe). Kathryn menantang Sebastian untuk merayu Annette Hargrove (Reese Witherspoon), putri kepala sekolah yang telah bersumpah mempertahankan kesuciannya hingga menikah. Namun, permainan tersebut menjadi gak terkendali ketika Sebastian justru benar-benar jatuh hati pada Annette.
4. Cruel Intentions (2024)

adegan dalam serial Cruel Intentions (dok. Amazon Prime Video/Cruel Intentions) Kisah Cruel Intentions kembali diolah menjadi serial pada 2024 dengan mengambil latar kehidupan kampus elite di Washington, D.C. Di sana, Caroline Merteuil (Sarah Catherine Hook) dan Lucien Belmont (Zac Burgess) adalah saudara tiri yang terbiasa berada di puncak hierarki sosial kampus sampai sebuah insiden perpeloncoan mengancam posisi mereka. Untuk mempertahankan pengaruh tersebut, keduanya merancang taruhan yang melibatkan Annie Grover (Savannah Lee Smith), putri wakil presiden Amerika Serikat.
Tayang di Prime Video, serial delapan episode ini gak cuma mengulang cerita film 1999 dengan pemeran baru. Keputusan memindahkan latar dari SMA ke kehidupan mahasiswa modern bikin ketegangan psikologisnya terasa lebih mature. Sayangnya, setelah mendapat ulasan beragam dari para kritikus, serial ini akhirnya dibatalkan setelah berjalan satu musim.
5. The Seduction (2025–sekarang)

adegan dalam serial The Seduction (dok. HBO Max/The Seduction) Kalau ingin kembali ke nuansa period drama, serial Prancis yang tayang di HBO Max ini bisa jadi pilihan. Berbeda dari versi lain, The Seduction berfungsi sebagai prekuel yang menggali kehidupan Isabelle de Merteuil (Anamaria Vartolomei) sebelum ia dikenal sebagai Marquise de Merteuil. Diproduksi dari sudut pandang perempuan (female gaze), serial ini menyoroti perjuangan Isabelle dalam menghadapi kehidupan di tengah dominasi pria pada era tersebut.
Kisahnya dimulai setelah Isabelle dikhianati dan dimanfaatkan oleh Valmont (Vincent Lacoste). Dari situ, ia memanfaatkan kecerdikan dan kemampuan membaca situasi untuk mendapatkan kembali tempatnya di tengah lingkaran elite aristokrasi Paris. Perjalanan balas dendam inilah yang perlahan membentuk sosok Merteuil yang dikenal dingin dan manipulatif dalam novel klasik Laclos.
Masing-masing adaptasi menawarkan cara yang berbeda dalam menghidupkan intrik, manipulasi, dan permainan relasi kekuasaan dari cerita klasiknya. Mulai dari atmosfer bangsawan Eropa, kehidupan remaja modern, hingga kisah Merteuil sebelum dikenal dalam novel, semuanya membawa warna tersendiri. Setelah The Scandal, versi mana yang paling ingin kamu tonton lebih dulu?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















