Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film dan Serial yang Wajib Ditonton setelah Undertone
adegan dalam film Undertone (dok. 24/Undertone)
  • Undertone (2025) kini tersedia di Netflix, mengikuti podcaster horor Evy yang mengalami kejadian aneh setelah menerima rekaman misterius, dengan teror dibangun lewat suara, keheningan, dan rumah sepi.
  • Monolith, Pontypool, Berberian Sound Studio, dan The Vast of Night direkomendasikan karena memakai investigasi audio, siaran radio, efek suara, atau frekuensi misterius untuk membangun ketegangan.
  • Serial Calls menyajikan kisah apokaliptik hampir seluruhnya melalui percakapan telepon dan visual gelombang suara; tiap episode berdiri sendiri tetapi terhubung dalam satu misteri besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah gak sempat tayang di bioskop Indonesia, Undertone (2025) akhirnya sudah bisa ditonton di Netflix. Film horor rilisan A24 ini mengikuti Evy (Nina Kiri), penyiar podcast horor yang menerima rekaman audio misterius dan mulai mengalami kejadian aneh setelah mendengarkannya.

Salah satu hal yang bikin Undertone menarik adalah caranya menghadirkan teror tanpa terlalu banyak memperlihatkan sosok mengerikan. Suara, keheningan, dan suasana rumah yang sepi dimanfaatkan Ian Tuason, sang sutradara, untuk bikin penonton terus menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi.

Kalau kamu suka Undertone, ada lima rekomendasi film dan serial lain yang bisa jadi tontonan berikutnya. Gak semuanya punya cerita yang mirip, tapi sama-sama punya cara unik dalam memanfaatkan suara, rekaman, atau siaran untuk bikin merinding!

1. Monolith (2022)

adegan dalam film Monolith (dok. Bonsai Films/Monolith)

Secara konsep, Monolith sangat mirip dengan Undertone. Film thriller fiksi ilmiah asal Australia ini sama-sama mengandalkan investigasi berbasis audio untuk membangun ketegangan. Seperti Undertone pula, Monolith hampir seluruhnya hanya menampilkan satu pemeran di sepanjang film.

Tokoh utamanya adalah seorang jurnalis (Lily Sullivan) yang kariernya terpuruk lalu mencoba bangkit dengan membuat podcast investigasi. Suatu hari, ia menerima informasi tentang batu bata hitam misterius yang muncul di hadapan orang-orang saat mengalami masa sulit. Semakin dalam penyelidikannya, ia justru terjebak dalam konspirasi aneh yang perlahan mengubah hidupnya.

2. Pontypool (2008)

adegan dalam film Pontypool (dok. Maple Pictures/Pontypool)

Meski hanya berlatar satu lokasi, Undertone sama sekali gak membosankan. Itu pula yang bakal kamu rasakan saat menonton Pontypool. Film horor psikologis asal Kanada ini berfokus pada seorang penyiar radio (Stephen McHattie) yang terjebak di dalam stasiun radio kecil ketika sebuah wabah misterius mulai menyebar di luar.

Awalnya, ia hanya menerima laporan tentang kerusuhan yang terjadi di berbagai sudut kota. Namun, situasi berubah makin mencekam setelah diketahui bahwa wabah tersebut menyebar melalui kata-kata tertentu yang diucapkan dan dipahami orang lain. Jika kamu sedang mencari film zombi yang beda, Pontypool wajib dicoba!

3. Berberian Sound Studio (2012)

adegan dalam film Berberian Sound Studio (dok. Artificial Eye/Berberian Sound Studio)

Seperti judulnya, Berberian Sound Studio memperlihatkan proses pembuatan efek suara di sebuah studio rekaman. Film ini berfokus pada Gilderoy (Toby Jones), teknisi suara yang ditugaskan mengerjakan tata suara untuk film horor sadis. Namun, tekanan di lingkungan kerja perlahan mengganggu kondisi mentalnya hingga ia kesulitan membedakan kenyataan dan ilusi.

Berberian Sound Studio digarap oleh Peter Strickland, sineas asal Inggris yang dikenal lewat gaya eksperimentalnya. Menariknya, film ini nyaris gak pernah memperlihatkan adegan kekerasan dari film yang sedang dikerjakan Gilderoy. Layaknya Undertone, rasa cemas penonton dibangun lewat permainan efek suara yang mencekam.

4. The Vast of Night (2019)

adegan dalam The Vast of Night (dok. Amazon Studios/The Vast of Night)

Film yang direkomendasikan untuk ditonton setelah Undertone selanjutnya datang dari The Vast of Night. Film misteri fiksi ilmiah garapan Andrew Patterson ini mengambil latar sebuah kota kecil di New Mexico pada era 1950-an. Ceritanya berfokus pada dua remaja, yakni operator sambungan telepon bernama Fay Crocker (Sierra McCormick) dan penyiar radio malam bernama Everett Sloan (Jake Horowitz).

Suasana tenang di kota tersebut mendadak berubah ketika Fay menangkap frekuensi misterius yang mengganggu saluran telepon. Bersama Everett, ia berusaha melacak asal-usul suara tersebut melalui siaran radio malam. Penyelidikan itu kemudian membawa mereka pada serangkaian fenomena aneh yang mengarah pada dugaan keberadaan alien.

5. Calls (2021)

adegan dalam serial Calls (dok. Apple TV/Calls)

Tema audio terror seperti Undertone berhasil dikemas kreatif dalam serial Apple TV ini. Calls menghadirkan cerita hampir sepenuhnya lewat percakapan telepon yang hanya ditemani visual gelombang suara. Tanpa menampilkan wujud aktornya, serial garapan Fede Álvarez (Evil Dead) ini mengajak penontonnya membayangkan sendiri adegan di balik telepon.

Tiap episodenya, kamu akan diperdengarkan kisah sejumlah karakter yang hidupnya jungkir balik karena sebuah peristiwa apokaliptik. Mulai dari pilot yang mengalami anomali saat terbang hingga seorang pria yang menerima panggilan telepon dari masa depan. Meski kisahnya berdiri sendiri, seluruh episode akhirnya menyatu jadi satu misteri besar.

Lewat efek suara, siaran radio, hingga percakapan telepon, kelima judul ini punya cara masing-masing dalam membangun ketegangan yang gak kalah mencekam. Jika kamu menikmati teror berbasis suara dalam Undertone, yuk langsung masukin deretan film dan serial di atas ke watchlist-mu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article