5 Film Drama Keluarga Dibintangi Ringgo Agus, Terbaru Esok Tanpa Ibu

- Keluarga Cemara (2019) menceritakan keluarga Abah yang jatuh miskin dan harus pindah ke tempat terpencil di Jawa Barat.
- Pulang (2022) mengisahkan perjalanan Pras bersama putri sulungnya, Rindu, untuk bertemu sang istri dan anak bungsunya di Yogyakarta.
- 1 Kakak 7 Ponakan (2025) menceritakan Moko yang harus merawat empat keponakannya secara tiba-tiba setelah kakaknya meninggal dunia.
Ringgo Agus Rahman adalah aktor senior Indonesia yang telah menekuni karier berakting sejak tahun 2006 silam. Pada awal kariernya, Ringgo lebih sering membintangi film dengan genre komedi, namun seiring usianya yang juga semakin bertambah, kini aktor 43 tahun tersebut lebih sering tampil di film bergenre drama keluarga.
Terbaru, Ringgo membintangi film drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah, yang berjudul Esok Tanpa Ibu. Selalu sukses bikin nangis terharu, berikut lima film drama keluarga yang dibintangi Ringgo Agus.
1. Keluarga Cemara (2019)

Keluarga Cemara mengisahkan tentang keluarga Abah (Ringgo Agus Rahman) yang dahulu mempunyai kehidupan yang berkecukupan. Suatu hari, Abah jatuh miskin dan harus memimpin keluarga dengan segala keterbatasan serta kekurangan. Namun beruntungnya Abah mempunyai istri seperti Emak (Nirina Zubir) yang setiap mendampingi. Meski kerap terjadi perbedaan pendapat, keluarga Abah selalu memiliki cerita seru dan menyenangkan.
Abah kemudian mengajak keluarganya pindah ke tempat terpencil di Jawa Barat. Euis (Adhisty Zara) dan Ara (Widuri Sasono) harus pindah sekolah karena hal tersebut. Awalnya Euis tidak terima dengan sekolah barunya yang berada di desa dan tidak modern. Namun pada akhirnya Euis menerima keadaan yang sedang dialami oleh keluarganya. Emak juga berusaha berjualan opak untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Di tengah kesulitan perekonomiannya, Emak hamil anak ketiga. Abah juga sempat terkena musibah karena jatuh saat melakukan pekerjaan sebagai kuli bangunan. Semua kejadian ini pun pada akhirnya membuat Abah memutuskan untuk menjual rumah warisan tersebut demi bisa kembali ke Jakarta.
2. Pulang (2022)

Pulang mengisahkan perjalanan Pras (Ringgo Agus Rahman) bersama putri sulungnya, Rindu (Ziva Magnolya), untuk bertemu sang istri, Santi (Imelda Therinne) dan anak bungsunya, Biru (Mark Natama), yang tengah berada di kampung halaman Santi, di Yogyakarta. Dalam mobil tua yang membawa keduanya dalam perjalanan panjangnya itu, Rindu dan Pras banyak berbincang dan saling menyatakan isi hati antara ayah dan anak.
Rindu pun mulai mempertanyakan hubungan antara sang ayah dan ibunya yang kerap bertengkar. Lewat perjalanan itu pula, satu-persatu rahasia keluarga Pras mulai terbongkar. Hingga suatu ketika, Rindu dan Biru mengetahui kabar rencana kedua orang tuanya tersebut akan bercerai. Tak terima dengan keputusan tersebut, Rindu memilih untuk pergi dari dekapan sang ayah dan menyusuri Yogyakarta sendirian.
3. 1 Kakak 7 Ponakan (2025)

1 Kakak 7 Ponakan mengisahkan kehidupan Moko (Chicco Kurniawan), seorang mahasiswa akhir jurusan arsitektur yang akan lulus dari perkuliahan. Ia tinggal bersama kakak kandung dan iparnya yang bernama Atmo (Kiki Narendra) dan Agnes (Maudy Koesnaedi). Di rumah itu, kakaknya juga menanggung hidup dua anaknya, Woko (Fatih Unru) dan Nina (Freya JKT48), serta satu keponakan yang bernama Ano (Nadif H.S).
Selepas kuliah, Moko bermimpi untuk mendirikan firma arsitek bersama kekasihnya, Maurin (Amanda Rawles). Namun, sebuah kejadian tragis mulai menimpa keluarga mereka, saat Atmo tiba-tiba meninggal dunia karena serangan jantung. Tak berselang lama, Agnes yang sedang hamil juga meninggal setelah melahirkan. Kejadian itu membuat Moko harus merawat dan menghidupi empat keponakannya, Woko, Nina, Ano, dan Ima yang masih bayi.
Menjadi orang tua tunggal bagi keempat keponakannya secara tiba-tiba, Moko menjadi dilema apakah ia harus benar-benar menyerah terhadap impiannya atau tidak. Tak sampai disitu, tiba-tiba kakaknya yang lain, yaitu Osa (Niken Anjani) beserta suaminya, Eka (Ringgo Agus Rahman), juga turut tinggal bersama mereka dan kerap menyusahkan Moko. Selain itu, kehidupan cintanya dengan Maurin pun terganggu dengan adanya kejadian tragis ini.
4. Panggil Aku Ayah (2025)

Panggil Aku Ayah mengisahkan Dedi Kosasih (Ringgo Agus Rahman) dan Tatang Suratang (Boris Bokir), dua kakak-beradik yang berprofesi sebagai penagih utang. Kehidupan keras yang mereka jalani berubah drastis setelah bertemu dengan Intan (Myesha Lin), seorang anak perempuan yang ditinggalkan ibunya sebagai jaminan utang. Awalnya, Dedi dan Tatang menganggap Intan hanyalah jaminan yang menyusahkan.
Namun, setelah sang ibu kembali menitipkan Intan kepada mereka karena merasa tidak sanggup merawatnya, Dedi dan Tatang mulai merasakan perubahan pada hidup mereka. Kepolosan, keceriaan, dan ketulusan hati Intan perlahan meluluhkan hati mereka. Melalui momen-momen sederhana seperti makan bersama, bercakap sebelum tidur, dan canda kecil, ikatan kekeluargaan mulai tumbuh di antara ketiganya.
5. Esok Tanpa Ibu (2026)

Esok Tanpa Ibu mengikuti kisah Rama (Ali Fikry), seorang remaja yang memiliki hubungan cukup dekat dengan ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo). Rama juga memiliki seorang bapak bernama Hendi (Ringgo Agus Rahman). Namun, jalinan bapak-anak di antara mereka berdua dipenuhi kecanggungan sehingga tak terlalu berjalan baik. Suatu hari, Laras pun meminta Hendi dan Rama pergi berlibur dengan tujuan untuk menjalin kedekatan satu sama lain.
Akan tetapi, di hari mereka berdua mencoba untuk menghabiskan waktu, Laras jatuh sakit. Ia bahkan harus dilarikan ke rumah sakit dan mengalami koma karena permasalahan di bagian otaknya. Rama pun merasa kesepian karena tak ada Laras sebagai teman untuk menceritakan segala keluh kesahnya. Ia pun akhirnya menemui temannya yang mahir dalam hal teknologi, Zila (Aisha Nurra Datau).
Melalui i-BU yang merupakan AI ciptaan Zila, Rama akhirnya dapat kembali "berbincang" dengan ibunya. Tak berhenti sampai di situ, Zila terus mencoba untuk mengembangkan i-BU. i-Bu dirancang khusus sebagai program untuk mereplikasi kepribadian dan suara Laras seolah sosok ibunya tetap ada. Melalui i-Bu, Rama dapat kembali berbincang hingga bahkan ikut membantu kesembuhan Laras.
Film-film drama keluarga yang dibintangi Ringgo Agus selalu berhasil membuat penonton ikut terharu ketika menontonnya. Film Esok Tanpa Ibu sendiri sudah tayang di bioskop pada 22 Januari 2025.


















