Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Film Empat Musim Pertiwi Wakili Indonesia di Oscar 2027
Sutradara dan cast setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini resmi menjadi wakil Indonesia untuk kategori International Feature Film di Oscar 2027, setelah world premiere di TIFF 2026.
  • Film dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026, sementara penayangan domestik dan festival internasional menjadi bagian strategi kampanye Oscar hingga akhir tahun.
  • Cerita mengikuti Pertiwi, perempuan yang pulang ke desa Bromo setelah 20 tahun dipenjara, menghadapi trauma kekerasan seksual, penolakan warga, dan pencarian identitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Indonesia kembali mengirimkan karya sinemanya ke ajang Academy Awards. Film Empat Musim Pertiwi besutan Kamila Andini resmi ditetapkan sebagai wakil Indonesia untuk kategori International Feature Film pada Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027.

Film produksi Forka Films yang diproduseri Ifa Isfansyah ini sebelumnya telah melakukan world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film tersebut dibintangi Putri Marino, Arya Saloka, Christine Hakim, Nagra Pakusadewo, Totos Rasiti, dan Hana Malasan, serta dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

1. Empat Musim Pertiwi rilis di Indonesia dulu, baru dikampanyekan untuk Oscar

Ifa Isfansyah setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Ifa Isfansyah menyebut penayangan di Indonesia akan menjadi bagian penting dari perjalanan Empat Musim Pertiwi menuju Oscar 2027. Sebelumnya, film tersebut telah diperkenalkan kepada publik internasional melalui TIFF 2026 dan juga dijadwalkan hadir di Busan International Film Festival (BIFF).

"Walaupun rangkaiannya kemarin udah dari Toronto, terus kemudian nanti Busan (BIFF), tapi kan pasti pencapaian-pencapaian di domestiknya itu juga penting," ucap Ifa saat ditemui media setelah press screening di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (2/10/2026).

Menurut Ifa, penayangan domestik sekaligus menjadi bagian dari strategi kampanye film hingga akhir 2026. Strategi tersebut menjadi semakin relevan karena Empat Musim Pertiwi baru saja mendapatkan status sebagai wakil Indonesia. Dengan demikian, proses pengenalan film kepada publik dan kampanye untuk Academy Awards dapat berjalan ketika film masih menjadi pembicaraan.

Namun, perlu dicatat bahwa terpilih sebagai wakil Indonesia belum berarti Empat Musim Pertiwi otomatis masuk nominasi Oscar. Film tersebut masih harus melewati proses seleksi Academy sebelum daftar shortlist dan nominasi kategori International Feature Film diumumkan.

2. Kamila Andini berharap Empat Musim Pertiwi sukses di Oscar 2027

Kamila Andini setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Bagi Kamila Andini, terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia menjadi kesempatan besar. Apalagi, ini bukan kali pertama karya Kamila dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang Oscar.

"Buat saya sendiri sebenarnya ini bukan pertama kalinya, karena sebelumnya film saya, Yuni, pernah juga terpilih menjadi wakil Indonesia di Oscar, dan buat Mas Ifa sebagai produser ini sudah kali keempat," ucapnya.

Kamila juga belajar dari pengalaman Yuni yang terpilih sebagai wakil Indonesia setelah film tersebut lebih dulu menjalani perjalanan internasional. Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses kampanye menjadi lebih sulit karena gaung film sudah melewati masanya.

"Memang pengalaman sebelumnya adalah kayak Yuni pada saat dia terpilih untuk menjadi wakil Indonesia itu sudah setahun setelah film itu rilis di internasional. Jadi sulit sekali untuk kami mempromosikan film ini lagi atau melakukan campaign, karena sudah film tahun lalu, dan orang-orang nontonnya udah tahun lalu, gaungnya sudah lewat, terus tiba-tiba kita harus mempromosikan," tuturnya.

Karena itu, tim Empat Musim Pertiwi ingin memanfaatkan momentum ketika film sedang diperbincangkan di berbagai festival dan kemudian hadir di bioskop Indonesia.

"Ini kenapa saat ini kita berusaha juga untuk berstrategi jika memang Empat Musim Pertiwi kepilih, kepilih di saat memang ini sedang dibicarakan, dan juga gaungnya sedang besar. Karena yang kita inginkan adalah member (Academy) menonton sebanyak-banyaknya dan nge-vote film ini, dan ini memang perlu kampanye yang cukup besar juga," lanjut Kamila.

3. Mewakili Indonesia di Oscar, Empat Musim Pertiwi berkisah tentang apa?

Ifa Isfansyah, Putri Marino, dan Kamila Andini setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Empat Musim Pertiwi mengikuti kisah Pertiwi (Putri Marino), perempuan yang kembali ke desa kelahirannya di kawasan Bromo setelah menjalani hukuman penjara selama 20 tahun. Kepulangannya tidak disambut hangat oleh warga maupun keluarganya. Hanya Mak Ira (Christine Hakim) dan mantan pacarnya, Bisma (Arya Saloka), yang bersedia menerima dan membantunya menghadapi kembali masa lalu.

Masa lalu Pertiwi berkaitan dengan pengalaman kekerasan seksual yang membuatnya masuk penjara setelah melakukan perlawanan terhadap pelaku. Dari titik tersebut, cerita berkembang menjadi perjalanan menghadapi trauma, ingatan, identitas, serta keinginan untuk kembali merasa memiliki rumah. Film ini memadukan drama dengan unsur misteri dan realisme magis. Dengan judul internasional Four Seasons in Java, cerita Pertiwi berfokus pada perjalanan untuk kembali menemukan bagian dirinya yang pernah ditinggalkan.

Terpilihnya Empat Musim Pertiwi juga memperpanjang kiprah Kamila Andini di festival film internasional. Sebelumnya, Yuni (2021) melakukan world premiere di TIFF dan memenangkan Platform Prize sebelum kemudian dipilih sebagai wakil Indonesia untuk Oscar. Sementara itu, Before, Now & Then (Nana) berkompetisi di Berlinale dan mengantarkan Laura Basuki meraih Silver Bear untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik.

Empat Musim Pertiwi merupakan produksi bersama yang melibatkan Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Polandia, Arab Saudi, dan Singapura. Penjualan internasionalnya ditangani perusahaan asal Paris, Goodfellas. Setelah perjalanan panjang di festival internasional, Empat Musim Pertiwi bakal hadir di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article