Kamila Andini setelah press screening "Empat Musim Pertiwi" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (2/10/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Bagi Kamila Andini, terpilihnya Empat Musim Pertiwi sebagai wakil Indonesia menjadi kesempatan besar. Apalagi, ini bukan kali pertama karya Kamila dipercaya membawa nama Indonesia ke ajang Oscar.
"Buat saya sendiri sebenarnya ini bukan pertama kalinya, karena sebelumnya film saya, Yuni, pernah juga terpilih menjadi wakil Indonesia di Oscar, dan buat Mas Ifa sebagai produser ini sudah kali keempat," ucapnya.
Kamila juga belajar dari pengalaman Yuni yang terpilih sebagai wakil Indonesia setelah film tersebut lebih dulu menjalani perjalanan internasional. Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses kampanye menjadi lebih sulit karena gaung film sudah melewati masanya.
"Memang pengalaman sebelumnya adalah kayak Yuni pada saat dia terpilih untuk menjadi wakil Indonesia itu sudah setahun setelah film itu rilis di internasional. Jadi sulit sekali untuk kami mempromosikan film ini lagi atau melakukan campaign, karena sudah film tahun lalu, dan orang-orang nontonnya udah tahun lalu, gaungnya sudah lewat, terus tiba-tiba kita harus mempromosikan," tuturnya.
Karena itu, tim Empat Musim Pertiwi ingin memanfaatkan momentum ketika film sedang diperbincangkan di berbagai festival dan kemudian hadir di bioskop Indonesia.
"Ini kenapa saat ini kita berusaha juga untuk berstrategi jika memang Empat Musim Pertiwi kepilih, kepilih di saat memang ini sedang dibicarakan, dan juga gaungnya sedang besar. Karena yang kita inginkan adalah member (Academy) menonton sebanyak-banyaknya dan nge-vote film ini, dan ini memang perlu kampanye yang cukup besar juga," lanjut Kamila.