Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Film Fantasi Era 80-an buat Penyuka Masters of the Universe

5 Film Fantasi Era 80-an buat Penyuka Masters of the Universe
adegan dalam film Masters of the Universe (dok. Amazon MGM Studios/Masters of the Universe)
Intinya Sih
  • Masters of the Universe versi terbaru menghadirkan kisah Pangeran Adam melawan Skeletor, membawa kembali nuansa fantasi heroik khas era 1980-an.
  • Artikel merekomendasikan lima film fantasi klasik—Krull, Flash Gordon, Conan the Destroyer, Yor the Hunter from the Future, dan Willow—sebagai tontonan nostalgia bagi penggemar genre serupa.
  • Kelima film tersebut menonjol lewat dunia magis, aksi epik, serta karakter ikonik yang tetap memikat penonton lintas generasi hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Generasi yang tumbuh bersama He-Man akhirnya bisa bernostalgia di layar lebar lewat Masters of the Universe yang tayang di bioskop Indonesia sejak Rabu (3/6/2026). Film yang dibintangi Nicholas Galitzine ini mengikuti perjalanan Pangeran Adam dalam usahanya merebut kembali pedang magis dan menyelamatkan Eternia dari ancaman Skeletor (Jared Leto). Gak cuma menyuguhkan aksi spektakuler dan dunia fantasi yang megah, film ini juga menghidupkan kembali pesona petualangan epik yang begitu lekat dengan perfilman fantasi era 1980-an.

Yap, jauh sebelum Masters of the Universe hadir dalam versi modern seperti sekarang, era 1980-an sudah lebih dulu melahirkan banyak film dengan nuansa yang serupa. Film-film klasik tersebut juga menampilkan pendekar bersenjata pedang sakti, penyihir berkekuatan dahsyat, monster-monster mengerikan, hingga petualangan lintas kerajaan.

Kalau kamu masih belum puas menjelajahi dunia Eternia, lima rekomendasi film fantasi era 80-an berikut wajib masuk daftar tontonanmu selanjutnya. Vibes-nya mirip banget!

1. Krull (1983)

poster film Krull
poster film Krull (dok. Columbia Pictures/Krull)

Meski sempat mendapat kritik tajam dan berujung boncos di pasaran saat dirilis, Krull kini berstatus sebagai salah satu film cult classic yang dicintai. Film ambisius rilisan Columbia Pictures ini awalnya dirancang sebagai proyek epik yang mengawinkan megahnya semesta Star Wars dengan magisnya dunia The Lord of the Rings. Bagi kamu yang baru saja dimanjakan oleh Masters of the Universe, sajian fiksi ilmiah berbalut fantasi abad pertengahan dalam film ini dijamin bakal terasa familier sekaligus menghibur.

Kisah dalam Krull berpusat pada perjuangan seorang pangeran pemberani bernama Colwyn (Ken Marshall) yang berusaha menyelamatkan pujaan hati dari cengkeraman Beast. Demi menumbangkan makhluk alien berkekuatan mengerikan tersebut, Colwyn harus menyatukan planetnya yang terpecah belah dan mengumpulkan sekelompok prajurit tangguh. Petualangan mereka pun semakin seru berkat misi pencarian senjata legendaris berbentuk bintang berbilah lima bernama Glaive yang diyakini mampu menjadi kunci kemenangan.

2. Flash Gordon (1980)

adegan dalam film Flash Gordon
adegan dalam film Flash Gordon (dok. Universal Pictures/Flash Gordon)

Flash Gordon tentu jadi salah satu judul yang wajib disebut ketika membahas film klasik serupa dengan Masters of the Universe. Kisahnya mengikuti Flash Gordon (Sam J. Jones), seorang atlet football yang terlempar ke planet bernama Mongo bersama Dale Arden (Melody Anderson) dan ilmuwan eksentrik Dr. Hans Zarkov (Topol).

Di sana, mereka menemukan dunia asing yang dikuasai oleh Kaisar Ming the Merciless (Max von Sydow), penguasa kejam yang juga mengancam kehancuran Bumi. Demi menyelamatkan dua dunia sekaligus, Flash harus menyatukan berbagai faksi yang saling bermusuhan dan memimpin perlawanan melawan sang tiran.

Salah satu daya tarik terbesar Flash Gordon terletak pada gaya visualnya yang mencolok dan sulit dilupakan. Set warna-warni, kostum unik, serta desain dunia Mongo yang menyerupai halaman komik membuat setiap adegannya terasa ikonik. Ditambah lagi, soundtrack menggelegar yang digarap langsung oleh band rock legendaris Queen semakin memperkuat atmosfer petualangannya yang spektakuler dan penuh energi.

3. Conan the Destroyer (1984)

adegan dalam film Conan the Destroyer
adegan dalam film Conan the Destroyer (dok. Universal Pictures/Conan the Destroyer)

Dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger, Conan the Destroyer juga jadi salah satu film fantasi petualangan yang bisa kamu tonton setelah Masters of the Universe. Disutradarai Richard Fleischer, film ini hadir sebagai sekuel dari Conan the Barbarian (1982), tapi dengan nuansa yang lebih ringan, penuh warna, dan ramah untuk penonton yang lebih luas. Gak heran kalau film ini masih sering direkomendasikan kepada pencinta genre sword and sorcery sampai sekarang.

Cerita film ini dimulai ketika Conan menerima tawaran dari Ratu Taramis (Sarah Douglas) untuk menjalankan sebuah misi berbahaya demi menghidupkan kembali Valeria, perempuan yang dicintainya. Untuk mewujudkannya, Conan harus mengawal Putri Jehnna (Olivia d'Abo) mencari artefak magis yang memiliki kekuatan luar biasa.

Sepanjang petualangan, ia ditemani oleh kelompok sekutu yang unik, mulai dari penyihir Akiro (Mako) hingga petarung tangguh bernama Zula (Grace Jones). Namun, perjalanan mereka gak berjalan mulus karena berbagai monster mengerikan, jebakan kuno, dan pengkhianatan terus menghadang di setiap langkah.

4. Yor, the Hunter from the Future (1983)

adegan dalam film Yor, the Hunter from the Future
adegan dalam film Yor, the Hunter from the Future (dok. Diamant Film/Yor, the Hunter from the Future)

Selanjutnya, ada Yor, the Hunter from the Future, film Italia garapan sutradara legendaris Antonio Margheriti yang siap mengocok isi kepalamu dengan kegilaannya. Kisahnya mengikuti Yor (Reb Brown), seorang pemburu tangguh berambut pirang yang hidup di dunia primitif dan membawa sebuah medali misterius. Dalam perjalanannya, Yor dan kawan-kawannya harus menghadapi monster purba, manusia kera, hingga mumi pasir sebelum menemukan rahasia besar yang mengubah arah petualangan mereka secara drastis.

Walau terdengar absurd, justru di situlah letak daya tarik utama Yor, the Hunter from the Future. Kamu bakal disuguhi banyak momen legendaris nan kocak, salah satunya aksi nekat Yor yang membunuh seekor pterodaktil lalu memakai bangkainya sebagai gantole untuk menyusup ke sarang musuh. Buat penggemar Masters of the Universe, film ini bisa jadi alternatif tontonan nyeleneh yang menghadirkan campuran fantasi, aksi, dan sci-fi yang sama seru sekaligus menghibur!

5. Willow (1988)

adegan dalam film Willow
adegan dalam film Willow (dok. Lucasfilm Ltd./Willow)

Willow menutup daftar ini dengan sebuah petualangan fantasi epik yang dijamin bakal bikin fans Masters of the Universe langsung jatuh cinta. Diangkat dari cerita karya George Lucas, film ini mengisahkan Willow Ufgood (Warwick Davis), seorang petani Nelwyn berhati baik yang bercita-cita menjadi penyihir hebat.

Takdir kemudian membawanya ke dalam misi berbahaya untuk melindungi bayi bernama Elora Danan yang diramalkan akan menggulingkan Ratu Bavmorda (Jean Marsh), penguasa kejam yang meneror kerajaannya, bersama Madmartigan (Val Kilmer), pendekar karismatik yang andal memainkan pedang.

Di luar ceritanya yang menarik, Willow juga punya tempat spesial dalam sejarah perfilman fantasi. Film ini menjadi salah satu pelopor penggunaan teknologi digital morphing yang kala itu tergolong revolusioner, yang membantu menghadirkan berbagai adegan sihir yang memukau. Dengan dunia magis yang kaya, karakter-karakter ikonik, serta petualangan seru yang penuh hati, Willow menjadi penutup yang pas untuk daftar film era 80-an yang bisa mengobati rasa kangen setelah menonton Masters of the Universe.

Meski dibuat puluhan tahun lalu, pesona dunia magis, pertarungan heroik, dan karakter-karakter ikonis yang dihadirkan dalam film-film tersebut masih terasa seru untuk ditonton hingga sekarang. Jadi, tunggu apa lagi? Selepas dihibur oleh Masters of the Universe, yuk lanjut nostalgia bareng lima film fantasi lawas di atas!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman

Related Articles

See More