4 Film hingga Aktor yang Disayangkan Gak Masuk Nominasi FFI 2026

Festival Film Indonesia (FFI) 2026 telah resmi mengumumkan daftar nominasi untuk penghargaan tahun ini. Daftar tersebut kemudian memicu perdebatan publik akibat sejumlah karya unggulan yang tidak lolos penjurian. Ada yang setuju, ada juga yang merasa menyayangkan sejumlah karya, aktor, hingga sutradara justru tidak masuk ke dalam nominasi.
Salah satu film yang absen dari daftar nominasi dan menuai kekecewaan luas dari pencinta film adalah Nobody Loves Kay. Kekecewaan publik pun tertuang di media sosial dengan berbagai alasan mengapa nomine tahun ini dinilai tak sesuai. Jadi, apa saja yang disayangkan netizen karena tidak berhasil lolos menjadi nomine FFI 2026?
1. Tunggu Aku Sukses Nanti

poster film Tunggu Aku Sukses Nanti (Instagram.com/filmtungguakusuksesnanti) Film Tunggu Aku Sukses Nanti sempat berhasil masuk ke dalam daftar 15 besar (shortlist) tahap awal kategori Film Cerita Panjang Terbaik. Namun, setelah daftar tersebut dikerucutkan kembali menjadi 5 besar nominasi final untuk memperebutkan Piala Citra kategori Film Cerita Panjang Terbaik, film ini tidak berhasil lolos. Kendati demikian, film garapan Naya Anindita ini tetap masuk nominasi Favorit Penonton, yaitu kategori pilihan penonton dengan voting dibuka hingga 15 November 2026.
Gak sedikit netizen yang menyuarakan kekecewaannya karena film ini tidak masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik. Tema tentang perjuangan pencari kerja dan tekanan mental akibat pertanyaan basa-basi keluarga dinilai sangat relevan dengan kondisi terkini. Selain itu, performa para pemainnya juga mendapat sambutan hangat dari penonton. Adapun film Tunggu Aku Sukses Nanti resmi turun layar setelah 47 hari penayangan di bioskop dan sukses meraup 3.005.776 tiket terjual.
2. Nobody Loves Kay

Film Nobody Loves Kay (dok. Migunani Cinems Clut-Qun Films/Nobody Loves Kay) Gak berbeda jauh dengan tanggapan netizen atas tidak masuknya Nobody Loves Kay ke nominasi lima besar. Sebelumnya, film yang disutradarai oleh Bernardus Raka ini lolos dalam seleksi tahap awal 25 besar, sebelum akhirnya berhasil menyusut dan bertahan hingga daftar shortlist 15 besar.
Dari pencapaian tersebut, film ini kemudian mendapatkan 2 nominasi resmi Piala Citra FFI 2026, yaitu Sutradara Terbaik dan Skenario Adaptasi Terbaik. Publik sendiri menyayangkan, mengingat alur dan kisah yang disajikan cukup membuat penonton puas, terlihat dari penilaian yang cukup positif di Letterboxd dengan skor rata-rata berkisar di angka 3,8 hingga 3,9 dari 5 bintang.
3. Ryan Adriandhy

potret Ryan Adriandhy (x.com/Adriandhy) Walau film Na Willa masuk ke dalam sejumlah nominasi, nama Ryan Adriandhy disayangkan tidak masuk nominasi Sutradara Terbaik. Sejatinya pada tahun lalu, komika yang lalu beralih menjadi animator ini sudah pernah masuk nominasi Sutradara Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2025 melalui film animasi Jumbo.
Sosoknya yang gak masuk nominasi ini menuai pertanyaan, mengingat film Na Willa masuk nominasi 9 kategori di Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Karya bukan animasi perdananya ini masuk ke dalam nominasi Film Cerita Panjang Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik, hingga Pemeran Utama Perempuan Terbaik dengan mengusung Luisa Adreena.
Adapun Na Willa ini menjadi salah satu film dengan nominasi terbanyak di FFI 2026, berada di posisi kedua setelah Ghost in the Cell yang memperoleh 13 nominasi.
4. Irma Rihi

Na Willa (dok. Visinema Pictures/Na Willa) Nama Irma Rihi juga disebut dalam jajaran aktris pendukung yang disayangkan tidak masuk ke nominasi Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik di 2026. Perannya sebagai Mak Marie dalam film Na Willa mendapat banyak pujian karena membawa emosi yang hangat dan menyentuh.
Gak sedikit yang lalu mengungkit karya Irma sebelumnya, yaitu Women from Rote Island. Dalam film tersebut, ia berperan sebagai Martha yang melalui banyak hal berat di dalamnya. Lewat peran Martha, aktris Irma Rihi masuk nominasi Aktris Terfavorit Pilihan Penonton (Piala Dhalia) lewat perannya sebagai Martha dalam film Women from Rote Island.
Pemilihan nomine untuk setiap kategori memang kerap menuai perdebatan di kalangan netizen. Proses seleksi Festival Film Indonesia 2026 sendiri melibatkan penyempurnaan sistem penjurian yang mengikutsertakan pakar industri film, 13 asosiasi profesi (melibatkan 35 perwakilan), serta 85 anggota Akademi Citra.



















