4 Film Horor 2026 yang Dicintai Fans, tapi Dibenci Kritikus

- Empat film horor 2026 seperti The Bride!, Dracula, The Mummy, dan Scream 7 menuai perbedaan tajam antara penilaian kritikus dan antusiasme penonton di Rotten Tomatoes.
- The Bride! hingga Dracula dikritik karena alur dan tone yang dianggap berantakan, namun disukai penonton berkat chemistry pemain serta pendekatan emosional pada karakter ikoniknya.
- The Mummy dan Scream 7 dinilai klise oleh kritikus, tetapi dipuji fans karena ketegangan nonstop, visual menyeramkan, serta kembalinya karakter legendaris yang memicu nostalgia.
Memasuki pertengahan tahun 2026, genre horor tampaknya masih enggan turun panggung. Deretan film baru terus bermunculan setiap bulannya, viral di media sosial, sampai diperdebatkan di Rotten Tomatoes. Menariknya, beberapa judul seperti Obsession, 28 Years Later: The Bone Temple, dan Hokum sama-sama berhasil memuaskan kritikus maupun penonton lewat kualitas cerita, atmosfer mencekam, sampai eksekusi horor yang solid.
Namun, gak semua film horor tahun ini bernasib seberuntung itu. Beberapa judul justru dibenci para kritikus, tapi tetap dicintai penonton hingga skor audiens (Popcornmeter) mereka melesat jauh di atas skor kritik (Tomatometer) di Rotten Tomatoes. Mulai dari kisah Frankenstein yang liar sampai teror Ghostface, berikut empat film horor 2026 yang sukses memecah pendapat antara fans dan kritikus!
1. The Bride!

Rating: 57 persen (Tomatometer) | 70 persen (Popcornmeter)
Datang dengan nama-nama besar seperti Christian Bale, Jessie Buckley, sampai Maggie Gyllenhaal di kursi sutradara sayangnya gak membuat The Bride! otomatis mendapat tepuk tangan meriah dari para kritikus film. Berlatar Chicago tahun 1930-an, film ini berfokus pada monster Frankenstein (Bale) yang nekat menghidupkan kembali seorang perempuan korban pembunuhan (Buckley). Alih-alih menjadi sosok yang penurut, "sang pengantin" justru menemukan kebebasan radikalnya hingga memicu romansa kacau ala Bonnie and Clyde di tengah kejaran polisi yang menegangkan.
Para kritikus di Rotten Tomatoes kompak mengernyitkan kening karena menganggap jalan cerita The Bride! terlalu padat dan terkesan maruk dalam mencampuradukkan berbagai genre. Namun, keadaan justru berbalik 180 derajat di kubu penonton yang malah jatuh cinta setengah mati dengan energi liar film ini. Salah satunya hadir lewat chemistry eksplosif antara Jessie Buckley dan Christian Bale sebagai jantung utama film yang membuat setiap interaksi keduanya terasa seru, emosional, dan sulit untuk diabaikan.
2. Dracula

Rating: 54 persen (Tomatometer) | 82 persen (Popcornmeter)
Respons negatif yang disematkan pada The Bride! rupanya juga dialami oleh film horor terbaru besutan Luc Besson berjudul Dracula (atau Dracula: A Love Tale). Mencoba menggabungkan romantisme gotik, drama sejarah, sampai horor supernatural, film ini panen ulasan miring dari para kritikus karena tone-nya dinilai terlalu acak-acakan. Padahal kalau bicara soal plot, pendekatan unik yang ditawarkan Besson di sini sukses membuat skor audiensnya melambung jauh di atas penilaian para kritikus.
Alih-alih menampilkan Drakula sebagai monster haus darah yang menebar teror, film ini memilih menyoroti sisi manusianya yang penuh luka dan kesedihan. Kisahnya mengikuti seorang pangeran abad ke-15 (Caleb Landry Jones) yang kehilangan sang istri tercinta dalam sebuah tragedi memilukan, lalu menghabiskan ratusan tahun mencari reinkarnasi wanita yang dicintainya tersebut dalam wujud Drakula. Premis tragis ditambah penampilan memikat Caleb Landry Jones sebagai sang vampir yang rapuh sekaligus mengintimidasi inilah yang jadi penyelamat Dracula di mata para penonton.
3. Lee Cronin's The Mummy

Rating: 47 persen (Tomatometer) | 73 persen (Popcornmeter)
Masih dari ranah creature feature, ada Lee Cronin's The Mummy garapan sutradara Evil Dead Rise (2023), Lee Cronin. Film ini menyoroti kisah seorang jurnalis dan keluarganya yang mendapati putri mereka, Katie (Natalie Grace), mendadak pulang setelah sempat hilang misterius di gurun Mesir selama delapan tahun. Alih-alih menjadi momen reuni penuh haru, atmosfer rumah seketika berubah mencekam saat mereka menyadari bahwa tubuh sang anak telah dirasuki oleh iblis kuno Mesir yang haus darah.
Ketika dirilis, penonton awam bersorak gembira menyaksikan bagaimana Cronin sukses merombak total citra mumi yang selama ini telanjur melekat pada film aksi petualangannya Brendan Fraser. Penonton juga dibuat sangat terhibur oleh rentetan jump scare, ketegangan tanpa jeda, serta visual body horror yang bikin ngeri sekaligus takjub. Berbanding terbalik dari reaksi penonton tersebut, bagi para kritikus film, proyek kolaborasi Blumhouse dan Atomic Monster ini malah dianggap terlalu meniru formula film kesurupan ala The Exorcist (1973) ketimbang mengeksplorasi mitologi Mesir kuno itu sendiri.
4. Scream 7

Rating: 31 persen (Tomatometer) | 74 persen (Popcornmeter)
Di balik kesuksesan box office-nya yang luar biasa tahun ini, Scream 7 harus rela menjadi film dalam waralaba Scream dengan rating terendah di Rotten Tomatoes. Pasalnya, para kritikus menilai formula meta-commentary cerdas yang selama ini menjadi identitas utama franchise tersebut justru lenyap dan digantikan oleh plot slasher yang terasa klise. Untungnya, nasib apes di mata kritikus itu berlawanan dengan antusiasme penonton yang melabelinya sebagai tontonan horor brutal yang sangat menghibur.
Bagi penonton umum, melihat Sidney Prescott (Neve Campbell) kembali ke layar lebar sudah lebih dari cukup untuk membayar harga tiket. Kali ini, kehidupan tenang sang final girl legendaris mendadak ambyar saat seorang Ghostface baru mulai meneror dan mengincar putri remajanya, Tatum (Isabel May). Teror pun naik kelas ketika sang pembunuh mengaku sebagai Stu Macher (Matthew Lillard), salah satu Ghostface lawas, hingga memicu pertanyaan besar, apakah itu sekadar ulah AI canggih atau justru pertanda bahwa sosok dari masa lalu Sidney belum benar-benar menghilang?
Perbedaan pendapat antara kritikus dan penonton memang bukan hal baru, tapi empat film di atas membuktikan kalau sensasi menegangkan dan faktor hiburan kadang jauh lebih penting bagi fans ketimbang penilaian teknis para pengamat film. Jadi, dari The Bride! sampai Scream 7, mana nih yang menurutmu memang layak dicintai penonton meski sempat dicibir kritikus?


















