6 Film Horor Barat yang Genap 1 Dekade di 2026, Rewatch!

- The Conjuring 2 (2016) masih dianggap sebagai standar tertinggi film horor dengan rating tinggi dan kesuksesan finansial.
- Don't Breathe (2016) memutarbalikkan logika home invasion dengan adegan intens yang membuat penonton menahan napas.
- Lights Out (2016) memberikan pengalaman horor efisien dengan metafora mendalam tentang kesehatan mental orang tua.
Waktu rasanya berjalan begitu cepat hingga tak terasa kita sudah menginjak tahun 2026 dengan segudang memori sinematik yang tertinggal di belakang. Rasanya baru kemarin kamu dan penulis meringkuk ketakutan di bangku bioskop sambil menutupi mata saat adegan jump scare horor favorit muncul di layar. Tanpa disadari, deretan film yang dulu sempat bikin sulit memejamkan mata tersebut kini sudah resmi genap berusia satu dekade.
Menengok kembali ke tahun 2016, industri film horor Barat memang sedang berada di masa jayanya dengan berbagai rilisan yang ikonis dan mencekam. Beberapa bahkan masih terasa seru buat ditonton ulang saat ini. Untuk itu, mari bernostalgia sejenak lewat enam film horor Barat terbaik rilisan 2016 berikut ini. Siapa tahu, salah satunya adalah favoritmu!
1. The Conjuring 2 (2016)

Rating: 80 persen (Rotten Tomatoes) | 7,3 (IMDb)
Pertama tentu saja ada The Conjuring 2 yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu standar tertinggi untuk film horor. Sekuel The Conjuring (2013) garapan James Wan ini mengulik kasus nyata "Enfield Poltergeist" yang dialami oleh keluarga Hodgson di Inggris pada tahun 1976 silam. Di sini, Ed dan Lorraine Warren (Patrick Wilson dan Vera Farmiga) juga harus berjibaku melawan entitas iblis biarawati yang ikonis, siapa lagi kalau bukan Valak!
Daya tarik utama film ini bukan cuma soal jump scare yang bikin jantung copot, tapi juga datang dari hubungan romantis antara Ed dan Lorraine. Patrick Wilson dan Vera Farmiga mampu memberikan sentuhan emosional yang kuat di tengah gempuran fenomena supranatural yang gila-gilaan. Gak heran kalau selain sukses secara kritis, film ini juga sukses besar dengan meraup untung sebesar 321,8 juta dolar AS di box office.
2. Don't Breathe (2016)

Rating: 88 persen (Rotten Tomatoes) | 7,1 (IMDb)
Pemilik rumah menjadi korban, sementara penyusup menjadi pemburu seolah sudah jadi rumus baku film bertema home invasion. Namun, sedekade lalu, Fede Alvarez justru memutarbalikkan logika tersebut dengan sangat genius lewat karya ikonisnya, Don't Breathe. Film ini berhasil membuat penonton menahan napas secara harfiah sepanjang durasi karena adegan "petak umpetnya" yang luar biasa intens.
Mungkin banyak dari kamu yang sudah tahu premisnya. Tiga pencuri muda, Rocky (Jane Levy), Alex (Dylan Minnette), dan Money (Daniel Zovatto), nekat merampok rumah veteran difabel netra (Stephen Lang) yang baru saja mendapat uang kompensasi kematian anaknya. Alih-alih berhasil membawa kabur uangnya, ketiganya justru jadi sasaran empuk sang veteran yang ternyata memiliki kemampuan bertarung di luar nalar.
3. Lights Out (2016)

Rating: 74 persen (Rotten Tomatoes) | 6,3 (IMDb)
Film horor satu ini memperkenalkan dunia dengan David F. Sandberg, sutradara yang kini kerap disejajarkan dengan James Wan. Berangkat dari film pendek yang sempat viral di internet, Lights Out menyoroti perjuangan Rebecca (Teresa Palmer) yang berusaha melindungi adik tirinya dari gangguan sosok misterius. Yang bikin lebih mengerikan, entitas tersebut selalu gencar meneror saat mereka berada di tempat yang gelap.
Meski durasinya tergolong singkat, yakni 81 menit, Lights Out mampu memberikan pengalaman horor yang sangat efisien. Gak cuma mengandalkan penampakan, film ini juga menyelipkan metafora mendalam tentang bagaimana kesehatan mental orang tua bisa berdampak pada anak-anaknya. Memasuki usia satu dekade, rasanya belum ada film horor lain yang sesukses ini dalam mengeksploitasi rasa takut manusia terhadap kegelapan.
4. Ouija: Origin of Evil (2016)

Rating: 83 persen (Rotten Tomatoes) | 6,2 (IMDb)
Selain The Conjuring 2, sekuel horor lain yang juga "menyala" pada 2016 adalah Ouija: Origin of Evil. Bedanya, jika The Conjuring 2 mempertahankan kesuksesan film pertamanya, film ini justru memperbaiki kualitas jeblok yang Ouija (2014) berikan. Yap, sebagai sutradara, Mike Flanagan mampu mengubah franchise yang awalnya dipandang sebelah mata ini menjadi tontonan yang berkelas—dan juga sangat menyeramkan!
Mengambil latar 1967, Origin of Evil mengikuti Alice Zander (Elizabeth Reaser) yang menjalankan bisnis pemanggilan arwah gadungan bersama kedua putrinya. Niat hati ingin menambah papan Ouija agar bisnisnya makin meyakinkan, mereka malah gak sengaja mengundang entitas jahat masuk ke rumah. Suasana makin mencekam saat putri bungsunya, Doris (Lulu Wilson), mulai kerasukan roh jahat yang mengancam nyawa keluarga tersebut.
5. 10 Cloverfield Lane (2016)

Rating: 91 persen (Rotten Tomatoes) | 7,2 (IMDb)
Gak seperti Cloverfield (2008) yang dibintangi jajaran cast yang saat itu relatif kurang dikenal, sekuelnya ini menggaet nama besar seperti Mary Elizabeth Winstead dan John Goodman. 10 Cloverfield Lane mengikuti Michelle (Winstead) yang terbangun di bunker milik pria asing setelah mengalami kecelakaan mobil. Pria bernama Howard (Goodman) tersebut mengklaim bahwa dunia di luar sana sudah hancur akibat serangan kimia atau alien.
Pergeseran genre dari action monster di film pertamanya ke horor psikologis yang dilakukan Dan Trachtenberg, sang sutradara, di sini terbukti efektif. Penonton gak cuma diajak menebak kebenaran tentang invasi alien di luar sana, tapi juga dibuat merinding dengan tingkah Howard yang gak bisa ditebak. Kombinasi akting solid dan subversi genre inilah yang bikin 10 Cloverfield Lane tetap terasa segar meski sudah berusia 10 tahun.
6. The Autopsy of Jane Doe (2016)

Rating: 86 persen (Rotten Tomatoes) | 6,8 (IMDb)
Turut melengkapi daftar ini adalah The Autopsy of Jane Doe, yang memadukan tema medis dengan misteri okultisme. Salah satu alasan mengapa film karya André Øvredal ini wajib kamu rewatch adalah kemampuannya membangun atmosfer mencekam lewat detail otopsi yang terasa begitu nyata. Saking menyeramkannya, Stephen King bahkan sampai menyebutnya sebagai film horor yang mampu memberikan pengalaman menonton yang traumatis!
Buat kamu yang belum nonton, The Autopsy of Jane Doe sendiri berfokus pada duo ayah dan anak (Brian Cox dan Emile Hirsch) yang berprofesi sebagai koroner di sebuah kota kecil. Suatu malam, mereka menerima kiriman jenazah wanita misterius tanpa identitas yang ditemukan di TKP pembunuhan massal. Tentu saja, kejanggalan demi kejanggalan langsung muncul saat pisau bedah mulai menyentuh kulit sang "Jane Doe".
Enam film horor 2016 di atas jadi bukti kalau horor terbaik gak cuma soal bikin kaget, tapi juga soal bagaimana menanamkan rasa takut yang bertahan lama di kepala penontonnya. Jadi, sebelum lampu kamarmu dimatikan malam ini, gak ada salahnya pilih satu judul dan rasakan lagi teror yang dulu sempat bikin susah tidur!


















