Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Film Horor Era 2020-an Bertema Challenge Gone Wrong
adegan dalam film We're All Going to the World's Fair (dok. Utopia/We're All Going to the World's Fair)
  • Tujuh film horor era 2020-an mengangkat tema challenge viral yang berubah jadi mimpi buruk, menyoroti bahaya rasa penasaran dan pencarian sensasi berlebihan.
  • Film seperti Follow Me, Deadstream, dan Talk to Me menampilkan tantangan ekstrem yang berujung teror mematikan, dari escape room berdarah hingga ritual supernatural.
  • Karya lain seperti We're All Going to the World's Fair, All Fun and Games, It's What's Inside, dan Host menunjukkan sisi gelap teknologi serta permainan yang melampaui batas kewajaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Challenge atau tantangan viral memang kerap terlihat seru dan menghibur. Namun, bagaimana jadinya kalau rasa penasaran, adrenalin, atau keinginan mencari perhatian justru berubah menjadi mimpi buruk? Fenomena inilah yang kemudian diangkat menjadi premis utama dalam sederet film horor modern bertema challenge gone wrong.

Mulai dari escape room berdarah, eksperimen teknologi berujung kacau, sampai uji nyali di rumah berhantu demi konten medsos, tujuh rekomendasi film horor era 2020-an ini menunjukkan bahwa gak semua tantangan layak dicoba. Siap-siap dibuat merinding!

1. Follow Me (2020)

adegan dalam film Follow Me (dok. Vertical Entertainment/Follow Me)

Film horor yang punya judul lain No Escape ini bakal bikin kamu mikir dua kali buat ikutan tren challenge ekstrem demi konten medsos. Ceritanya mengikuti YouTuber terkenal yang nekat terbang ke Moskow, Rusia, untuk menjajal sebuah escape room eksklusif bernuansa penjara yang disiapkan oleh salah satu fans kaya rayanya. Awalnya dianggap sebagai tantangan spesial, tapi situasi berubah drastis ketika permainan tersebut mulai dipenuhi jebakan dan teka-teki yang mengancam nyawa.

2. Deadstream (2022)

adegan dalam film Deadstream (dok. Shudder/Deadstream)

Menantang diri sendiri memang seru untuk memacu adrenalin, tapi tidak untuk Shawn Ruddy (Joseph Winter), protagonis dalam Deadstream. Kreator konten nyentrik ini nekat mengunci diri di sebuah rumah tua berhantu demi memulihkan reputasinya yang hancur setelah terseret skandal. Namun, dari yang awalnya hanya mencari validasi dan perhatian publik, Shawn kini malah harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup dari kepungan roh pendendam yang murka akan kehadirannya.

3. Talk to Me (2022)

adegan dalam film Talk to Me (dok. A24/Talk to Me)

Selain escape room dan rumah berhantu, tantangan yang jadi sumber teror lainnya juga datang dari tangan mayat yang dibalsem dalam Talk to Me. Konflik bermula ketika batas aman dalam menggenggam tangan tersebut dilanggar, dan membuka gerbang supernatural yang membahayakan para remaja yang bermain. Digarap oleh duo sutradara asal Australia, Danny dan Michael Philippou, film ini sukses besar di pasaran karena lebih mengandalkan efek visual praktis mengerikan ketimbang CGI berlebihan.

4. We're All Going to the World's Fair (2021)

adegan dalam film We're All Going to the World's Fair (dok. Utopia/We're All Going to the World's Fair)

Meski lebih ke arah drama psikologis daripada horor penuh jumpscare, jangan sekalipun remehkan tantangan dalam film horor satu ini. Karya debut Jane Schoenbrun (I Saw the TV Glow) ini mengisahkan seorang remaja kesepian yang nekat mengikuti tantangan urban legend viral di internet bernama "World's Fair". Ritualnya cukup bikin merinding, mulai dari meneteskan darah ke layar komputer hingga mengunggah video perubahan fisik dan mentalnya yang perlahan menjadi sangat mengkhawatirkan!

5. All Fun and Games (2023)

adegan dalam film All Fun and Games (dok. Vertical Entertainment/All Fun and Games)

Jauh dari judulnya yang terdengar menyenangkan, All Fun and Games justru menyulap permainan masa kecil menjadi undangan menuju neraka. Kisahnya berpusat pada sepasang kakak beradik yang tanpa sengaja kerasukan roh jahat setelah menemukan belati ritual kuno di sebuah rumah kosong. Cerita makin intens saat orang-orang terdekat mereka dipaksa mengikuti serangkaian permainan, seperti petak umpet hingga tebak kata, yang kini memiliki konsekuensi mematikan.

6. It's What's Inside (2024)

adegan dalam film It's What's Inside (dok. Netflix/It's What's Inside)

It's What's Inside sukses memadukan horor dan fiksi ilmiah menjadi tontonan yang bikin jantung berdebar, pula membuat otak ikut berpikir keras. Tantangan di film ini cukup unik, datang dari sebuah perangkat misterius berteknologi tinggi yang mampu menukar kesadaran para penggunanya ke tubuh orang lain. Masalahnya, rahasia, kecemburuan, dan dendam di antara para pemain membuat identitas setiap orang menjadi samar, hingga sebuah plot twist besar memutar balikkan semuanya!

7. Host (2020)

adegan dalam film Host (dok. Shudder/Host)

Terakhir, tapi gak kalah bikin bergidik, ada Host, yang mengadaptasi format screenlife alias rekaman layar komputer. Film garapan Rob Savage (The Boogeyman) ini berporos pada enam orang sahabat yang iseng menyewa jasa seorang cenayang untuk menggelar ritual pemanggilan arwah secara virtual via aplikasi Zoom di tengah lockdown pandemi. Berbekal durasi singkat (hanya 59 menit!) dan konsep simpel, Host sukses menyabet rating nyaris sempurna, yakni 98 persen, di Rotten Tomatoes.

Tujuh film horor era 2020-an di atas membuktikan kalau rasa penasaran dan keinginan mencari sensasi bisa berubah menjadi petaka ketika batas kewajaran mulai diabaikan. Yuk, masukkan judul-judul tadi ke watchlist akhir pekanmu, tapi ingat, nontonnya jangan sendirian, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article