5 Teori Reboot X-Men MCU yang Mungkin Terjadi Usai Brand New Day

- Jean Grey versi Sadie Sink diperkenalkan sebagai mutan baru MCU dan diperkirakan berperan penting membuka jalan pembentukan X-Men.
- Universal Inhibitor buatan Peter Parker yang menetralkan kekuatan Jean berpotensi dikembangkan menjadi senjata anti-mutan, sementara Bill Metzger dikaitkan dengan propaganda kebencian terhadap mutan.
- Avengers: Doomsday dan Secret Wars disebut berpotensi menjembatani X-Men Fox ke MCU; reboot garapan Jake Schreier diproyeksikan memulai era Mutant Saga dengan antagonis selain Magneto.
Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum menonton Spider-Man: Brand New Day!
Jean Grey (Sadie Sink) dalam film Spider-Man: Brand New Day (2026) menjadi sinyal bahwa Marvel Studios mulai membuka jalan bagi para X-Men di Marvel Cinematic Universe (MCU). Selama berada di tangan 20th Century Fox, tim mutan ikonik ini sukses membentuk salah satu franchise superhero paling sukses sepanjang masa. Sayangnya, warisan tersebut mesti ditutup dengan kesan kurang memuaskan setelah X-Men: Dark Phoenix (2019) dan The New Mutants (2020) yang tampil jauh di bawah ekspektasi.
Kini, setelah hak film X-Men berada di tangan Marvel Studios, para mutan kini berpeluang memulai era baru dengan arah yang lebih terencana. Mereka bahkan sudah menyiapkan film reboot X-Men yang dijadwalkan meluncur setelah Avengers: Doomsday (2026) dan Avengers: Secret Wars (2027). Ia bakal digarap oleh Jake Schreier, sutradara di balik film Thunderbolts* (2025).
Lantas, seperti apa kisah dan masa depan para mutan yang bakal disiapkan Marvel Studios setelah Spider-Man: Brand New Day? Berikut teori-teorinya!
1. Jean Grey kemungkinan besar menjadi tokoh kunci dalam film reboot X-Men

Sadie Sink sebagai Jean Grey (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Jean Grey versi Sadie Sink menjadi mutan X-Men pertama yang menggunakan pemeran baru, berbeda dengan Professor X dalam Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022), Beast dalam The Marvels (2023), dan Wolverine dalam Deadpool & Wolverine (2024) yang masing-masing merupakan varian dari film-film 20th Century Fox. Jean juga menjadi anggota X-Men pertama yang diperkenalkan di MCU sebelum rekan-rekan setimnya, termasuk Charles Xavier alias Professor X yang kerap diceritakan sebagai mentornya. Dari sini, muncul spekulasi kalau Jean kemungkinan besar tidak hanya menjadi salah satu murid pertama Professor X, melainkan juga menjadi tokoh penting dalam proses terbentuknya X-Men.
Peran Jean mungkin akan mirip dengan Tony Stark alias Iron Man yang membantu memperkenalkan dunia superhero sebelum Avengers terbentuk, meskipun dia tidak menjadi pemimpinnya. Dengan konsep yang serupa, Jean bisa menjadi sosok yang membuka jalan bagi pengenalan dunia mutan sebelum X-Men akhirnya terbentuk sebagai sebuah tim. Jean memang bukan pemimpin macam Professor X maupun Cyclops, tetapi dia bisa memainkan peran penting sebagai jantung emosional X-Men di tengah para anggotanya yang memiliki latar belakang berbeda.
2. Universal Inhibitor Peter Parker menjadi senjata bagi kelompok anti-mutan

Inhibitor Hulk yang menjadi inspirasi Universal Inhibitor (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Dalam Spider-Man: Brand New Day, Peter Parker (Tom Holland) sempat mengembangkan teknologi yang mampu mengendalikan mutasi DNA laba-laba dalam tubuhnya yang terinspirasi dari Inhibitor Hulk milik Bruce Banner (Mark Ruffalo). Meskipun mendapat peringatan, Peter tetap menciptakan Universal Inhibitor yang ternyata mampu menetralisir kekuatan Jean Grey. Tanpa dia sadari, penemuannya bisa saja berkembang menjadi senjata anti-mutan yang sangat berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah.
Film reboot X-Men mungkin akan mengembangkan teknologi tersebut menjadi alat bernama Inhibitor Collar. Bagi kamu yang belum tahu, Inhibitor Collar merupakan alat berbentuk kalung yang kerap dipasang pada tubuh mutan untuk menekan atau menonaktifkan kekuatan mereka, seperti yang pernah diperlihatkan dalam film X-Men: Days of Future Past (2014) dan Deadpool 2 (2018). Jika dugaan ini tepat, Inhibitor Collar berpotensi digunakan oleh sejumlah pihak untuk mengendalikan hingga membasmi para mutan dengan cara yang tidak manusiawi.
3. Bill Metzger akan menjadi sosok yang membenci para mutan

Tramell Tillman sebagai Bill Metzger (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day) Kamu masih ingat Bill Metzger (Tramell Tillman), pemimpin Damage Control yang ternyata bertanggung jawab atas kematian kakaknya, Sara Grey? Menjelang akhir Spider-Man: Brand New Day, dia memang berhasil melarikan diri setelah rencananya terbongkar. Namun, tidak menutup kemungkinan dia kembali menampakkan batang hidungnya dalam film reboot X-Men.
Pasalnya, banyak fans berteori kalau Bill merupakan interpretasi MCU dari William Metzger yang debut dalam komik X-Men: Children of the Atom #1 (1999). Dia diceritakan sebagai pemimpin kelompok Milisi Anti-Mutan yang menggunakan media dan aksi publik untuk menyebarkan propaganda kebencian terhadap kaum mutan. Dengan adanya teknologi Universal Inhibitor ciptaan Peter Parker, Bill bisa jadi memanfaatkannya untuk memperkuat sentimen anti-mutan sekaligus memicu konflik antara manusia dan mutan di balik layar.
4. Doomsday dan Secret Wars menjadi peralihan X-Men Fox ke MCU

X-Men (dok. 20th Century Fox/X-Men: Days of Future Past) Avengers: Doomsday dan Avengers: Secret Wars nanti bisa jadi tidak sekadar pertarungan akbar antarsemesta. Usut punya usut, kedua megaproyek yang digadang-gadang menjadi klimaks Multiverse Saga ini berpeluang menjadi jembatan menuju era baru mutan. Bagi para X-Men, ini dimaksudkan sebagai peralihan estafet dari generasi lama X-Men yang berada di bawah naungan 20th Century Fox menuju generasi baru yang diusung Marvel Studios.
Film reboot X-Men memang tengah dipersiapkan dengan merekrut aktor dan aktris muda, yaitu Samara Weaving dan Kit Connor yang dilaporkan akan memerankan Emma Frost dan Scott Summers alias Cyclops. Apalagi, Kevin Feige selaku Presiden Marvel Studios secara terbuka telah menyebut Mutant Saga saat membahas rencana jangka panjang MCU setelah berakhirnya Multiverse Saga. Karena X-Men akan menjadi poros utama MCU dalam saga ini, tidak sedikit fans yang berteori kalau Avengers mungkin tidak lagi menjadi pusat cerita seperti pada Infinity Saga dan Multiverse Saga.
5. Magneto mungkin tidak menjadi musuh utama dalam film reboot X-Men

Michael Fassbender sebagai Magneto (dok. 20th Century Fox/X-Men: Days of Future Past) Erik Lehnsherr alias Magneto sudah sering diperlihatkan sebagai antagonis yang harus dihadapi tim mutan asuhan Charles Xavier alias Professor X, mantan sahabatnya. Kalau film reboot X-Men langsung menjadikan mutan pengendali logam ini sebagai antagonis utama, hal ini akan terasa seperti mengulang formula yang digunakan 20th Century Fox dalam X-Men (2000). Padahal, Magneto memang kerap bermusuhan dengan X-Men, tetapi tidak jarang juga dia bekerja sama ketika menyangkut masa depan kaum mutan.
Sejauh ini, terdapat rumor yang menyebut bahwa film reboot X-Men berpotensi menampilkan tiga karakter yang menjadi antagonis utama. Mereka adalah Nathaniel Essex alias Mister Sinister, ilmuwan genetika yang terobsesi terhadap evolusi mutan; Robert Kelly, senator sekaligus politisi yang menganut paham anti-mutan; dan Bolivar Trask, dalang di balik pengembangan robot pemburu mutan yang dikenal sebagai Sentinel. Mirip dengan X-Men: First Class (2011), Magneto di sini kemungkinan akan lebih dulu bersekutu sebelum akhirnya menjadi pihak yang berseberangan dengan X-Men serta Professor X.
Era baru X-Men di bawah naungan Marvel Studios melalui film reboot di MCU bisa dibilang cukup diantisipasi. Meskipun penayangannya masih cukup lama, sejumlah teori mengenai cerita para mutan mulai bermunculan melalui berbagai proyek MCU, termasuk Spider-Man: Brand New Day dan Avengers: Doomsday. Kira-kira teori apa lagi yang bakal menjadi kenyataan dalam film reboot X-Men nanti, ya?























