Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Film Horor Karya Koji Shiraishi selain Noroi, Terbaru Kinki!
About a Place in the Kinki Region (dok. Kadokawa/About a Place in the Kinki Region)
  • Koji Shiraishi dikenal lewat horor Jepang dengan variasi gaya, dari legenda urban, found footage, horor kosmik, hingga rumah berhantu bercampur komedi absurd.
  • Carved, Teketeke, Occult, Grotesque, Record of Sweet Murder, dan House of Sayuri menampilkan misteri, kutukan, penyelidikan, serta teror ekstrem dalam karya-karyanya.
  • Film terbaru Shiraishi, Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki, mengisahkan penyelidikan hilangnya editor majalah misteri dan dijadwalkan tayang di Indonesia pada 16 Oktober 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika mendengar nama Koji Shiraishi, penggemar horor mungkin akan langsung mengingat Noroi: The Curse (2005). Bagaimana tidak? Meski telah lewat 2 dekade, film bergaya found footage tentang penelusuran ritual mistis garapannya tersebut masih sukses bikin bulu kuduk berdiri. Padahal, rekam jejak Shiraishi dalam genre horor tidak berhenti pada film tersebut, lho.

Sutradara asal Jepang ini punya sederet karya mengerikan lainnya yang gak kalah mencekam. Salah satunya ada Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki yang siap "meneror" bioskop Indonesia. Termasuk Kinki, intip tujuh rekomendasi film horor karya Koji Shiraishi selain Noroi berikut ini!

1. Carved: The Slit-Mouthed Woman (2007)

Carved: The Slit-Mouthed Woman (dok. Twin Co. Ltd./Carved: The Slit-Mouthed Woman)

Film Koji Shiraishi satu ini mengangkat legenda urban tentang Kuchisake-onna, sosok perempuan misterius dengan mulut robek hingga ke telinga. Di sini, kemunculannya berkaitan dengan hilangnya sejumlah anak di sebuah kota di Jepang. Dua guru sekolah, Kyoko Yamashita (Eriko Sato) dan Noboru Matsuzaki (Haruhiko Kato), pun berusaha mengungkap misteri di balik kejadian tersebut.

Gak cuma menyutradarai, Shiraishi turut menulis naskah Carved: The Slit-Mouthed Woman bersama Naoyuki Yokota. Film ini sendiri berlanjut lewat prekuelnya, Carved 2: The Scissors Massacre (2008), yang diarahkan oleh Kotaro Terauchi.

2. Occult (2009)

Occult (dok. Creative Axa Company Ltd./Occult)

Koji Shiraishi menggunakan format found footage andalannya untuk menyajikan kisah horor dalam Occult. Mengangkat tema horor kosmik, film ini cocok untuk penyuka karya-karya Junji Ito dan H. P. Lovecraft.

Cerita bermula dari niat sebuah tim dokumenter untuk meliput insiden penyerangan di sebuah kawasan wisata yang menewaskan dua orang. Mereka lalu menemui Shohei Eno (Shohei Uno), salah satu penyintas insiden tersebut. Namun, penyelidikan itu malah membuat mereka terseret ke dalam simbol-simbol aneh dan fenomena di luar nalar.

3. Teketeke (2009)

Teketeke (dok. Tsuburaya Productions/Teketeke)

Seperti Carved: The Slit-Mouthed Woman, Teketeke juga diangkat dari legenda urban Jepang. Film ini mengikuti Kana Ohashi (Yuko Oshima), siswi SMA yang mulai menyelidiki kematian misterius sahabatnya. Namun, penyelidikan tersebut justru membuat Kana berhadapan dengan sosok Teke Teke dan kutukan yang mengancam nyawanya dalam tiga hari.

Teke Teke sendiri merupakan hantu perempuan yang kehilangan bagian bawah tubuhnya setelah tertabrak kereta api. Menariknya, Koji Shiraishi juga merilis sekuelnya, Teketeke 2, di hari yang sama.

4. Grotesque (2009)

Grotesque (dok. Ace Deuce Entertainment/Grotesque)

Masih pada tahun yang sama, ada Grotesque yang menjadi salah satu film paling kontroversial karya Koji Shiraishi. Film ini bahkan dilarang beredar di beberapa negara karena konten kekerasannya yang dinilai ekstrem.

Secara garis besar, Grotesque lebih berfokus pada adegan penyiksaan ketimbang pengembangan cerita. Dua protagonisnya, Kazuo Kojima (Hiroaki Kawatsure) dan Aki Miyashita (Tsugumi Nagasawa), diculik saat menjalani kencan pertama mereka. Keduanya lalu menjadi sasaran penyiksaan seorang dokter misterius, baik secara fisik maupun psikis.

5. Record of Sweet Murder (2014)

Record of Sweet Murder (dok. Nikkatsu Corporation/Record of Sweet Murder)

Koji Shiraishi kembali ke genre found footage lewat Record of Sweet Murder. Jurnalis Korea Selatan, Kim So Yeon (Kim Kkot Bi), mendapat kesempatan untuk mewawancarai teman masa kecilnya, Park Sang Joon (Yeon Je Wook), yang menjadi buronan dalam kasus pembunuhan. Situasi mulai menegangkan ketika Sang Joon mengungkap tujuan sebenarnya di balik pertemuan tersebut.

Berbeda dari film horor Shiraishi lainnya, Record of Sweet Murder hampir seluruhnya menggunakan dialog dan dibintangi oleh aktor Korea Selatan. Satu-satunya unsur Jepang datang dari karakter juru kamera bernama Tashiro, yang diperankan oleh Shiraishi sendiri.

6. House of Sayuri (2024)

House of Sayuri (dok. Tohokushinsha Film Corporation/House of Sayuri)

Dalam House of Sayuri, Koji Shiraishi memadukan horor rumah berhantu dengan komedi absurd. Film ini diangkat dari manga horor berjudul sama karya Rensuke Oshikiri yang kental dengan nuansa humor gelap dan aksi.

Di pusat cerita ada keluarga Kamiki yang akhirnya berhasil membeli rumah luas di pedesaan setelah lama memimpikannya. Namun, rumah itu ternyata dihuni oleh arwah gadis bernama Sayuri yang gemar menebar teror. Saat keadaan keluarga makin genting, Norio (Ryoka Minamide) dan neneknya, Harue (Toshie Negishi), pun bertekad melawan sang hantu.

7. About a Place in the Kinki Region (2025)

About a Place in the Kinki Region (dok. Kadokawa/About a Place in the Kinki Region)

Terakhir, ada About a Place in the Kinki Region yang diadaptasi dari novel horor laris karya Sesuji. Cerita bermula ketika seorang editor majalah misteri menghilang saat mengumpulkan informasi tentang kejadian-kejadian aneh di wilayah Kinki, Jepang. Rekan kerjanya, Yusei Ozawa (Eiji Akaso), pun meminta bantuan penulis lepas bernama Chihiro Seno (Miho Kanno) buat menyelidiki kasus tersebut.

Guna menangkap esensi novelnya, Koji Shiraishi mengemas Kinki dengan menggabungkan narasi konvensional dengan teknik mockumentary. Siap-siap, film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada Jumat (16/10/2026) dengan judul Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki!

Kalau selama ini kamu cuma mengenal Koji Shiraishi lewat Noroi: The Curse, tujuh film di atas bisa memperluas referensimu tentang karya sang sutradara. Sambil menunggu Kinki tayang di bioskop, kira-kira film mana dulu yang mau kamu tonton buat pemanasan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article