Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Film Horor Klasik Underrated yang Ternyata Seram Banget!
Rats: Night of Terror (Dok. Beatrice Films/Rats: Night of Terror)
  • Artikel menyoroti enam film horor klasik underrated yang sempat terabaikan saat rilis, namun kini diakui karena keunikan cerita dan atmosfer menyeramkan yang tetap efektif hingga sekarang.
  • Masing-masing film, seperti Eyes of Fire, The Car, dan Dead of Night, menawarkan gaya horor berbeda—dari folk horror kolonial hingga antologi misterius dengan efek praktis khas era lamanya.
  • Keenam film ini menunjukkan bahwa karya horor tidak harus populer untuk meninggalkan kesan mendalam, bahkan beberapa di antaranya kini berstatus kultus di kalangan penggemar genre.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Film horor populer seperti The Exorcist, Halloween, atau The Conjuring sering mendominasi pembicaraan para penggemar genre ini. Namun, di balik film-film terkenal tersebut, ada banyak karya horor yang justru luput dari perhatian publik meski menawarkan pengalaman menonton yang tak kalah mengesankan.

Menariknya, banyak film horor klasik underrated yang gagal mendapatkan apresiasi yang layak saat pertama kali dirilis. Ada yang kalah bersaing di bioskop, ada pula yang dianggap terlalu aneh untuk zamannya. Padahal, film-film tersebut justru mendapat status kultus.

Berikut deretan film horor underrated yang layak mendapat kesempatan kedua, karena ceritanya cukup seram, lho!

1. Eyes of Fire (1983)

Eyes of Fire (Dok. Elysian Pictures/Eyes of Fire)

Eyes of Fire adalah film folk horror yang berlatar Amerika pada masa kolonial, jauh sebelum negara itu merdeka. Ceritanya mengikuti sekelompok orang yang diasingkan dari komunitas mereka dan terpaksa bertahan hidup di wilayah liar yang diyakini dihuni kekuatan supranatural.

Sutradara Avery Crounse berhasil menciptakan dunia yang terasa asing, menyeramkan, dan penuh misteri. Banyak adegan mengejutkan muncul tanpa penjelasan yang jelas, tetapi justru itulah yang membuat rasa takutnya semakin kuat. Dengan anggaran terbatas dan teknologi era 1980-an, efek visual yang ditampilkan masih terlihat kreatif dan mengesankan.

2. The Car (1977)

The Car (Dok. Universal Pictures/The Car)

Premis The Car terdengar sangat sederhana, yakni sebuah mobil misterius meneror sebuah kota kecil dan membunuh siapa pun yang berada di jalurnya. Tidak ada asal-usul yang rumit atau penjelasan panjang lebar mengenai kendaraan tersebut. Film ini hanya menyajikan teror tanpa henti dari sebuah mobil hitam yang tampaknya memiliki kekuatan jahat.

Kesederhanaan itu justru menjadi kekuatan utamanya. Karena dibuat sebelum era CGI modern, hampir semua adegan tabrakan dan kejar-kejaran dilakukan secara nyata. Hasilnya terasa lebih berbahaya dan menegangkan dibandingkan dengan banyak film sejenis saat ini.

3. Dead of Night (1945)

Dead of Night (Dok. Ealium Pictures/Dead of Night)

Jauh sebelum film antologi horor menjadi populer, Dead of Night sudah lebih dulu melakukannya dengan sangat baik. Film Inggris ini terdiri dari beberapa kisah horor yang saling terhubung melalui sebuah cerita utama. Struktur seperti ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak film antologi yang muncul puluhan tahun setelahnya.

Meskipun dirilis lebih dari 80 tahun lalu, sebagian besar segmennya masih terasa efektif hingga sekarang. Salah satu bagian paling terkenal melibatkan boneka ventriloquist yang menyeramkan dan masih mampu membuat penonton merinding. Efek visualnya mungkin sederhana menurut standar modern, tetapi cara film ini sukses membangun ketegangan.

4. Rats: Night of Terror (1984)

Rats: Night of Terror (Dok. Beatrice Films/Rats: Night of Terror)

Bayangkan film pasca-apokaliptik, film geng motor, dan film monster digabungkan menjadi satu. Itulah gambaran singkat tentang Rats: Night of Terror. Berlatar di masa depan setelah kehancuran peradaban, sekelompok penyintas menemukan bangunan tua yang tampaknya aman. Sayangnya, tempat itu dipenuhi tikus-tikus ganas yang siap menyerang kapan saja.

Film ini tidak pernah berusaha menjadi karya realistis, tetapi justru itulah daya tariknya. Adegan-adegan serangan tikus dibuat dengan efek praktis yang cukup mengesankan untuk zamannya. Selain menawarkan banyak ketegangan, film ini juga memiliki salah satu akhir cerita paling mengejutkan dalam genre horor 1980-an.

5. Frankenstein Created Woman (1967)

Frankenstein Created Woman (Dok. 20th Century Studios/Frankenstein Created Woman)

Seri film Frankenstein produksi Hammer terkenal karena sering memberikan sentuhan baru pada kisah klasik karya Mary Shelley. Dalam Frankenstein Created Woman, fokus cerita tidak hanya pada eksperimen ilmiah yang gagal, tetapi juga pada tema balas dendam dan identitas yang jauh lebih berani dibandingkan dengan film-film pendahulunya.

Film ini terasa unik karena menggabungkan unsur horor gotik dengan cerita menyerupai slasher modern. Visualnya penuh warna khas Hammer, sementara adegan-adegan kekerasannya cukup berani untuk ukuran era 1960-an. Kehadiran aktor legendaris Peter Cushing sebagai Dr. Frankenstein juga menjadi salah satu alasan utama film ini tetap menarik untuk ditonton.

6. Xtro (1982)

Xtro (Dok. New Line Cinema/Xtro)

Sulit menjelaskan Xtro tanpa merusak kejutan-kejutan yang ada di dalamnya. Film horor fiksi ilmiah karya Harry Bromley Davenport ini dimulai dengan kisah penculikan alien yang tampak sederhana, tetapi kemudian berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap dan tidak terduga.

Saat pertama kali dirilis, banyak kritikus membencinya karena dianggap terlalu aneh dan menjijikkan. Namun, seiring waktu, reputasinya berubah drastis. Efek praktisnya yang grotesk, cerita yang tidak bisa ditebak, serta suasana yang semakin mengganggu dari menit ke menit membuat Xtro menjadi salah satu film kultus paling unik dalam genre horor.

Film horor tidak selalu harus terkenal untuk menjadi hebat. Ketujuh film ini membuktikan bahwa masih banyak permata tersembunyi yang menunggu untuk ditemukan oleh para penggemar horor. Dari daftar film horor underrated di atas, mana yang paling membuatmu penasaran untuk segera ditonton?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article