3 Film Indonesia ini Siap Gelar World Premiere di Berlinale 2026

- Monster Pabrik Rambut (2026) akan tayang di Berlinale Special Midnight, dengan cerita tentang tiga kakak beradik yang menghadapi kematian mendadak ibu mereka.
- Ghost in Cell (2026) akan meramaikan Berlinale melalui program Forum, menceritakan narapidana yang terpaksa bekerja sama untuk bertahan hidup di penjara paling kejam.
- Fanfictie: Volcanology (2025) akan tayang di Berlinale dalam Forum Expanded Exhibition, mengisahkan konflik antara teori vulkanik dan kepercayaan lokal masyarakat sekitar gunung berapi.
Salah satu ajang festival film tertua di dunia, Berlin International Film Festival, segera dihelat dalam waktu dekat. Akan digelar pada tanggal 12 hingga 22 Februari 2026 mendatang, Tricia Tuttle selaku Direktur Berlinale telah mengumumkan seluruh lineup yang terbagi dalam 11 program dan berpartisipasi dalam pagelarannya yang ke-76.
Tahun ini, terdapat tiga film Indonesia yang berhasil lolos seleksi ketat dan menjadi lineup di tiga program berbeda. Penasaran film apa saja yang akan menggelar penayangan perdananya di Berlinale 2026? Cari tahu jawabannya di bawah ini!
1. Monster Pabrik Rambut (2026)

Tiga kakak beradik dipaksa menghadapi kematian mendadak ibu mereka di sebuah pabrik rambut palsu. Sang kakak meyakini hal tersebut merupakan aksi bunuh diri, sementara adiknya yakin jika ibu mereka dirasuki sosok jahat yang membuatnya bertindak demikian. Di sisi lain, adik bungsu mereka yang memiliki kemampuan unik kini diincar oleh sosok tak kasat mata penunggu pabrik tersebut untuk dijadikan inang baru.
Film yang dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, dan Didik Nini Thowok ini siap menggelar world premiere di Berlinale dalam program Berlinale Special Midnight. Berlinale Special sendiri merupakan program yang disediakan untuk special screening atau pemutaran khusus bagi film. series, dan dokumenter yang diproduksi dalam skala besar. Program ini turut merefleksikan sejarah sinema serta menyoroti proses yang dilalui para sineas dalam menggarap film mereka.
2. Ghost in Cell (2026)

Labuan Angsana dikenal sebagai salah satu penjara paling kejam di seluruh penjuru negeri. Tidak ada harapan bagi para tahanan di sana. Penjaga yang korup dan tahanan paling kejam berlomba menduduki puncak kekuasaan. Situasi semakin tak terkendali ketika sosok tak kasat mata mulai membantai narapidana satu per satu. Mau tidak mau, mereka terpaksa bekerja sama untuk bertahan hidup.
Ghost in Cell dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Endy Arfian, Bront Palarae, Morgan Oey, dan Lukman Sardi. Ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, film ini akan meramaikan Berlinale melalui program Forum. Program ini berfokus pada karya-karya eksperimental dan menantang pakem sinema konvensional. Film-film yang berpartisipasi dalam Forum juga identik dengan menjadikan isu sosial politik yang sensitif sebagai topik utamanya.
3. Fanfictie: Volcanology (2025)

Di kedalaman perut gunung, teori vulkanik seorang geolog Belanda berbenturan dengan kepercayaan lokal masyarakat yang hidup di sekitar gunung berapi. Sang geolog yang berpegang teguh pada pengetahuan sains terpaksa mengesampingkan egonya demi dapat memahami alam dari sisi spiritual dan klenik.
Film besutan sutradara Riar Rizaldi ini akan tayang di Berlinale dalam Forum Expanded Exhibition. Program Forum Expanded hampir serupa dengan program Forum. Yang menjadi pembeda terletak pada fokus eksplorasinya. Forum Expanded lebih berfokus pada pameran instalasi dan video art atau seni yang menggunakan video sebagai media visual dan audio.
Berlinale ke-76 akan dibuka dengan penayangan perdana film No Good Men karya sutradara asal Afganistan, Shahrbanoo Sadat. Sineas asal Jerman, Wim Wenders, ditunjuk sebagai presiden juri internasional. Siap mengemban tugas dalam menentukan siapa yang berhak membawa pulang Golden Bear untuk film terbaik dan Silver Bear untuk kategori spesifik seperti sutradara terbaik, skenario terbaik, dan aktor terbaik.
Sementara aktris Michelle Yeoh akan menerima penghargaan Honorary Golden Bear sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian serta kontribusinya di sinema internasional selama 40 tahun terakhir.


















