Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Film Indonesia yang Tidak Cocok Ditonton saat Puasa Ramadan
Yuni (dok. Fourcolours Films/Yuni)
  • Artikel membahas enam film Indonesia yang dinilai kurang cocok ditonton selama Ramadan karena mengandung tema dewasa, kekerasan, atau isu sensitif yang bisa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.
  • Film-film tersebut meliputi Pintu Terlarang, Kucumbu Tubuh Indahku, Makmum, Jakarta vs Everybody, Yuni, dan Thaghut dengan alasan berbeda seperti konten gore, tema LGBTQ+, hingga penggambaran ibadah secara kontroversial.
  • Pesan utama artikel menekankan pentingnya selektif memilih tontonan agar tetap menjaga suasana spiritual dan fokus beribadah selama bulan suci Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sebagai salah satu media hiburan paling populer, film kerap menjadi pilihan tepat untuk mengisi waktu senggang selama Ramadan. Bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa, menonton film dapat menjadi cara bersantai sekaligus mengalihkan perhatian sejenak dari rasa lapar dan dahaga. Karena itu, kamu perlu selektif memilih tontonan ringan, menghibur, dan aman dinikmati selama bulan suci.

Namun, tidak semua film cocok ditonton saat Ramadan. Sejumlah karya sineas Tanah Air memuat konten dewasa, eksploitasi berlebihan, hingga tema yang berpotensi bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Alih-alih menjadi hiburan yang menenangkan, film-film semacam ini justru berisiko mengganggu kekhusyukan ibadah puasa.

Demi menjaga fokus dan makna Ramadan yang penuh berkah, ada beberapa film yang sebaiknya kamu hindari. Berikut enam film Indonesia yang kurang direkomendasikan untuk ditonton saat berpuasa!

1. Pintu Terlarang (2009)

Pintu Terlarang (dok. Lifelike Pictures/Pintu Terlarang)

Pintu Terlarang merupakan salah satu karya terbaik dari Joko Anwar. Mengusung genre thriller psikologis, film ini menggaet Fachry Albar, Marsha Timothy, dan Ario Bayu sebagai pemeran utama. Pintu Terlarang berfokus pada seorang pematung sukses yang kehidupannya berubah drastis setelah menerima serangkaian pesan misterius.

Secara atmosfer, Pintu Terlarang memadukan nuansa kelam ala film Psycho (1960) dengan adegan sadis ala Saw (2004). Kombinasi tersebut membuat film ini terasa disturbing bagi sebagian penonton. Jika kamu tidak nyaman dengan tontonan berunsur gore, terlebih sedang menjalani puasa Ramadan, sebaiknya hindari Pintu Terlarang.

2. Kucumbu Tubuh Indahku (2019)

Kucumbu Tubuh Indahku (dok. Fourcolours Films/Kucumbu Tubuh Indahku)

Memasuki akhir 2010-an, industri perfilman Indonesia mengalami pergeseran dengan lahirnya berbagai film non-horor yang berkualitas. Salah satunya datang dari Garin Nugroho yang mempersembahkan Kucumbu Tubuh Indahku. Film drama ini menceritakan Juno (Muhammad Khan), seorang remaja laki-laki yang ditinggalkan ayahnya dan kemudian tumbuh menjadi penari Lengger.

Kucumbu Tubuh Indahku banjir pujian berkat pendekatan visual yang puitis, bahkan sempat dikirim menjadi wakil Indonesia di ajang Oscar 2020 untuk kategori Film Internasional Terbaik (Best International Feature Film). Namun, sebagian penonton Tanah Air menilai film ini menampilkan tema dan adegan LGBTQ+ yang dianggap bertentangan dengan nilai serta budaya di Indonesia. Di samping itu, tema yang tergolong berat dan sensitif membuatnya kurang direkomendasikan sebagai tontonan pendamping saat Ramadan.

3. Makmum (2019)

Makmum (dok. Dee Company/Makmum)

Makmum adalah film horor religi yang diadaptasi dari film pendek viral di YouTube. Ia mengikuti kisah Rini (Titi Kamal) yang membantu mengurus para santri di sebuah asrama putri. Situasi berubah mencekam ketika muncul sosok gaib yang akan ikut melantunkan bacaan salat bersama para korbannya.

Sejak perilisannya, film ini sempat menuai polemik dari sebagian kalangan, terutama umat Islam. Pasalnya, sejumlah adegan horor dalam Makmum berkaitan langsung dengan salat, ibadah yang paling sakral bagi muslim. Bagi mereka, penggambaran tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu ketenangan serta menurunkan semangat beribadah pada bulan suci.

4. Jakarta vs Everybody (2020)

Jakarta vs Everybody (dok. Pratama Pradana Pictures/Jakarta vs Everybody)

Jakarta vs Everybody adalah film yang berani mengangkat sisi gelap ibu kota. Film ini menceritakan Dom (Jefri Nichol) yang merantau ke Jakarta demi mengejar mimpinya menjadi aktor. Namun, kerasnya kehidupan di ibu kota justru menyeretnya ke dunia bawah tanah sehingga memaksanya bekerja sebaagai pengedar narkoba.

Meski berhasil memotret realitas ibukota yang keras dan penuh tekanan, Jakarta vs Everybody kurang tepat dijadikan tontonan selama Ramadan. Pasalnya, terdapat adegan panas serta dialog yang dipenuhi kata-kata kasar. Kedua unsur ini dikhawatirkan dapat mengurangi kekhusyukan dan nilai ibadah puasa.

5. Yuni (2021)

Yuni (dok. Fourcolours Film/Yuni)

Yuni garapan Kamila Andini mengangkat isu pernikahan dini yang sempat menjadi sorotan di Indonesia. Berkisah tentang Yuni (Arawinda Kirana) yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah, dirinya justru menerima lamaran dari dua pria yang tidak dikenalnya dan dengan tegas menolaknya. Ketika lamaran ketiga datang, Yuni dihadapkan pada pilihan sulit untuk tetap mempertahankan impiannya atau mengikuti mitos yang dipercaya masyarakat sekitar.

Yuni menyampaikan pesan moral yang kuat tentang hak perempuan untuk menentukan masa depan tanpa dibatasi oleh gender. Meski demikian, film ini dinilai terlalu berat untuk dinikmati sebagai hiburan selama Ramadan. Temanya yang serius serta beberapa adegan intim membuat film ini kurang cocok sebagai tontonan ringan pada bulan suci.

6. Thaghut (2024)

Thaghut (dok. Leo Pictures/Thaghut)

Film horor bertema religi Islam memang sudah banyak dibuat. Namun, Thaghut yang sebelumnya berjudul Kiblat pernah menjadi bahan perbincangan luas karena kontroversinya. Ia menceritakan Ainun (Yasmin Napper) yang perlahan terseret dalam ajaran sesat yang dibawa oleh ayahnya.

Saat masih berjudul Kiblat, film ini menuai cekaman karena poster promosinya dinilai melecehkan dan mengolok-olok salat sebagai kegiatan beribadah umat Islam. Setelah menerima masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), rumah produki Leo Pictures akhirnya mengganti judulnya menjadi Thaghut serta memperbarui materi promosinya. Walaupun begitu, film ini masih jauh dari kata layak ditonton saat Ramadan karena memuat praktik spiritual yang berpotensi menggoyahkan keimanan.

Selain keenam film di atas, masih banyak film Tanah Air yang memuat konten kurang sesuai dengan suasana bulan suci Ramadan. Sebagai penonton muslim yang bijak, kamu perlu lebih selektif dalam memilih tontonan. Pastikan film yang kamu saksikan tidak mengurangi kekhusyukan serta nilai ibadah puasamu, ya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team