Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Film Indonesia yang Menggunakan Intimacy Coordinator

6 Film Indonesia yang Menggunakan Intimacy Coordinator
poster Sleep Call dan Legenda Kelam Malin Kundang (dok. IDN Pictures/Sleep Call | dok. Come and See Pictures/Legenda Kelam Malin Kundang)
Intinya Sih
  • Semakin banyak film Indonesia mulai menggunakan jasa intimacy coordinator untuk memastikan keamanan dan kenyamanan aktor saat menjalani adegan fisik atau romantis di lokasi syuting.
  • Beberapa film seperti Sleep Call, Pengepungan di Bukit Duri, Siksa Kubur, hingga Norma: Antara Mertua dan Menantu telah melibatkan profesional bersertifikat dalam proses produksinya.
  • Langkah ini menandai peningkatan standar industri perfilman Tanah Air menuju praktik yang lebih etis, aman, serta menghormati batas pribadi para pemainnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam sebuah karya film, tak jarang cerita menuntut para aktor dan aktris menjalani adegan intim sebagai bagian dari kisahnya. Kini, isu keamanan dan kenyamanan pemain saat melakoni adegan tersebut pun mendapat perhatian publik.

Salah satu langkah yang mulai diterapkan oleh tim produksi adalah menghadirkan intimacy coordinator, yakni profesional bersertifikat yang bertugas mengarahkan adegan fisik atau romantis dengan persetujuan, batasan yang jelas, serta prosedur yang aman bagi semua pihak di lokasi syuting.

Meski terbilang baru di Indonesia, praktik ini perlahan diadopsi sejumlah produksi film Tanah Air dalam beberapa tahun terakhir. Berikut daftar film Indonesia yang diketahui menggunakan jasa intimacy coordinator!

1. Sleep Call

Poster film Sleep Call
Dok. IDN Pictures/Sleep Call

Film Sleep Call yang rilis pada 2023 lalu memuat sejumlah adegan intim antara tokoh utamanya. Dalam proses produksi, produser Susanti Dewi lalu menggaet Hagai Pakan sebagai intimacy coordinator di film ini. Hadirnya Hagai tak lepas dari saran Laura Basuki yang memerankan tokoh Dina di filmnya.

Sleep Call menceritakan tentang Dina, mantan pramugari yang terlilit utang pinjaman online ilegal. Ia juga dihantui rasa sepi yang tak kunjung reda. Dalam upaya mencari pelarian, ia mulai merasa ketergantungan pada layanan sleep call dan berkenalan dengan Rama, pria misterius yang ditemuinya lewat aplikasi kencan.

2. Pengepungan di Bukit Duri

Pengepungan di Bukit Duri
poster film Pengepungan di Bukit Duri (dok. Come and See Pictures/Pengepungan di Bukit Duri)

Disutradarai oleh Joko Anwar, film ini mengangkat kisah mencekam tentang sekelompok orang yang terjebak dalam situasi penuh tekanan di kawasan Bukit Duri. Kisahnya penuh dengan ketegangan psikologis antar karakternya.

Untuk menjaga profesionalisme dan kenyamanan para pemain, produksi film ini melibatkan Runny Rudiyanti dan Putri Ayudya sebagai intimacy coordinator yang resmi bersertfiikat dari Intimacy Professionals Association (IPA).

"Intimacy coordinator adalah bagian dari kru untuk memastikan para pemain yang terlibat secara intimacy, bisa hubungan fisik antara karakter, bisa physical yang love, bisa physical yang kekerasan. Dan tugas mereka memastikan para pemerannya merasa aman, nyaman, dan hasilnya tidak keluar dari batas-batas yang diinginkan," jelas Joko Anwar dalam konferensi pers pada Kamis (30/1/2025).

3. Siksa Kubur

Film Siksa Kubur
Film Siksa Kubur (dok. Come and See Pictures/Siksa Kubur)

Kembali digarap oleh Joko Anwar, film horor ini mengeksplorasi keyakinan tentang siksa kubur dan kehidupan setelah kematian. Ceritanya mengikuti karakter Sita dan Adil yang berusaha membuktikan kebenaran tentang azab kubur, namun justru terjebak dalam pengalaman supranatural yang mencekam.

Dalam prosesnya, Joko Anwar menggunakan jasa Runny Rudiyanti sebagai IC. Selain itu, Runny juga memerankan karakter Lani, seorang suster perawat di panti jompo.

4. Legenda Kelam Malin Kundang

poster film Legenda Kelam Malin Kundang
poster film Legenda Kelam Malin Kundang (Instagram.com/jokoanwar)

Menjadi karya debut Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo, film ini mengangkat relasi ibu dan anak sebagai poros utama cerita. Terinspirasi dari legenda Malin Kundang, kisahnya berfokus Alif yang mengalami lupa ingatan. Ia pun harus mencari tahu apakah perempuan yang tiba-tiba hadir dan mengaku sebagai ibunya benar sosok yang ia rindukan, atau justru menyimpan rahasia lain.

Dalam proses produksinya, film ini menggunakan jasa Putri Ayudya, Tahlia Motik, dan Runny Rudiyanti sebagai koordinator adegan intimnya. Faradina Mufti yang memerankan pasangan Rio Dewanto di film ini pun mengungkapkan ia baru mengetahui bagaimana intimacy coordinator ini bekerja lewat film Legenda Kelam Malin Kundang.

"Aku juga baru tau bagaimana si IC itu bekerja untuk aktor-aktornya. Jadi emang benar-benar kayak kalau kalian gandengan tangan, tangannya sejauh apa yang bisa dipegang? Yang nyaman apakah cuma gandengan telunjuk doang? Atau boleh semuanya?" cerita Faradina Mufti kepada IDN Times pada Rabu (15/10/2026).

5. Tukar Takdir

Poster Film Tukar Takdir (instagram.com/@tukartakdirfilm)
Poster Film Tukar Takdir (instagram.com/@tukartakdirfilm)

Adaptasi dari novel karya Valiant Budi ini mengisahkan tragedi kecelakaan pesawat yang mempertemukan dua orang dengan latar belakang berbeda. Dalam perjalanan menghadapi duka dan trauma, keduanya menjalin hubungan emosional yang perlahan berkembang menjadi kedekatan yang mendalam.

Untuk adegan romantis dan intim di film ini, tim produksi menghadirkan Putri Ayudya sebagai intimacy coordinator. Ia mendampingi para aktor dalam proses koreografi adegan agar tetap aman dan nyaman saat mengambil adegan intim.

6. Norma: Antara Mertua dan Menantu

poster film Norma: Antara Mertua dan Menantu (Instagram.com/deecompany_official)
poster film Norma: Antara Mertua dan Menantu (Instagram.com/deecompany_official)

Film ini mengisahkan rumah tangga Norma yang hancur setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan ibu kandungnya sendiri. Konflik keluarga yang penuh luka ini diangkat kisah nyata yang viral di media sosial.

Dalam produksinya, Norma: Antara Mertua dan Menantu menggunakan intimacy coordinator untuk mendampingi adegan sensitif antara Yusuf Mahardika dan Wulan Guritno. Aktris Runny Rudiyanti kembali didapuk menjadi IC dalam proyek ini.

Mulainya penggunaan intimacy coordinator di film-film Indonesia menunjukkan standar produksi yang lebih aman dan nyaman bagi pemainnya. Semoga semakin banyak karya yang menggunakan jasa ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Triadanti N
EditorTriadanti N
Follow Us

Latest in Hype

See More