Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Romance 2010-an yang Mungkin Belum Kamu Tonton

adegan dalam film Man Up
adegan dalam film Man Up (dok. StudioCanal/Man Up)
Intinya sih...
  • My Dear Desperado (2010): Film Korea tentang ikatan unik antara sarjana pengangguran dan preman kelas teri di Seoul.
  • Safety Not Guaranteed (2012): Film romantis eksperimental dengan chemistry kuat antara Aubrey Plaza dan Mark Duplass.
  • The Way He Looks (2014): Film Brazil tentang remaja difabel netra yang menemukan cinta sejati tanpa akhir tragis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau ngomongin film romantis era 2010-an, judul-judul seperti La La Land (2016), The Fault in Our Stars (2014), atau Crazy Rich Asians (2018) pasti langsung terlintas di kepala. Film-film ini diingat bukan cuma karena kisah cintanya, tapi juga karena momen ikonis, soundtrack yang nempel, dan statusnya sebagai cultural event pada masanya. Namun, di balik dominasi judul-judul besar tersebut, sebenarnya ada banyak hidden gem dengan cerita yang sama manisnya, tapi sayangnya luput dari sorotan.

​Nah, artikel ini bakal mengajakmu mengintip lima rekomendasi film romantis era 2010-an yang underrated dan mungkin belum sempat mampir di daftar tontonanmu. Ceritanya beragam, mulai dari romansa unik para underdog di Korea Selatan hingga drama kencan buta "salah orang" di London yang bikin baper. Siap nemuin film romance favorit barumu?

1. My Dear Desperado (2010)

adegan dalam film My Dear Desperado
adegan dalam film My Dear Desperado (dok. Lotte Entertainment/My Dear Desperado)

Pertama ada permata tersembunyi dari Korea Selatan berjudul My Dear Desperado. Dibintangi oleh Park Joong Hoon dan Jung Yu Mi, film karya Kim Kwang Sik (The Great Battle) ini menceritakan pertemuan gak terduga antara seorang sarjana pengangguran (Yu Mi) dengan preman kelas teri (Joong Hoon) yang jadi tetangga barunya. Meski awalnya kerap cekcok, keduanya perlahan membangun ikatan unik karena sama-sama merasa jadi "pecundang" di kerasnya kehidupan Seoul.

​Kesediaan My Dear Desperado memotret sisi kelam kehidupan kaum underdog secara jujur inilah yang mungkin membuatnya luput dari radar pencinta film romance arus utama. Di balik tawa dan kisah cintanya, film ini sejatinya menyimpan kritik sosial tajam mengenai sulitnya mencari kerja dan kerasnya strata sosial di Korea. Namun tenang saja, kamu gak akan merasa digurui karena setiap isunya disampaikan lewat interaksi yang hangat dan sangat manusiawi.

2. Safety Not Guaranteed (2012)

adegan dalam film Safety Not Guaranteed
adegan dalam film Safety Not Guaranteed (dok. FilmDistrict/Safety Not Guaranteed)

Sutradara seri film Jurassic World, Colin Trevorrow, rupanya juga pernah menelurkan film romantis eksperimental yang sayangnya gak sesukses film-film blockbuster-nya. Berjudul Safety Not Guaranteed, film ini menggabungkan elemen fiksi ilmiah dengan romansa ala film indie. Daya tarik utama Safety Not Guaranteed terletak pada chemistry kedua bintangnya, Aubrey Plaza dan Mark Duplass, yang mampu menghidupkan karakter "orang aneh" menjadi sosok yang sangat simpatik.

​Ceritanya bermula saat seorang intern majalah yang sinis bernama Darius (Plaza) dikirim untuk menyelidiki sebuah iklan baris misterius. Iklan tersebut mencari rekan untuk melakukan perjalanan waktu dengan peringatan nyeleneh, "Keamanan tidak terjamin." Bersama rekan-rekan kantornya, Darius akhirnya bertemu dengan Kenneth (Duplass), pria eksentrik yang mengaku telah berhasil menciptakan mesin waktu sungguhan, dan mulai belajar memahami satu sama lain.

3. The Way He Looks (2014)

adegan dalam film The Way He Looks
adegan dalam film The Way He Looks (dok. Vitrine Films/The Way He Looks)

Selanjutnya ada The Way He Looks, film Brazil jebolan Berlinale yang siap memberikanmu perspektif baru tentang romansa LGBTQ+. Ceritanya berpusat pada Leonardo (Ghilherme Lobo), remaja difabel netra yang mulai merasa jengah dengan sikap protektif orang tuanya yang berlebihan. Keajaiban pun datang lewat kehadiran murid baru di sekolahnya yang bernama Gabriel (Fábio Audi). Awalnya hanya sebatas teman sebangku, keduanya perlahan menumbuhkan ikatan emosional yang jauh lebih dalam.

Berbeda dengan film bertema serupa yang sering kali berakhir tragis (salah satu alasan mengapa The Way He Looks gagal meraih atensi di luar festival film), karya Daniel Ribeiro ini justru punya cerita yang sangat hangat. Fokus ceritanya pun lebih menonjolkan keinginan sang protagonis untuk mandiri dibandingkan keterbatasan fisiknya semata. Dijamin, kamu bakal senyum-senyum sendiri melihat gimana Leo dan Gabriel saling mendukung dan tumbuh bersama sepanjang cerita!

4. The Little Death (2014)

adegan dalam film The Little Death
adegan dalam film The Little Death (dok. Entertainment One/The Little Death)

Australia juga punya film romantis underrated yang wajib kamu tonton berjudul The Little Death. Disutradarai dan dibintangi oleh Josh Lawson (Mortal Kombat), film ini menyoroti kehidupan intim lima pasangan di pinggiran kota Sydney dengan segala rahasia dapurnya yang nyeleneh. Namun, alih-alih jualan adegan eksplisit semata, The Little Death justru membedah sisi psikologis dan emosional di balik berbagai macam fetish yang tabu lewat kacamata komedi satire yang tajam.

​Salah satu pasangan yang kisahnya bikin ngakak sekaligus iba di film ini adalah Rowena (Kate Box) dan Richard (Patrick Brammall). Rowena baru menyadari bahwa gairahnya justru meledak hanya ketika melihat suaminya sedang menangis tersedu-sedu atau disebut juga dacryphilia. Alhasil, Richard pun harus memutar otak mencari cara paling dramatis demi meneteskan air mata supaya kehidupan ranjang mereka tetap membara.

5. Man Up (2015)

adegan dalam film Man Up
adegan dalam film Man Up (dok. StudioCanal/Man Up)

Daftar ini ditutup dengan Man Up, film komedi romantis asal Inggris yang memasangkan Lake Bell dan Simon Pegg dalam performa paling charming-nya. Mengambil latar di London, ceritanya berpusat pada Nancy (Bell) yang secara gak sengaja "mencuri" identitas kencan buta milik pria bernama Jack (Pegg) di Stasiun Waterloo. Gak disangka, keputusan impulsifnya ini justru membawa mereka ke dalam petualangan satu malam yang penuh kekacauan sekaligus momen manis.

Meskipun sempat kurang terdengar saat rilis, film garapan Ben Palmer ini punya kualitas yang jauh di atas rata-rata romcom dengan premis "salah orang" kebanyakan. Alurnya sangat satset dan gak bertele-tele, sehingga durasi 88 menit terasa berlalu begitu cepat tanpa ada adegan yang mubazir. Kalau kamu lagi butuh tontonan ringan dengan naskah cerdas, Man Up wajib banget masuk ke dalam watchlist-mu!

Ternyata, koleksi romance era 2010-an itu gak melulu soal tragedi air mata atau cinta segitiga yang itu-itu aja, ya! Jadi, daripada bingung scrolling layanan streaming sampai ngantuk, mending langsung pilih satu judul di atas dan siapin camilan buat teman baper weekend ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

Pemeran Magneto Keceplosan Soal Avengers: Doomsday, Ada Aksi Besar?

03 Feb 2026, 21:39 WIBHype