6 Film Romantis dengan Ending Bittersweet, Kamu Tahan?

- One Day (2011) mengisahkan hubungan panjang antara Emma Morley (Anne Hathaway) dan Dexter Mayhew (Jim Sturgess), dengan ending yang menyayat.
- The Fault in Our Stars (2014) berfokus pada kisah cinta Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) dan Augustus Waters (Ansel Elgort), dengan ending yang menguras air mata.
- La La Land (2016) menceritakan kisah Mia Dolan (Emma Stone) dan Sebastian Wilder (Ryan Gosling), dengan ending ikonik yang penuh kenangan.
Film romantis tak harus selalu berakhir dengan kebahagiaan sempurna. Justru, film dengan ending bittersweet sering kali terasa lebih membekas karena menghadirkan kisah cinta yang realistis, emosional, dan relate dengan banyak orang. Perasaan manis yang bercampur pahit membuat penonton merenung lebih lama setelah film selesai.
Hollywood telah melahirkan banyak film romantis dengan akhir cerita yang tidak sepenuhnya bahagia. Mulai dari cinta yang terhalang waktu, perpisahan demi mimpi, hingga kehilangan yang tak terhindarkan. Berikut ini enam film romantis Hollywood dengan ending bittersweet yang cocok jadi tontonan Valentine. Apakah kamu tahan?
1. One Day (2011)

One Day mengisahkan hubungan panjang antara Emma Morley (Anne Hathaway) dan Dexter Mayhew (Jim Sturgess). Cerita mereka ditampilkan secara unik, hanya pada satu tanggal yang sama setiap tahun, memperlihatkan bagaimana kehidupan dan perasaan mereka terus berubah seiring waktu.
Hubungan Emma dan Dexter dipenuhi momen dekat, perpisahan, dan kesempatan yang nyaris selalu terlambat. Ending film ini terasa sangat menyayat, karena cinta yang akhirnya disadari justru harus berhadapan dengan kehilangan. One Day menjadi pengingat pahit-manis tentang waktu, penyesalan, dan betapa rapuhnya kesempatan dalam hidup.
2. The Fault in Our Stars (2014)

The Fault In Our Stars berfokus pada kisah cinta Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) dan Augustus Waters (Ansel Elgort), dua remaja penderita kanker yang bertemu di kelompok dukungan. Dari obrolan sederhana, hubungan mereka tumbuh menjadi cinta yang tulus dan penuh keberanian.
Meski dipenuhi momen hangat dan humor, film ini perlahan membawa penonton menuju akhir yang emosional. Ending-nya menyakitkan, tetapi juga indah, karena cinta mereka tetap hidup dalam ingatan dan makna yang ditinggalkan. The Fault in Our Stars dikenal sebagai salah satu film romantis paling menguras air mata.
3. La La Land (2016)

La La Land menceritakan kisah Mia Dolan (Emma Stone), seorang aktris yang sedang mengejar impian, dan Sebastian Wilder (Ryan Gosling), musisi jazz idealis. Pertemuan mereka di Los Angeles berkembang menjadi hubungan yang penuh dukungan dan mimpi bersama.
Namun, seiring ambisi masing-masing tumbuh, cinta mereka diuji oleh pilihan hidup. Ending film ini menjadi salah satu yang paling ikonik dalam genre romantis modern yang tidak menyatukan, tetapi penuh keindahan dan kenangan. La La Land menunjukkan bahwa cinta sejati tidak selalu berakhir bersama.
4. Me Before You (2016)

Me Before You mengisahkan Louisa Clark (Emilia Clarke), perempuan ceria yang menjadi perawat Will Traynor (Sam Claflin), pria kaya yang lumpuh akibat kecelakaan. Hubungan mereka berkembang perlahan, dari keterpaksaan menjadi ikatan emosional yang mendalam.
Cinta Louisa dan Will dihadapkan pada pilihan hidup yang sulit dan sensitif. Ending film ini terasa pahit-manis karena mengajarkan bahwa mencintai seseorang juga berarti menghormati keputusan mereka, meski itu menyakitkan. Me Before You menyisakan perasaan sedih sekaligus hangat.
5. A Star Is Born (2018)

A Star Is Born menyoroti kisah cinta antara Ally (Lady Gaga), penyanyi berbakat yang sedang merintis karier, dan Jackson Maine (Bradley Cooper), musisi terkenal yang berjuang melawan kecanduan. Jackson menjadi sosok yang mendorong Ally untuk bersinar.
Namun, kesuksesan dan cinta mereka dibayangi luka batin yang mendalam. Ending film ini sangat emosional dan tragis, tetapi sarat makna tentang pengorbanan dan cinta tanpa syarat. Film ini dikenal sebagai salah satu film romantis dengan ending paling menyakitkan dalam satu dekade terakhir.
6. Last Christmas (2019)

Last Christmas mengikuti kisah Kate Andrich (Emilia Clarke), perempuan dengan hidup berantakan, dan Tom Webster (Henry Golding), laki-laki misterius yang hadir di saat Kate kehilangan arah. Hubungan mereka terasa ringan, hangat, dan penuh keajaiban Natal.
Namun, film ini menyimpan twist emosional yang mengubah makna cinta di dalamnya. Ending-nya bukan tentang memiliki, melainkan tentang kehilangan, penyembuhan, dan belajar mencintai diri sendiri. Last Christmas menghadirkan bittersweet yang lembut, tapi mengena.
Film romantis dengan ending bittersweet memiliki daya tarik tersendiri karena terasa lebih realistis dan emosional. Kisah cinta yang tidak selalu berakhir bahagia justru sering meninggalkan kesan paling dalam bagi penonton. Enam film di atas membuktikan bahwa cinta tidak selalu tentang akhir yang sempurna, melainkan tentang perjalanan, pertumbuhan, dan arti yang ditinggalkan.


















