Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Film Hanung Bramantyo, The Hole, Gelar World Premiere di Rotterdam

Film Hanung Bramantyo, The Hole, Gelar World Premiere di Rotterdam.jpg
Hanung Bramantyo dan Anya Zen di world premiere "The Hole" (dok. instagram.com/adhyapictures | Dapur Film/Bolong)
Intinya sih...
  • Film terbaru Hanung Bramantyo, The Hole, gelar world premiere di Rotterdam pada 3 Februari 2026.
  • Ini merupakan film kedua Hanung yang diputar di ajang IFFR, lahir dari kegelisahan tentang peristiwa G30S dan kritik sosial atas korupsi.
  • The Hole mengisahkan pembunuhan misterius di Desa Lobang Buaya berlatar belakang gejolak sosial dan politik tahun 1965.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film terbaru karya Hanung Bramantyo, The Hole (judul Indonesia: Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah), resmi menggelar world premiere pada Rabu (3/2/2026) waktu setempat. Film ini diputar dalam program Harbour di ajang International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, sebuah program yang menyoroti film-film kontemporer dengan perspektif segar dari berbagai negara.

Kehadiran The Hole di festival internasional tersebut sekaligus menambah kebanggaan perfilman Indonesia di kancah global, khususnya untuk genre horor yang dibalut sejarah kelam bangsa ini.

1. The Hole menjadi film kedua Hanung yang premiere di ajang IFFR

World premiere The Hole turut dihadiri langsung oleh Hanung Bramantyo bersama salah satu pemeran utamanya, Anya Zen. Beberapa foto pun diunggah di akun Instagram @filmbolong. Penayangan ini menjadi momen spesial, karena merupakan kali kedua Hanung berhasil menembus seleksi resmi IFFR setelah Gowok: Kamasutra Jawa (2025) juga diputar di festival yang sama.

Bagi Hanung, pencapaian ini bukan sekadar soal prestasi personal, tetapi juga upaya membawa cerita-cerita Indonesia ke ruang dialog internasional, terutama lewat karya yang berani menyentuh trauma kolektif bangsa Indonesia.

2. The Hole lahir dari keresahan Hanung tentang peristiwa G30S

Dalam kesempatan tersebut, Hanung mengungkap bahwa The Hole berangkat dari kegelisahannya terhadap peristiwa G30S yang terus membayangi ingatan bangsa Indonesia setiap tahunnya. Film ini juga menjadi medium kritik sosial atas praktik korupsi dan penyelewengan kekuasaan yang, menurutnya, kerap membuat rakyat menjadi korban.

"Setiap tahun kita selalu berhadapan dengan peristiwa G30S, sebuah tragedi besar yang hingga hari ini masih menyisakan banyak pertanyaan," ujar Hanung dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan bahwa The Hole merupakan ruang eksplorasinya terhadap trauma tersebut. Alih-alih menawarkan satu jawaban mutlak, Hanung ingin menghadirkan sudut pandang lain yang lahir dari kondisi sosial masyarakat pada masanya.

"Saya tidak ingin memberi jawaban tunggal, tetapi melalui film ini saya ingin menghadirkan perspektif lain yang berangkat dari kondisi sosial, kepercayaan, dan ketakutan yang hidup di masyarakat pada masanya," tambahnya.

3. The Hole mengisahkan tentang apa?

The Hole mengisahkan tentang apa.jpg
Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah (dok. Dapur Film/Bolong)

Terinspirasi dari cerita rakyat dan narasi yang berkembang di sekitar peristiwa Gerakan 30 September 1965, The Hole merupakan film horor-misteri berlatar masa penuh gejolak sosial dan ketegangan politik di masa tersebut.

Ceritanya berfokus pada rangkaian pembunuhan misterius di Desa Lobang Buaya. Pola ganjil pun muncul setiap korban ditemukan tewas tepat pada tanggal 30 tiap bulan dengan kondisi tubuh berlubang serta pesan-pesan aneh yang tertulis di wajah mereka. Teror ini perlahan membuka lapisan trauma, paranoia, dan rahasia kelam yang selama ini terkubur.

Setelah world premiere di Rotterdam, The Hole dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada tahun 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Latest in Hype

See More

9 Rekomendasi Film Horor Era 2020-an di Disney+, Seru!

04 Feb 2026, 22:13 WIBHype