Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Film Star Wars dengan Skor Terendah di Rotten Tomatoes
adegan dalam film The Mandalorian and Grogu (dok. Lucasfilm Ltd./The Mandalorian and Grogu)
  • Lima film Star Wars dengan skor terendah di Rotten Tomatoes mencakup The Phantom Menace, Attack of the Clones, The Clone Wars, The Rise of Skywalker, dan The Mandalorian and Grogu.
  • The Clone Wars menjadi film dengan skor terendah hanya 18 persen karena dinilai seperti kumpulan episode serial TV yang dijadikan satu film layar lebar.
  • Meskipun banyak dikritik oleh kritikus, beberapa film tetap disukai penggemar berkat elemen nostalgia, aksi seru, serta karakter ikonis seperti Anakin, Rey, dan Grogu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama hampir lima dekade, Star Wars telah menjelma menjadi salah satu waralaba film terbesar di dunia yang identik dengan kesuksesan, baik secara komersial maupun kritis. Sejumlah judul bahkan berhasil meraih status "Certified Fresh" di Rotten Tomatoes, mulai dari Star Wars (1977), The Empire Strikes Back (1980), hingga The Force Awakens (2015), dengan skor kritikus di atas 90 persen.

Namun, reputasi sebesar itu bukan berarti setiap film Star Wars selalu disambut positif. Di antara belasan filmnya, ada beberapa judul yang menuai respons beragam dan berakhir dengan skor yang relatif rendah di Rotten Tomatoes, termasuk The Mandalorian and Grogu yang saat ini sedang tayang. Berdasarkan data Rotten Tomatoes, berikut lima film Star Wars dengan skor terendah yang pernah dirilis.

1. Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (1999) — 54 persen

adegan dalam film Star Wars: Episode I – The Phantom Menace (dok. Lucasfilm Ltd./Star Wars: Episode I – The Phantom Menace)

Menjadi film pertama dari trilogi prekuel Star Wars, Star Wars: Episode I – The Phantom Menace sempat memikul ekspektasi yang luar biasa besar dari penggemar. Ceritanya mengikuti dua Jedi, Qui-Gon Jinn (Liam Neeson) dan Obi-Wan Kenobi (Ewan McGregor), yang ditugaskan melindungi Ratu Padmé Amidala (Natalie Portman) dari invasi Trade Federation ke planet Naboo. Di tengah misi, mereka mendarat di planet gurun Tatooine dan bertemu dengan Anakin Skywalker (Jake Lloyd), bocah budak yang memiliki hubungan sangat kuat dengan Force.

Premis menarik ini ternyata gagal memuaskan ekspektasi kritikus yang menganggap alur ceritanya kurang menggigit karena terlalu sibuk membahas konflik politik dagang serta hukum perpajakan galaksi yang membosankan. Kendati demikian, The Phantom Menace sebenarnya punya banyak momen ikonis yang masih dikenang hingga sekarang. Adegan podrace yang memacu adrenalin, duel lightsaber melawan Darth Maul, serta musik megah karya John Williams menjadi beberapa aspek yang paling sering mendapat pujian.

2. Star Wars: Episode II – Attack of the Clones (2002) — 62 persen

adegan dalam film Star Wars: Episode II – Attack of the Clones (dok. Lucasfilm Ltd./Star Wars: Episode II – Attack of the Clones)

Meski mendapat skor yang sedikit lebih baik dari The Phantom Menace, Star Wars: Episode II – Attack of the Clones menjadi salah satu judul yang paling sering memicu perdebatan di kalangan penggemar. Film ini sebenarnya punya peran penting dalam saga Skywalker karena jadi titik awal pecahnya Clone Wars, perang besar antara pasukan klon dan Separatis. Menariknya lagi, di sini Yoda untuk pertama kalinya menunjukkan aksi bertarung menggunakan lightsaber di layar lebar.

Berlatar sepuluh tahun setelah peristiwa The Phantom Menace, film ini mengikuti penyelidikan Obi-Wan Kenobi terhadap upaya pembunuhan Padmé Amidala. Di saat yang sama, Anakin Skywalker (Hayden Christensen) yang kini telah dewasa ditugaskan melindungi Padmé dan perlahan menjalin hubungan terlarang yang bertentangan dengan aturan Jedi. Nah, kisah romansa Anakin dan Padmé inilah yang kemudian jadi sasaran kritik karena dialognya dianggap kaku dan kurang meyakinkan secara emosional.

3. Star Wars: The Clone Wars (2008) — 18 persen

adegan dalam film Star Wars: The Clone Wars (dok. Lucasfilm Ltd./Star Wars: The Clone Wars)

Seperti judulnya, Star Wars: The Clone Wars merupakan episode pilot dari serial animasi berjudul sama yang lebih dulu hadir di layar lebar. Cerita filmnya mengikuti Anakin Skywalker dan Obi-Wan Kenobi yang mendapat misi menyelamatkan putra bayi Jabba the Hutt yang diculik kelompok misterius. Dalam petualangan ini, Anakin juga untuk pertama kalinya dipasangkan dengan murid barunya, Ahsoka Tano, yang kelak menjelma jadi salah satu tokoh paling populer di semesta Star Wars.

Bermaksud jadi film animasi perdana dari waralaba ciptaan George Lucas ini, sayangnya The Clone Wars harus menyandang predikat sebagai film Star Wars dengan skor Rotten Tomatoes terburuk. Salah satu kritik terbesar yang diterima film ini adalah struktur ceritanya yang terasa seperti beberapa episode serial TV yang disatukan menjadi film layar lebar. Beruntung bagi rumah produksi Lucasfilm, penampilan solid para pengisi suaranya mampu bertahan dan dicintai penggemar hingga satu dekade lebih lewat versi serialnya.

4. Star Wars: The Rise of Skywalker (2019) — 51 persen

adegan dalam film Star Wars: The Rise of Skywalker (dok. Lucasfilm Ltd./Star Wars: The Rise of Skywalker)

Menjadi penutup sebuah saga legendaris memang gak mudah, dan Star Wars: The Rise of Skywalker telah membuktikannya. Film ketiga dalam trilogi sekuel Star Wars sekaligus konklusi dari sembilan film Skywalker Saga ini dianggap terlalu mengandalkan fan service dan nostalgia ketimbang membangun cerita yang berkembang secara alami. Belum lagi keputusan naskahnya yang terkesan buru-buru membatalkan berbagai plot penting dari film pendahulunya, The Last Jedi, sehingga memicu narrative whiplash bagi penonton.

​Walau babak belur di mata kritikus, The Rise of Skywalker untungnya masih mendapat tempat di hati penonton umum lewat skor audiens yang mencapai 86 persen. Banyak penggemar yang menyukai fokus kisahnya mengenai sisa-sisa pasukan Resistance yang berkejaran dengan waktu demi menghentikan ancaman First Order dan bangkitnya Kaisar Palpatine secara misterius. Apalagi di saat yang sama, takdir Rey (Daisy Ridley) dan Kylo Ren (Adam Driver) kembali bertautan dalam sebuah pertempuran final yang menentukan masa depan seluruh galaksi.

5. The Mandalorian and Grogu (2026) — 63 persen

adegan dalam film The Mandalorian and Grogu (dok. Lucasfilm Ltd./The Mandalorian and Grogu)

Terbaru ada The Mandalorian and Grogu, yang antusiasme penggemarnya ternyata berbanding terbalik dengan skor yang diraih di Rotten Tomatoes. Melanjutkan kisah Din Djarin (Pedro Pascal) dan Grogu yang populer lewat serial The Mandalorian, film ini mengikuti keduanya saat menjalankan misi berisiko tinggi untuk Republik Baru. Mereka ditugaskan melacak Rotta (Jeremy Allen White), putra Jabba the Hutt, sambil menghadapi ancaman para panglima perang Kekaisaran yang masih bertahan setelah kejatuhan Empire.

Sebagai film Star Wars layar lebar pertama dalam tujuh tahun sejak The Rise of Skywalker, The Mandalorian and Grogu memilih nuansa petualangan klasik yang ringan, menyenangkan, dan penuh aksi. Dinamika menggemaskan antara Mando dan Grogu memang jadi daya tarik utama yang sulit dibantah, tapi hal itu belum cukup menghibur para kritikus. Selain eksekusinya yang dinilai lebih mirip episode filler serial televisi, alur film ini juga dianggap berjalan di tempat tanpa memberikan perkembangan berarti bagi semesta Star Wars.

Skor Rotten Tomatoes memang bisa memberi gambaran soal penerimaan kritikus, tapi bukan berarti film-film di atas kehilangan daya tariknya di mata penggemar Star Wars. Nah, dari lima judul tersebut, mana yang menurutmu layak mendapat apresiasi lebih besar?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article