9 Makna Tersembunyi di Balik Film Moana, Ngasih Banyak Pelajaran!

- Film Moana menonjol karena menghadirkan karakter utama perempuan yang mandiri dan progresif, berbeda dari putri Disney tradisional yang biasanya terikat kisah percintaan.
- Lautan dalam film digambarkan sebagai sosok spiritual yang membimbing Moana menemukan jati diri dan mengembalikan semangat berlayar masyarakat Motunui.
- Moana menyampaikan pesan kuat tentang keseimbangan alam dan keserakahan manusia, sekaligus kembali populer lewat remake live action dengan aktor keturunan Pasifik.
Moana mendominasi tangga lagu streaming pada 2023. Nah, sekarang kembali menjadi sorotan berkat remake live action Disney dari Moana. Di saat yang sama, para penggemar mendiskusikan pro dan kontra dari live action-nya ini.
Yap, kehebatan film Moana (2016) yang disutradarai oleh John Musker dan Ron Clements ini menjelaskan bagaimana Moana berhasil mengikuti standar kebijakan Disney sebagai film yang ramah keluarga. Moana juga mampu mempertahankan detail dan kedalaman ceritanya.
Berikut ini kita akan membahas beberapa hal paling penting dari Moana yang mungkin luput dari perhatian kamu. Meskipun begitu, Moana tetap memberikan kesan yang kuat pada penonton. Apa saja makna tersembunyi tersebut?
1. Moana jauh lebih kompleks daripada putri-putri Disney tradisional

Moana (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Kebanyakan Disney Princess punya kisah tentang percintaan. Sebagai karakter, Moana (yang diisi suaranya oleh Auli'i Cravalho, yang juga berperan sebagai produser eksekutif dalam remake live-action Moana), adalah contoh langka Disney Princess yang gak terkungkung oleh kisah Disney berbasis gender dan percintaan.
Moana punya kepribadian yang progresif dan percaya diri sepanjang film. Tentu, misi Moana terkait dengan karakter laki-laki, Maui (disuarakan dan diperankan live action-nya oleh Dwayne Johnson). Tapi rupanya, bantuan Maui gak sepenuhnya menyelamatkan pulau asalnya, Motunui, serta gak bisa melindungi rakyatnya. Jadi, Moanalah yang sepenuhnya berjuang.
Nah, yang lebih penting lagi, film ini menampilkan bagaimana intuisi Moana memandu alur cerita dengan cara yang sangat berbeda dari protagonis perempuan Disney lainnya. Moana murni mewujudkan kisahnya sendiri. Hal ini menjadikannya teladan luar biasa untuk mengajarkan anak perempuan tentang otonomi.
2. Lautan punya maksud yang lebih mulia ketimbang yang kita lihat di film

Moana kecil dan lautan (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Lautan dalam film Moana bukanlah lautan biasa. Ia adalah karakter yang bisa bergerak, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang-orang. Namun, ada pertanyaan kenapa lautan gak mengembalikan jantung Te Fiti saja?
Kemudian, kenapa lautan gak konsisten untuk melindungi Moana di sepanjang filmnya? Nah, sebenarnya begini, lautan bisa dibilang sebagai pemandu spiritual Moana untuk mencapai tujuan yang lebih besar ketimbang sekadar menyelesaikan plot cerita.
Pasalnya, lautan gak mungkin langsung mengembalikan jantung Te Fiti dan selesai begitu saja. Lautan ingin agar penduduk Motunui kembali melestarikan tradisi berlayar mereka. Nah, satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan mengutus Moana agar menyelesaikan perjalanannya dan kemudian membawa pengalamannya itu kembali ke kampung halamannya. Selain itu, lautan mungkin memang gak bisa mengembalikan jantung Te Fiti, karena Te Fiti adalah makhluk lava yang gak bisa menyentuh air.
Jika kita melihat lautan dari sudut pandang itu, lautan menguji kebaikan Moana kecil dengan menghadirkan anak kura-kura yang terancam bahaya. Ia dengan lembut membantu dan melindungi anak kura-kura itu dari bahaya yang lebih besar. Itulah sebabnya, lautan memilih Moana agar ia belajar berlayar sendiri mengarungi lautan. Jadi, bisa dibilang, lautan adalah mentor bagi Moana, bukan asisten pribadinya.
3. Sikap Tui yang terlalu protektif sebenarnya cukup masuk akal

Tui dalam Moana (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Salah satu ciri khas film animasi Disney adalah orangtua yang terlalu protektif. Hal ini sangat sentral dalam The Little Mermaid, film Disney yang bisa dibilang memiliki banyak kesamaan dengan Moana.
Yap, seperti Raja Triton, ayah Moana yang bernama Tui (disuarakan oleh Temuera Morrison), digambarkan keras kepala dan gak mengizinkan Moana pergi melaut dengan melampaui terumbu karang. Namun, jika kamu sudah menjadi orangtua, pasti kamu paham sih, kenapa Tui bersikap demikian.
Sejarah bangsa Tui adalah sejarah penjelajah laut yang tangguh. Namun, sejarah yang sama juga mengajarkan kepadanya bahwa menjelajahi laut melampaui terumbu karang bisa membawa marabahaya. Seperti yang berulang kali Tui tunjukkan, pulau itu memang menawarkan segala yang dibutuhkan penduduknya.
Oleh karena itu, wajar saja jika Tui memprioritaskan keselamatan Moana, bahkan sampai mengorbankan keinginannya sendiri untuk melihat apa yang ada di luar sana.
4. Keputusan Sina untuk mengizinkan Moana berlayar dianggap bijaksana

Sina dan Moana (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Ibu Moana, Sina (disuarakan Nicole Scherzinger), kurang menonjol dibandingkan Tui dalam film. Namun, ia menjadi tokoh utama dalam salah satu momen paling penting dalam film.
Ketika Moana diam-diam mengemasi barang-barangnya untuk berlayar melewati terumbu karang, Sina memergokinya. Namun, bukannya memarahi putrinya, Sina malah membantu Moana mengemasi barang-barangnya, memeluknya, dan membiarkannya pergi.
Yap, keputusan Sina untuk mengizinkan Moana dan memberi restunya pada perjalanan putrinya adalah hal yang menarik dari sudut pandang orangtua. Jelas, kedua orangtua Moana mencintainya dan sangat khawatir akan keselamatannya, tetapi perbedaan mereka justru berasal dari Tui yang masih menganggap Moana sebagai anak kecil. Sebaliknya, Sina justru menganggap Moana dengan lebih kritis. Sina memahami kalau Moana sudah beranjak menjadi perempuan dewasa yang punya keputusannya sendiri.
Meskipun begitu, bukan berarti Sina gak mengkhawatirkan Moana. Ia justru harap-harap cemas menunggu Moana. Hal ini terlihat dari kelegaannya yang luar biasa ketika Moana kembali ke Motunui di akhir film.
5. Adegan pertempuran dengan Kakamora terinspirasi dari film Mad Max: Fury Road

Moana dan Kakamora (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Adegan di mana Moana dan Maui berhadapan dengan Kakamora—prajurit bajak laut kecil berbaju zirah kelapa yang berkeliaran di laut mencari harta karun—sebenarnya gak relevan dalam film Moana. Namun, Moana 2 mengembangkan kisah mereka.
Nah, dalam film Moana, adegan Kakamora merupakan momen kekuatan bagi Moana, yang gak mau menyerahkan jantung Te Fiti dan berjuang mati-matian untuk mendapatkannya kembali. Sementara itu, Maui hanya menonton dengan kebingungan. Ia pun akhirnya lebih menghormati Moana karena keterampilan dan tekadnya. Namun, itu semua hanyalah adegan aksi spektakuler dalam petualangan tersebut.
Saat menciptakan momen yang memacu adrenalin ini, para pembuat film mengambil inspirasi dari film aksi terbaik, Mad Max: Fury Road (2015), karya George Miller, seperti dilansir SBS News. John Musker dan Ron Clements bilang bahwa Mad Max: Fury Road menginspirasi adegan Kakamora. Nah, kapal-kapal besar bertingkat milik bajak laut Kakamora mungkin mengingatkan kamu pada kendaraan yang riuh dari film Mad Max: Fury Road.
6. Tamatoa terinspirasi oleh mendiang David Bowie

Tamatoa (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Terungkapnya bahwa Te Ka adalah Te Fiti mengartikan bahwa Moana gak punya villain utama dalam film, tapi ada penjahat yang muncul sekali. Penjahat itu adalah Tamatoa, kepiting raksasa yang menimbun harta karun—termasuk kail Maui—di guanya. Nah, tapi tanpa kamu duga, Tamatoa sebenarnya merupakan penghormatan kepada David Bowie.
Dari pupil matanya yang berbeda ukuran hingga kecintaannya pada segala sesuatu yang berkilauan, Tamatoa jelas banget terinspirasi oleh David Bowie. Bowie sendiri meninggal pada Januari di tahun ketika Moana dirilis. "Dunia berduka atas Bowie," kata Lin-Manuel Miranda, yang menulis lagu Tamatoa, berjudul "Shiny," kepada People. "Saya berpikir, 'Baiklah, saya akan menulis lagu glam rock untuk kepiting ini, kepiting bertatahkan permata ini.'"
Pengisi suara Tamatoa adalah Jemaine Clement, yang pernah berkolaborasi dengan Miranda. Adapun, Miranda tahu kalau Clement pernah tampil sebagai grup komedi musikal Flight of the Conchords yang membawakan lagu penghormatan untuk David Bowie. Jadi, saat Miranda tahu kalau Clement terpilih sebagai pengisi suara Tamatoa, semuanya terasa sangat pas. "Penampilan penghormatan mereka untuk Bowie di Aspen Comedy Festival sangat brilian, saya langsung berkata, 'Oh, saya akan menulis lagu itu,'" ungkap Miranda.
7. Jika direnungkan, kisah Maui sangat tragis

Maui (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Karakter Maui sebagian besar terinspirasi tokoh rakyat bernama Maui dari mitologi Polinesia. Hal ini meluas ke latar belakangnya, yang terungkap di bagian akhir film. Seperti tokoh yang namanya sama dalam tradisi Māori, Maui dibuang ke laut oleh orangtuanya setelah lahir. Dalam versi Disney dari cerita tersebut, ia kemudian diselamatkan oleh para dewa yang memberinya kekuatan.
Hal yang sama berlaku untuk sisa kisah Maui. Setelah nyaris lolos dari kematian di tangan orangtuanya sendiri, Maui dibiarkan tumbuh sendirian. Ia tumbuh menjadi orang yang selalu menyenangkan orang lain dengan memberikan bantuan dan hadiah agar orang lain merasa diterima.
Semakin banyak yang dia berikan, semakin sulit baginya untuk membayangkan dicintai dengan cara yang tulus. Jika diresapi, hal ini sangat gelap. Nah, jika dipikir-pikir lagi, gak heran jika emosi Maui cukup bermasalah. Ia pun sering tersinggung jika orang lain berubah sikapnya dan menganggapnya tidak menyukainya.
8. Alur cerita Moana mencerminkan kisah Te Fiti

Moana dan Te Fiti (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Dari segi plot, Moana adalah tokoh yang mengembalikan Jantung Te Fiti karena ia adalah protagonis. Namun, dipilihnya Moana sebagai penggerak klimaks film (bukan Maui atau lautan itu sendiri) juga punya makna yang lebih besar dari segi temanya.
Momen koneksi Moana dengan Te Fiti—ketika Moana melihat Te Ka, monster lava, apa adanya dan memahami penderitaannya secara mendalam—adalah penutup sempurna bagi perjalanan film dan perjalanan batin Moana sebagai karakter. Pada saat itu, Moana menyadari bahwa jati diri Te Fiti telah dirampas dan kemudian diusir oleh manusia yang telah menzaliminya sejak awal. Alhasil, kemarahan dan keputusasaannya secara gak adil justru dianggap sebagai kejahatan.
Tentu saja, Moana-lah yang harus mencapai makna itu. Lagipula, Moana adalah film tentang pentingnya memahami dan mendefinisikan diri sendiri. Film ini juga punya makna tentang kekuatan penebusan serta penemuan jati diri.
Tema tersebut secara langsung diungkapkan lewat perjalanan hidup Moana, termasuk bantuan yang ia berikan kepada Maui. Ketika Moana memberikan jantung kepada Te Fiti, Moana secara gak sadar menerapkan semua pelajaran dari perjalanannya. Ia harus melalui perjalanan itu untuk mencapai kesimpulan yang tepat. Itulah kenapa pesan film ini sangat kuat.
9. Alur cerita film Moana tanpa disadari menyindir kondisi dunia saat ini

Moana (dok. Walt Disney Pictures/Moana) Dalam film Moana, manusia, dengan haus kekuasaan yang gak terpuaskan, menekan Maui untuk mengambil Jantung Te Fiti, yang konon akan memberikan mereka kekuatan untuk menciptakan kehidupan itu sendiri.
Pada akhirnya, keinginan untuk menguasai kehidupan ini malah menghancurkan dunia, karena mencuri jantung Te Fiti mengganggu keseimbangan alam dan memicu proses korosi yang mengancam seluruh kepulauan. Terdengar familiar, ya?
Moana berhasil menawarkan metafora yang sangat tepat tentang kecanggihan AI generatif yang saat ini menggerogoti sumber daya alam Bumi. Chatbot AI dan model bahasa besar, seperti yang sedang direkayasa saat ini, adalah bentuk teks prediktif yang ditingkatkan, jauh dari "kesadaran" atau "kehidupan." Tetapi perlombaan AI mendorong bisnis dan pemerintah untuk memompa sumber daya tak terbatas ke pusat data, yang sangat berdampak pada lingkungan dan mempercepat krisis iklim dunia yang sudah mengerikan ini, seperti yang dijelaskan oleh Massachusetts Institute of Technology.
Sama seperti manusia dalam film Moana, yang dianggap mendatangkan kehancuran sebagai imbalan atas kekuatan yang sebenarnya gak diberikan oleh Jantung Te Fiti, manusia di dunia nyata gak akan "menciptakan kehidupan" lewat AI. Namun, manusia bisa saja menghancurkan dunia lewat kecanggihannya tersebut.
Tepat hampir 10 tahun setelah Moana (2016) menggemparkan penonton di bioskop, film ini kembali dengan trailer baru yang memberi penggemar tampilan pertama adaptasi live action film tersebut. Tayang di Indonesia sejak Rabu (8/7/2026) Moana live action digadang-gadang menjadi film yang sukses di box office sejak film animasi aslinya keluar pada 2016. Di era ketika film keluarga di bioskop hampir terancam punah, membuat live action film animasi yang sukses bisa dibilang sebagai langkah yang positif, nih.
Remake film ini akan menampilkan bintang muda Catherine Laga'aia dan aktor-aktor keturunan Kepulauan Pasifik lainnya, termasuk Dwayne Johnson, di layar lebar. Sudah siap kembali berpetualang bersama Moana?





















